- Home
- Lingkungan
- Nyaris Rutin Raih Adipura, Penanganan Sampah di Pekanbaru Masih Amburadul
Nyaris Rutin Raih Adipura, Penanganan Sampah di Pekanbaru Masih Amburadul
Sabtu, 08 Agu 2015 14:19
Namun kenyataannya, hal berbeda dapat kita saksikan langsung katika Pemerintah kota Pekanbaru tindak mampu melakukan pengolahan sampah dengan baik. Mulai dari ketersediaan TPS (tempat pembuangan sampah sementara) yang sangat minim, pengangkutan sampah yang tidak jelas membuat penumpukan sampah hampir di setiap ruas jalan, hingga upaya daur ulang sampah yang hanya indah di perkataan saja tanpa ada realisasi yang benar-benar dirasakan masyarakat luas.
"Intinya, pengolahan sampah di Pekanbaru masih kacau," ungkap Rahmat kepada Riauterkini.com, Sabtu (08/09/2015).
Padahal sejak dua tahun terakhir ini Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru telah berkoar-koar di media massa akan membuat inovasi baru yakni akan mengolah sampah menjadi energi listrik, namun hingga kini itu hanya kata-kata indah saja tanpa ada realisasi yang nyata.
"Jangankan membuat sampah jadi listrik, pak Wali. Sampah tidak menumpuk saja sulit untuk di ciptakan di kota Pekanbaru ini. Nah disinilah ungkapan aneh itu keluar kanapa kota Pekanbaru yang pengolahan sampainya masih kacau bisa maraih penghargaan ADIPURA setiap tahunnya. Apakah ini penghargaan yang dibeli dari oknum Pemerintah pusat atau memang tim peninjauan ADIPURA sudah di sogok oleh Pemerintah kota Pekanbaru atau Tim Peninjauan ADIPURA tersebut memang bodoh tidak tahu mana yang bersih dan mana yang pura-pura bersih dan mana yang kotor," papar Rahmat.
Seharusnya Walikota Pekanbaru dan Wakil Walikota Pekanbaru segera menyelesaikan persoalan sampah ini di awal jabatannya, bukan hanya mengumbar janji saja.
"Sejak awal jabatan hingga tiga tahun kepemimpinan Walikota Pekanbaru dan Wakil Walikota Pekanbaru hanya terus memberi janji palsu dan mimpi-mimpi indah kepada masyarakat Pekanbaru, namun menyelesaikan permasalahan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat selalu diabaikan, apakah janji ini akan berlanjut hingga akhir jabatan Pak Wali," ungkapnya.
Menanggapi persoalan penanganan sampah di kota Pekanbaru tersebut, Walikota Pekanbaru mengakui bahwa untuk menyelesaikan persoalan sampah tidak semudah membalikkan telapak tangan. Misalnya saja mengenai TPS (Tempat Pembuangan Sampah Sementara) disitu harus aja persetujuan dari masyarakat, jika tidak ada masyarakat yang setuju maka TPS tidak dapat direalisasikan.
"Intinya untuk sampah ini kita butuh kerjasama semua pihak, sehingga kota Pekanbaru bisa menjadi Bersih, Asri dan Nyaman," ujarnya.
Lanjut, dirinya menegaskan bahwa penghargaan piala Adipura bukanlah tujuan Pemerintah kota Pekanbaru. Tapi Pekanbaru Bersih dan Nyaman itulah yang Kami Inginkan.
"Penghargaan bukan tujuan utama, itu tidak penting. Yang penting adalah masyarakat Pekanbaru mencintai kebersihan," singkatnya.(rtc) Lingkungan
Polisi Tangkap Maling Modus Ganjal ATM Pakai Tusuk Gigi di Bogor.
Bogor - Pencuri modus ganjal ATM menggunakan tusuk gigi inisial ME (42) ditangkap polisi ketika beraksi di salah satu rumah sakit di Sentul, Babakanmadang, Kabupaten Bogor. Barang bukti berupa 41 kart
Kronologi Penangkapan 210 WNA di Batam Terkait Dugaan Penipuan Investasi.
Jakarta - Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menjelaskan kronologi penangkapan ratusan warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat penipuan investasi
Napi Kasus Pemerasan di Lapas Pekanbaru Dipindahkan ke Nusakambangan, Ini Alasannya
PEKANBARU-Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Riau buka suara terkait polemik pemindahan narapidana kasus pemerasan, JS, ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambanga
Bongkar Tembok Kafe di Rumbai, Satpol PP Pekanbaru Terancam Dipidanakan
PEKANBARU-Tim gabungan dari Satpol PP dan Dinas Pertanahan Pekanbaru menertibkan lahan di kawasan Jalan Sudirman Ujung, Rumbai, Jumat (8/5/2026).Pantauan CAKAPLAH.com, lahan yang ditertibkan Satpol PP
Minyakita Dijual di Atas HET, Pengawasan Distribusi Harus Diperketat
PEKANBARU-Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PKS, dr Meiza Ningsih menyoroti tingginya harga minyak goreng subsidi Minyakita di Kota Pekanbaru. Saat ini, harga Minyakita di pasaran disebut sudah