- Home
- Lingkungan
- Pascaserangan Harimau Tewaskan Pekerja di Pelalawan, BKSDA Pasang Kamera Trap & Imbau Warga Waspada
Pascaserangan Harimau Tewaskan Pekerja di Pelalawan, BKSDA Pasang Kamera Trap & Imbau Warga Waspada
Admin
Selasa, 23 Agu 2022 13:48
PELALAWAN- Empat hari pascaserangan mematikan harimau sumatera terhadap pekerja Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Peranap Timber di Kabupaten Pelalawan, Jumat (19/8/2022) pekan lalu, masyarakat dan karyawan perusahaan diimbau tetap waspada.
Pekerja HTI bernama Seha Sopiana Manik (44) tewas setelah diterkam harimau sumatera pada Jumat (19/8/2022) malam pekan lalu di tapi kanal dekat barak karyawan di areal PT Peranap Timber.
Perempuan itu disantap binatang buas di depan suaminya sendiri, Rudi Zai (45) yang saat itu sedang mandi di kanal atau parit perusahaan.
Karyawan penamaan kayu akasia itu tewas dengan kondisi mengenaskan setelah ditemukan keesokan harinya di areal hutan lindung atau greenbelt perusahaan di Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti.
Kepala Balai Besar KSDA Riau, Genman S Hasibuan melalui Kabid Wilayah l Andri Hansen Siregar menyampaikan, sampai saat ini tim BKSDA masih berada di lokasi serangan harimau sumatera di areal HTI Peranap Timber.
Sebanyak 6 orang tim melakukan tugasnya pascaserangan harimau empat hari yang lalu.
Secara administratif, lokasi serangan masuk ke Desa Serapung Kecamatan Kuala Kampar berdekatan dengan Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti.
"Tim yang kita kirim kemarin masih di lapangan sampai saat ini. Mitigasi terus dilakukan sembari melakukan sosialisasi kepada masyarakat," tutur Andri Hansen Siregar kepada tribunpekanbaru.com, Selasa (23/8/2022).
Tim BKSDA Riau akan memasang kamera trap untuk memantau keberadaan satwa yang dilindungi itu.
Kamera jebak akan ditempatkan di beberapa titik yang diduga sebagai daerah perlintasan Si Belang.
Dari hasil rekaman kamera akan terlihat individu harimau yang diduga memangsa pekerja HTI tersebut.
"Ada 5 kamera jebak yang dipasang. Tim menentukan titik-titik yang bisa menangkap pergerakan harimau tersebut," tambah Andri Hansen.
Berdasarkan hasil mitigasi dan pengumpulan informasi, Tim mendapati posisi barak atau tempat tinggal pekerja HTI yang berseberangan dengan kanal dan tempat penumpukan hasil panen akasia.
Barak tersebut baru di tempati lebih kurang empat hari oleh kelompok pekerja, termasuk korban.
Jumlah karyawan yang menempati barak sebanyak 15 orang.
Selain itu, ternyata barak yang dihuni saat ini telah kosong atau tidak di tempati selama 4 tahun terakhir.
Baru diisi kembali selama empat hari terakhir ketika para pekerja mulai bekerja di perusahaan.
Jika dilihat dari jejak dan kotoran harimau sumatera yang ditemukan di lokasi, diduga satwa tersebut telah sering melintasi areal sekitar barak.
Selanjutnya, Tim BKSDA melakukan koordinasi dengan aparat pemerintah daerah, kepolisian, dan pihak terkait setempat.
Agar bersama-sama menghimbau dan memberi pemahaman kepada masyarakat untuk tidak beraktivitas sementara waktu di sekitar lokasi serangan binatang buas tersebut.
Jika memang terpaksa beraktivitas, diminta selalu waspada serta tidak bekerja sendirian atau dengan jumlah kelompok yang sedikit.
Begitupun para pekerja diminta untuk tidak beraktifitas saat petang maupun sebelum pagi.
Sebab di waktu tersebut harimau sumatera sedang melakukan aktifitasnya, termasuk mencari makanan.
Wilayah itu dipastikan. Sebagai daerah jelajah satwa bernama latih Panthera Tigris Sumaterae.
"Kita tetap melakukan sosialisasi dan memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar serta karyawan perusahaan terkait serangan harimau tersebut," kata Kapolres Pelalawan, AKBP Guntur Muhammad Tariq SIK melalui Kapolsek Kuala Kampar AKP Hanova Siagian.
Kapolsek Hanova Siagian menerangkan, pihaknya akan berkomunikasi dengan pihak perusahaan untuk memantau kondisi terkini di lokasi kejadian pascaserangan mematikan hewan bernama latin Panthera Tigris Sumatrae itu.
Sementara ini warga dan pekerja perusahaan HTI diminta agar tidak sendirian ke kebun atau ke areal hutan.
Untuk menghindari terulangnya konflik dengan si raja hutan itu.
"Lokasinya masuk Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti, tapi lebih dekat ke Desa Serapung Kecamatan Kuala Kampar. Anggota Bhabinkamtibmas kita juga aktif di sana," tandas AKP Hanova.