Minggu, 07 Des 2025
  • Home
  • Lingkungan
  • Sinergi Amankan Blok Rokan, Satgas Migas Tegaskan Dukung Penuntasan Isu Perambahan Duri Field

Lingkungan,

Sinergi Amankan Blok Rokan, Satgas Migas Tegaskan Dukung Penuntasan Isu Perambahan Duri Field

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 06 Nov 2025 10:50
(Foto : Humas PHR)
DURI-Di Wilayah Kerja Rokan, lokasi strategis yang turut menopang seperempat produksi minyak nasional, tantangan operasional migas tidak hanya soal pengeboran, tetapi juga menjaga kedaulatan aset negara. Persoalan lahan dan pengamanan Barang Milik Negara (BMN) hulu migas telah lama menjadi isu krusial yang menentukan kelancaran operasi dan ketahanan energi.

Menyikapi hal ini, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan telah menunjukkan keseriusan dengan melaksanakan Focus Group Discussion/FGD bertema Peran Satgas Migas dalam Menjaga Ketahanan Energi Nasional di Duri, Rabu 5 November 2025.

Melalui kolaborasi dengan SKK Migas dan lintas stakeholder, serta aksi tegas Satuan Tugas (Satgas) BMN Migas ini, PHR menegaskan komitmennya untuk mengamankan aset negara yang tersebar di wilayah operasi seluas ribuan kilometer persegi.

GM Zona Rokan, Andre Wijanarko menyatakan bahwa aset BMN Hulu Migas adalah fondasi utama operasi. “Kita ingin mewujudkan swasembada energi sesuai asta cita Presiden RI, di mana Blok Rokan menjadi salah satu produksi yang terbesar di Indonesia.  Rokan secara masif mensupport produksi signifikan untuk ketahanan energi," ujar Andre.

Aktivitas pengeboran yang masif, dengan target mencapai 500-an sumur per tahun, menjadi ujung tombak dalam menjaga dan meningkatkan produksi. Namun, Andre mengakui bahwa tantangan operasional tidak bisa dihadapi sendiri.

"Kami dari KKKS tidak bisa berdiri sendiri. Kami bergandengan tangan dengan SKK Migas sebagai regulator, dan yang tak kalah penting, peran aktif dari seluruh stakeholders termasuk Pemprov, Pemkab, TNI-Polri dan seluruh elemen masyarakat," tambahnya. 

Selama ini, PHR telah berhadapan dengan berbagai isu lahan, mulai dari tumpang tindih kepemilikan, perambahan lahan, hingga aktivitas tak berizin di area operasi. Inilah yang melatari keseriusan dalam menuntaskannya, dengan berkolaborasi bersama Satgas BMN dalam menegakkan hukum dan membangun kesadaran hukum di tengah masyarakat.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, CW Wicaksono, menyoroti betapa krusialnya peran PHR Zona Rokan, dimana produksi PHR menyumbang sekitar 30 persen dari produksi minyak nasional. 

“Dari target 900-an sumur yang dibor di Sumbagut, hampir 600 di antaranya berada di Rokan. Betapa pentingnya peran PHR untuk migas nasional," tegas Wicaksono.

Dijelaskannya, bahwa inisiatif pembentukan Satgas BMN ini muncul sebagai jawaban atas kompleksitas di lapangan, khususnya terkait isu non-teknis. SKK Migas memuji dukungan serius Pemprov Riau dan jajaran dalam mendukung hal teknis terkait perizinan-perizinan, yang termasuk menjadi yang tercepat di Indonesia.

Sekda Provinsi Riau sekaligus Kepala Satgas BMN Migas, Dr. Syahrial Abdi AP M.Si, mengucapkan apresiasi atas langkah nyata SKK Migas dan PHR. Ia menegaskan bahwa pertemuan ini adalah awal dari progres tindak lanjut ke depan.

Fokus utama Satgas adalah menyelesaikan isu pertanahan, khususnya di Duri Field, yang menjadi salah satu faktor penghambat operasi migas. "Sektor migas harus didukung dengan maksimal. Persoalan di Duri menjadi masalah serius, yang harus diselesaikan bersama,” kata Syahrial.

Ia menegaskan, permasalahan serius seperti tumpang tindih lahan, jual beli ilegal, hingga perambahan dan pembukaan lahan secara ilegal harus segera dibereskan dengan kolaborasi yang erat.

Oleh karena itu, kata Syahrial, Pemerintah Provinsi Riau melalui Satgas Migas akan mengambil langkah konkret, yakni pertama; penegasan fungsi satgas di lapangan yang akan menjadi clearing house penyelesaian setiap kasus lahan migas, menghubungkan SKK Migas, PHR, BPN, Pemkab, dan APH untuk menyepakati satu peta masalah dan langkah penyelesaiannya. Tidak boleh ada lagi tumpang tindih informasi atau klaim sektoral.

Kedua; dukungan penuh Forkopimda, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Riau, Kejati, dan Kodam XIX/Tuanku Tambusai. Semua pihak siap memberi dukungan pengamanan dan penegakan hukum agar area operasi migas bebas dari gangguan, penyerobotan, dan praktik jual-beli lahan di area BMN.

Ketiga: instruksi sinkronisasi data pertanahan dengan meminta BPN Provinsi dan Kabupaten Bengkalis untuk mempercepat verifikasi seluruh sertifikat, SKGR, dan SKT di wilayah operasi Duri Field. Setiap penerbitan dokumen baru di area BMN harus mendapat klarifikasi Satgas terlebih dahulu.

Keempat; kata Syahrial, yakni pendekatan sosial dan mediasi adat untuk klaim tanah adat dan masyarakat tempatan, pendekatan hukum harus diimbangi dengan mediasi sosial. Kami akan melibatkan tokoh adat dan camat setempat untuk menjadi bagian dari solusi agar tidak menimbulkan konflik horizontal.

Dan kelima; mekanisme penanganan cepat. Satgas akan membentuk Tim Lapangan Khusus yang bisa bergerak cepat ketika ada potensi penghambatan operasi akibat klaim lahan. Tim ini beranggotakan unsur SKK Migas, PHR, BPN, Pemda, dan aparat keamanan.

“Mari kita jadikan FGD ini ruang koordinasi yang menghasilkan keputusan operasional, bukan sekadar catatan rapat. Kami berharap, dari forum ini keluar peta jalan penyelesaian lahan Duri Field dengan penanggung jawab dan target waktu yang jelas,” tegas Syahrial.

Ia berharap forum ini menghasilkan keputusan yang operasional dan dapat ditindaklanjuti, memperkuat Riau sebagai pilar penting dalam mewujudkan dua isu nasional: Kedaulatan Pangan dan Kedaulatan Energi. “Mari bersama dan berkomitmen penuh agar operasi migas ini andal, efisien, dan menjadi pilar ketahanan energi nasional,” tambahnya.

Usai FGD, Satgas Migas bersama Kejaksaan Tinggi Riau, TNI-Polri, DJKN Kementerian Keuangan, BPN dan stakeholders lainnya juga mengecek langsung lokasi-lokasi perambahan lahan di Duri Field tersebut. Banyak aktivitas ilegal dan perambahan yang ditemukan di aset BMN Hulu Migas tersebut.*

Foto: Kegiatan FGD tentang Peran Satgas Migas dalam Menjaga Ketahanan Energi Nasional di Duri, Rabu 5 November 2025. Agenda dilaksanakan di Widuri Club Duri dan dilanjutkan peninjauan lokasi perambahan di Duri Field. 

# # # # # # #

TENTANG PHR ZONA ROKAN

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah  Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018.

Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041.

Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan(***)

Lingkungan
Berita Terkait
  • Sabtu, 06 Des 2025 21:12

    Agincourt Resources Bantah Jadi Biang Kerok Bencana Sumatera

    JAKARTA - PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, buka siara menanggapi tudingan yang mengaitkan aktivitas pertambangan dengan bencana longsor dan banjir bandang yang mela

  • Sabtu, 06 Des 2025 21:09

    KKP Kirim 60 Ton Paket Bantuan ke Lokasi Bencana Sumatera

    JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali mengirim bantuan kemanusiaan kepada korban bencana banjir di Padang, Sumatra Barat, Sibolga dan Tapuli Tengah, Sumatra Utara serta Lhok

  • Sabtu, 06 Des 2025 20:59

    PLN Berhasil Alirkan Listrik di Aceh Tamiang, Layanan RSUD hingga Posko Pengungsian Optimal

    JAKARTA  - PT PLN (Persero) berhasil menyalakan kembali listrik di lokasi-lokasi vital di Aceh Tamiang pada Kamis (4/12/2025), yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat bencana banjir.

  • Sabtu, 06 Des 2025 20:57

    Hong Kong Gelar Pemilu Beberapa Hari Setelah Kebakaran Apartemen Tewaskan 159 Orang

    JAKARTA " Hong Kong akan menggelar pemilihan umum (pemilu) legislatif pada Minggu (7/12/2025), hanya beberapa hari setelah kebakaran paling mematikan yang melanda kota administratif tersebut.

  • Sabtu, 06 Des 2025 20:55

    11 Orang Tewas dalam Penembakan Massal di Afsel, Bocah 3 Tahun Ikut Jadi Korban

    JAKARTA " Setidaknya 11 orang tewas dan 14 lainnya luka-luka ketika orang bersenjata menyerbu sebuah hostel di Saulsville, sebelah barat ibu kota Pretoria, Afrika Selatan, pada Sabtu (6/12/2025)

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2025 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.