- Home
- Lingkungan
- UPDATE Semburan Gas di Pekanbaru, Sedang Dilakukan Proses Penutupan
UPDATE Semburan Gas di Pekanbaru, Sedang Dilakukan Proses Penutupan
Admin
Jumat, 19 Feb 2021 10:24
PEKANBARU - Lubang bekas semburan gas di Pekanbaru yang bercampur lumpur tepatnya di Pondok Pesantren Al Ikhsan saat ini sudah mengering pada Kamis (18/2/2021).
Sejumlah alat berat dan petugas tampak sudah berada di lokasi membersihkan material sisa semburan gas di Pekanbaru itu.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Riau, Indra Agus Lukman mengatakan, saat ini petugas sedang melakukan persiapan penutupan semburan gas di Pekanbaru yang merupakan bekas sumur bor di komplek Pondok Pesantren Al Ikhlas Pekanbaru .
Petugas saat ini sedang mengerjakan pembuatan cover plate atau plat penutup yang terbuat dari lempengan besi.
"Saat ini tim sedang mengerjakan cover plate.
Cover plate ini merupakan sambungan dari beberapa lempengan besi yang disatukan dengan cara mengelas," kata Indra, Kamis (18/2/2021).
Indra mengatakan, pengerjaan proses penutupan bekas sumur gas ini dikerjakan oleh Pemprov Riau bersama tim dan juga dari pihak swasta.
Indra mengungkapkan, cover plate tersebut nantinya akan diletakkan dibagikan atas lubang semburan.
Sebelumnya, disekitar lubang semburan juga sudah dilakukan pembersihan sisa lumpur semburan.
"Cover ini dibuat untuk diletakkan di bagian atas lubang semburan, tujuannya agar nantinya luapan semburan gas atau lumpur bisa terkendali," katanya.
Seperti diketahui, semburan gas dan lumpur yang terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ihsan di Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, pertama kali muncul dari aktifitas penggalian sumur bor, Kamis (4/2/2021) lalu.
Lobang tempat pengeboran sumur tersebut mendadak menyemburkan gas alam yang cukup kuat.
Suaranya pun terdengar bergemuruh.
Semburan gas itu muncul di antara ruang belajar dan kamar santri, yang juga tak jauh dari komplek Kantor Walikota Pekanbaru.
Alhasil, penghuni ponpes pun dibuat panik, takut ada kebakaran atau ledakan.
Sebanyak 34 orang santri yang sedang belajar, terpaksa dievakuasi.