10 Ribu Guru Honorer Geruduk Gedung DPR RI
Selasa, 15 Sep 2015 10:00
Menurut salah satu peserta aksi dari Boyolali, Kanwir, aksi tersebut dilakukan atas dasar kekecewaan para guru honorer yang hingga saat ini belum diangkat menjadi Pegawai Negeri Nasional (PNS).
"Kami bersama 10 ribu lebih guru honorer se-Indonesia, kami ke sini karena merasa tersisih. Padahal PP Nomor 56 Tahun 2012 itu milik kami," katanya saat berbincang dengan Okezone, Selasa (15/9/2015).
Kekecewaan Kanwir, beserta guru honorer lainnya dirasakan saat tersebar isu bahwa guru honorer di atas usia 40 tahun tak akan diangkat menjadi PNS. Menurut dia, hal itu merupakan diskriminasi kepada seluruh guru honorer yang telah bekerja selayaknya PNS di sekolah masing-masing.
"K2 di daerah berperan penuh seperti PNS ya, yang hadir di sini usia 40 ke atas, tapi statusnya honorer, ada kabar usia 35 di angkat, di atas 40 akan diabaikan. Jadi kami gusar, guru se-Indonesia gusar," katanya.
Kanwir melanjutkan, kehadiran ribuan temannya tersebut hanya menuntut kejelasan status mereka yang sudah mengabdi dan mencerdaskan anak bangsa.
"Tuntutannya hanya satu yakni PNS," tegasnya.
Sementara itu, kondisi lalu lintas di area demonstrasi nampak macet parah. Ribuan guru honorer yang berdemo juga meluber dan nyaris menutup sebagian jalan Gatot Subroto atau tepat di depan gedung DPR RI.
TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Bal Rokok Ilegal di Madura
TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum serta menjaga stabilitas keamanan wilayah maritim dan jalur distribusi strategis nasional. Tim Second Fleet Quick Response (SFQR)
Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan
PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di seluruh wilayah Riau. Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewa
267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan
TEMBILAHAN-Sebanyak 267 pedagang pasar subuh menyatakan dukungan terhadap kebijakan relokasi sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka penataan Pasar Induk Jalan Yos S
2 Hari Tak Terlihat, Wanita Ini Ditemukan Meninggal Membusuk di Kursi Plastik
Jakarta-Warga Huta IV Marihat Lela Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun mendadak geger. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Sarpina Sinaga (44) ditemukan meninggal dunia di
Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis
BENGKALIS-Ratusan warga Kota Bengkalis memadati Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) di depan kantor DKP Jalan Antara, Bengkalis, Rabu (13/5). Tingginya antusias masyara