Nasional
122 Personel TNI Terlibat Latihan Maritime Security Exercise
Laporan:Hendra Dedi Syahbudi
Senin, 25 Apr 2016 15:34
JAKARTA - Sebanyak 122 personel TNI, antara lain terdiri dari 96
personel KRI Sultan Iskandar Muda 367, 10 personel Detasemen Jala
Mengkara (Denjaka), Staf Maritime Security Task Force Head Quarter dan
Maritime Security Exercise Planning Control Team (EPCT) terlibat dalam
Latihan Maritime Security Exercise.
Latihan Maritime Security Exercise dimulai pada hari Senin, 25 April
2016 menuju Brunei Darussalam dan direncanakan tiba pada 1 Mei 2016
untuk melaksanakan Harbour Phase sampai dengan tanggal 5 Mei 2016.
Selanjutnya, KRI Sultan Iskandar Muda 367 akan melaksanakan
Sea Phase pada 5 s.d 9 Mei 2016 menuju Singapura dan diakhiri Closing
Phase tanggal 9 s.d 11 Mei 2016, sedangkan untuk rute gerak kegiatan KRI
Sultan Iskandar Muda 367, yaitu : Jakarta-Tarakan-Brunei
Darussalam-Singapura-Tanjung Uban-Jakarta.
Sementara itu Kementerian Pertahanan Forum ASEAN Defence Minister
Meeting (ADMM) – Plus yang beranggotakan 10 negara ASEAN dan 8 negara
mitra ASEAN (Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, India, Australia, Jepang,
Korea Selatan dan Selandia Baru) sebagai leading sector program
kegiatan terbagi dalam wadah-wadah Experts Working Group (EWG) pada
bidang-bidang diantaranya Maritime Security, Counter Terrorism,
Humanitarian Mine Action, Peace Keeping Operation, Humanitarian
Assistance Disaster Relief dan Military Medicine.
Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI Laksma TNI Harjo Susmoro
saat melepas para personel yang terlibat dalam latihan tersebut di
Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (25/4/2016)
mengatakan bahwa, tantangan tradisional atau yang dikenal sebagai
conventional threats, muncul dalam serangkaian kemajuan pesat pada
pembangunan teknologi peralatan perang dan kemajuan dunia industri
militer yang semakin canggih dan modern, sedangkan tantangan dan ancaman
non-tradisional (non-conventional threats) yang timbul dan merupakan
fenomena baru, antara lain berkisar pada aksi terorisme, keamanan
maritim, pemanasan global dan perubahan iklim, kelangkaan energi dan
pangan, penyakit menular dan penyelundupan manusia, obat-obatan serta
persenjataan serta pembajakan udara dan perompakan di laut. Indonesia
yang secara geografis berada dalam wilayah kawasan yang sama, yakni
ASEAN, tidak luput dari kemungkinan dampak fenomena tantangan dan
ancaman tersebut.
"Latihan ini dilaksanakan bersama 10 negara sahabat anggota ASEAN dan 8
negara mitra wicara ASEAN dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan
strategi, metoda, teknik, taktik dan pendekatan, sebagai upaya membangun
interoperability, dalam rangka menghadapi strategi serta besaran, luas
dan kompleksitas dampak ancaman aksi terorisme dan sejenisnya," kata
Waasops Panglima TNI.
Lebih lanjut Waasops Panglima TNI Laksma TNI Harjo Susmoro menyampaikan,
harus diakui bahwa memerangi aksi terorisme yang saat ini telah
berkembang pesat baik skala ataupun metodanya, tidak dapat diselesaikan
oleh hanya satu negara saja secara sendiri. Menurutnya, memerangi aksi
terorisme dalam konteks bilateral dan regional, diperlukan suatu kerja
sama yang terkoordinasi secara strategis dan komprehensif, dalam
hubungan kerja sama Lintas Angkatan Bersenjata atau Lintas Nasional, dan
secara simultan bersifat pre-emptif, preventif dan represif, serta
dengan pra-syarat kemampuan yang harus dimiliki oleh satuan dan prajurit
Tentara Nasional Indonesia.
Mengakhiri sambutannya Waasops Panglima TNI Laksma TNI Harjo Susmono
memberikan beberapa penekanan, yaitu: Pertama, kuasai dan pahami dengan
baik, tujuan dan sasaran latihan, mengingat latihan ini tidak sekedar
memenuhi program dan kegiatan yang telah kita tetapkan dan sepakati
bersama. Kedua, patuhi dan cermati secara mendalam SOP (Standard
Operating Procedure) dan ROE (Rules of Engagements) dalam latihan,
agar mampu meningkatkan kapasitas dan kapabilitas satuan serta para
prajurit sekalian secara kelompok ataupun individu, dalam membangun
interoperability antara Tentara Nasional Indonesia dan Angkatan
Bersenjata negara sahabat peserta latihan, dihadapkan pada kecenderungan
kondisi faktual perkembangan aksi dan modus operandi terorisme saat ini
dan di masa yang akan datang.
Ketiga, laksanakan latihan dengan penuh dedikasi, semangat dan tanggung
jawab, serta kuasai setiap peran masing-masing yang telah diberikan
kepada para prajurit sekalian. Keempat, jaga keselamatan dan keamanan
diri serta kekompakan para peserta sekalian, agar mampu mencapai tujuan
latihan dengan maksimal dan sempurna. Kelima, gunakan setiap kesempatan
pada latihan bersama ini, guna meningkatkan kebersamaan dan saling
pengertian dalam rangka memperkokoh hubungan dan kerjasama
multinasional, baik secara resmi ataupun pribadi. (ded/rls)
Panglima TNI Hadiri Upacara Pemakaman Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu
Jakarta-Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Wakil Panglima TNI beserta para Kepala Staf Angkatan menghadiri upacara pemakaman militer Menteri Pertahanan Republik Indonesia periode 2014 s.
IPA Convex 2026: PHR Paparkan Keunggulan Operasi dan Inovasi untuk Mencapai Prestasi Produksi Regional 1 Sumatra
Jakarta-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), bagian dari Subholding Upstream Pertamina, berpartisipasi aktif dalam ajang bergengsi Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition 2026. Sebuah per
PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi
Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
JAKARTA-Dewan Pers menggelar diskusi bertajuk “Membaca Kasus Magdalene.id dari Kacamata Pers” di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mem
Aklamasi, Purnomo Yusgiantoro Nahkodai DPP IKAL Lemhannas
Jakarta-Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro MSc MA PhD IPU terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) periode 2025-2030.Menteri Perta