Sabtu, 13 Jun 2026
  • Home
  • Nasional
  • 122 Personel TNI Terlibat Latihan Maritime Security Exercise

Nasional

122 Personel TNI Terlibat Latihan Maritime Security Exercise

Laporan:Hendra Dedi Syahbudi
Senin, 25 Apr 2016 15:34
Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Czi Berlin G. S.Sos., M.M.
Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI Laksma TNI Harjo Susmoro saat melepas para personel yang terlibat dalam latihan tersebut di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (25/4/2016)

JAKARTA - Sebanyak 122 personel TNI, antara lain terdiri dari 96 personel KRI Sultan Iskandar Muda 367, 10 personel Detasemen Jala Mengkara (Denjaka), Staf Maritime Security Task Force Head Quarter dan Maritime Security Exercise Planning Control Team (EPCT) terlibat dalam Latihan Maritime Security Exercise.

Latihan Maritime Security Exercise dimulai pada hari Senin, 25 April 2016 menuju Brunei Darussalam dan direncanakan tiba pada 1 Mei 2016 untuk melaksanakan Harbour Phase sampai dengan tanggal 5 Mei 2016. 

Selanjutnya, KRI Sultan Iskandar Muda 367 akan melaksanakan Sea Phase pada 5 s.d 9 Mei 2016 menuju Singapura dan diakhiri Closing Phase tanggal 9 s.d 11 Mei 2016, sedangkan untuk rute gerak kegiatan KRI Sultan Iskandar Muda 367, yaitu : Jakarta-Tarakan-Brunei Darussalam-Singapura-Tanjung Uban-Jakarta.

Sementara itu Kementerian Pertahanan Forum ASEAN Defence Minister Meeting (ADMM) – Plus yang beranggotakan 10 negara ASEAN dan 8 negara mitra ASEAN (Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, India, Australia, Jepang, Korea Selatan dan Selandia Baru) sebagai leading sector program kegiatan terbagi dalam wadah-wadah Experts Working Group (EWG) pada bidang-bidang diantaranya Maritime Security, Counter Terrorism, Humanitarian Mine Action, Peace Keeping Operation, Humanitarian Assistance Disaster Relief dan Military Medicine.

Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI Laksma TNI Harjo Susmoro saat melepas para personel yang terlibat dalam latihan tersebut di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (25/4/2016) mengatakan bahwa, tantangan tradisional atau yang dikenal sebagai conventional threats, muncul dalam serangkaian kemajuan pesat pada pembangunan teknologi peralatan perang dan kemajuan dunia industri militer yang semakin canggih dan modern, sedangkan tantangan dan ancaman non-tradisional (non-conventional threats) yang timbul dan merupakan fenomena baru, antara lain berkisar pada aksi terorisme, keamanan maritim, pemanasan global dan perubahan iklim, kelangkaan energi dan pangan, penyakit menular dan penyelundupan manusia, obat-obatan serta persenjataan serta pembajakan udara dan perompakan di laut.  Indonesia yang secara geografis berada dalam wilayah kawasan yang sama,  yakni ASEAN, tidak luput dari kemungkinan dampak fenomena tantangan dan ancaman tersebut.

"Latihan ini dilaksanakan bersama 10 negara sahabat anggota ASEAN dan 8 negara mitra wicara ASEAN dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan strategi, metoda, teknik, taktik dan pendekatan, sebagai upaya membangun interoperability, dalam rangka menghadapi  strategi serta besaran, luas dan kompleksitas dampak ancaman aksi terorisme dan sejenisnya," kata Waasops Panglima TNI.

Lebih lanjut Waasops Panglima TNI Laksma TNI Harjo Susmoro menyampaikan, harus diakui bahwa memerangi aksi terorisme yang saat ini telah berkembang pesat baik skala ataupun metodanya, tidak dapat diselesaikan oleh hanya satu negara saja secara sendiri. Menurutnya, memerangi aksi terorisme dalam konteks bilateral dan regional,  diperlukan suatu kerja sama yang terkoordinasi secara strategis dan komprehensif, dalam hubungan kerja sama Lintas Angkatan Bersenjata atau Lintas Nasional, dan secara simultan bersifat pre-emptif, preventif dan represif, serta dengan pra-syarat kemampuan yang harus dimiliki oleh satuan dan prajurit Tentara Nasional Indonesia.

Mengakhiri sambutannya Waasops Panglima TNI Laksma TNI Harjo Susmono memberikan beberapa penekanan, yaitu: Pertama,  kuasai dan pahami dengan baik, tujuan dan sasaran latihan, mengingat latihan ini tidak sekedar memenuhi program dan kegiatan yang telah kita tetapkan dan sepakati bersama. Kedua, patuhi dan cermati secara mendalam SOP (Standard Operating Procedure) dan ROE (Rules of Engagements)   dalam  latihan, agar mampu meningkatkan kapasitas dan kapabilitas satuan serta para prajurit sekalian secara kelompok ataupun individu, dalam membangun interoperability antara Tentara Nasional Indonesia dan Angkatan Bersenjata negara sahabat peserta latihan, dihadapkan pada kecenderungan kondisi faktual perkembangan aksi dan modus operandi terorisme saat ini dan di masa yang akan datang.

Ketiga, laksanakan latihan dengan penuh dedikasi, semangat dan tanggung jawab, serta kuasai setiap peran masing-masing yang telah diberikan kepada para prajurit sekalian. Keempat, jaga keselamatan dan keamanan diri serta kekompakan para peserta sekalian, agar mampu mencapai tujuan latihan dengan maksimal dan sempurna. Kelima,  gunakan setiap kesempatan pada latihan bersama ini, guna meningkatkan kebersamaan dan saling pengertian dalam rangka memperkokoh hubungan dan kerjasama multinasional, baik secara resmi ataupun pribadi. (ded/rls)

nasional
Berita Terkait
  • Senin, 01 Jun 2026 18:53

    Panglima TNI Hadiri Upacara Pemakaman Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu

    Jakarta-Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Wakil Panglima TNI beserta para Kepala Staf Angkatan menghadiri upacara pemakaman militer Menteri Pertahanan Republik Indonesia periode 2014 s.

  • Kamis, 21 Mei 2026 17:50

    IPA Convex 2026: PHR Paparkan Keunggulan Operasi dan Inovasi untuk Mencapai Prestasi Produksi Regional 1 Sumatra

    Jakarta-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), bagian dari Subholding Upstream Pertamina, berpartisipasi aktif dalam ajang bergengsi Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition 2026. Sebuah per

  • Sabtu, 25 Apr 2026 05:53

    PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi

    Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b

  • Selasa, 14 Apr 2026 18:47

    Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik

    JAKARTA-Dewan Pers menggelar diskusi bertajuk “Membaca Kasus Magdalene.id dari Kacamata Pers” di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mem

  • Sabtu, 11 Apr 2026 19:10

    Aklamasi, Purnomo Yusgiantoro Nahkodai DPP IKAL Lemhannas

    Jakarta-Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro MSc MA PhD IPU terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) periode 2025-2030.Menteri Perta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.