Minggu, 31 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Amien Rais Komentari Kasus Novel Baswedan: Nggak Akan Tuntas Juga

Nasional

Amien Rais Komentari Kasus Novel Baswedan: Nggak Akan Tuntas Juga

Sabtu, 20 Jul 2019 13:50
Detik.com
JAKARTA - Amien Rais menyinggung penanganan kasus teror terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Amien menyebut banyaknya desakan untuk penuntasan kasus yang sudah 2 tahun lebih belum terungkap.

"Minggu ini kita dikagetkan ada tekanan dari masyarakat, dari media massa. Sudah 800 hari lebih siapa (pelaku) yang teror Novel Baswedan. Jadi saya kira ini menurut saya, itu jangan-jangan Allah memberikan tanda-tanda. Memang kita ini manusia biasa inginnya kan cepat. Tetapi kita harus bersabar," kata Amien Rais dalam sambutan Muhasabah dan Munajat untuk Negeri di gedung Dakwah, Jl Kramat Raya, Jakpus, Sabtu (20/7/2019).


Amien Rais lantas berkomentar soal permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin kasus teror terhadap Novel Baswedan tuntas dalam waktu 3 bulan. Target ini diberikan kepada tim teknis Polri yang dibentuk menindaklanjuti temuan Tim Pencari Fakta (TPF).

"Pak Jokowi mengatakan jangan 6 bulan 3 bulan harus tuntas. Padahal nggak akan tuntas juga. Ini kan semakin kepercayaan rakyat akan semakin tipis," imbuh Amien Rais.

Amien Rais lantas juga mengutip pernyataan para aktivis LSM soal sulitnya pengungkapan kasus teror terhadap Novel Baswedan.

"Kemudian teman LSM mengatakan mengapa Novel Baswedan jadi korban sulit ditemukan siapa pelakunya? karena dalangnya ada di dalam lingkaran kekuasaan," ujarnya.


"Jadi saya kira ini adalah hal menurut saya itu jangan-jangan Allah memberikan tanda-tanda. Memang kita ini manusia biasa inginnya kan cepat. Tetapi kita harus bersabar," kata Amien Rais.

Jokowi sebelumnya meminta Kapolri mengusut tuntas kasus Novel Baswedan dalam waktu 3 bulan. Dia juga menegaskan kasus penyiraman air keras ini diserahkan sepenuhnya ke Kapolri.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada TPF (Tim Pencari Fakta) sudah sampaikan hasilnya dan hasil itu mesti ditindaklanjuti oleh tim teknis untuk menyasar dugaan-dugaan yang ada. Oleh sebab itu, kalau Kapolri sampaikan meminta waktu 6 bulan, saya sampaikan 3 bulan tim teknis harus bisa menyelesaikan apa yang kemarin diselesaikan," kata Jokowi kepada wartawan di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jumat (19/7).


Sumber: detik.com

nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:34

    Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat

    PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:29

    Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad

    Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:06

    Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:01

    Babak Baru Kasus Dugaan Penipuan Calon Jemaah Umrah, Bos Hanania Travel Ditahan Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka

    Polda Metro Jaya menahan Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group berinisial ASF setelah ditetapkan sebagai tersangka. Polda Metro Jaya sebelumnya menerima dua laporan terkait

  • Sabtu, 30 Mei 2026 14:31

    Sindikat Penipuan Bermodus Batu Merah Delima Perdaya ASN Siak Ratusan Juta

    SIAK- Seorang aparatur sipil negara di Kabupaten Siak bernama Zainuddin alias Atan (54) menjadi korban sindikat penipuan bermodus jual beli batu merah delima bertuah. Warga Kecamatan Mempura tersebut

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.