Jumat, 15 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Ansor dan Santri di Probolinggo Turun Jalan Kecam Puisi Fadli Zon

Nasional

Ansor dan Santri di Probolinggo Turun Jalan Kecam Puisi Fadli Zon

Selasa, 12 Feb 2019 15:18
Detik.com
Santri di Probolinggo kecam puisi Fadli Zon
PROBOLINGGO - Anggota Ansor, Banser dan santri se-Kabupaten Probolinggo, turun jalan menggelar aksi bela kiai. Aksi ini sebagai bentuk protes atas puisi Fadli Zon yang dinilai menghina dan melecehkan kiai NU.

Aksi yang digelar di depan Kantor DPRD Kabupaten Probolinggo, Jalan Raya Panglima Sudirman Kota Kraksaan, Selasa (12/02/19) sempat membuat arus lalu lintas Probolinggo-Banyuwangi macet.

Dalam aksi tersebut, massa membawa berbagai poster bernada kecaman terhadap Wakil Ketua DPR Fadli Zon, yang dianggap merendahkan sejumlah kiai NU. Termasuk unggahan puisi "Doa Yang Tertukar". Puisi itu dinilai merendahkan martabat kiai Maimun Zubair atau Mustasar PBNU, pada 3 Februari lalu.

"Fadli Zon sudah sering mencela kiai kami. Itu yang sangat kami sayangkan. Karena itu, kami meminta Fadli Zon untuk menghentikan sikapnya mencela dan menghina kiai NU," jelas Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis.
Muchlis juga menyatakan, jika ada politisi menghina kiai sama saja dengan menghina santri. Bantahan Fadli bahwa dia tidak bermaksud menghina Mbah Moen, menurut Muchlis merupakan bentuk ketakutan sekaligus ingin lepas dari tanggung jawab.

"Luka para santri tidak akan redam tanpa ada permintaan maaf dari politisi itu kepada syaikhona," paparnya.

Muchlis juga menyebutkan, jika Fadli Zon harus meminta maaf pada Kiai Sepuh Maimun Zubair. "Permintaan maaf jangan lewat media Sosial dan harus datang ke kediamannya (Ponpes Sarang) dalam waktu 5 hari 24 jam," jelasnya.

Sepanjang aksi massa menggelar orasi dan melakukan doa bersama, demi keselamatan bangsa. Selain itu massa juga mengumandangkan lantunan shalawat "Asyghil".

Sebelumnya, salah satu putra KH Maimoen Zubair, Majid Kamil Maimoen kepada detikcom melalui sambungan telepon, Selasa (12/2/19), menanggapi keengganan Fadli Zon meminta maaf terkait puisi 'Doa yang Tertukar' yang dinilai sejumlah kalangan menghina Mbah Maimoen. Gus Kamil punya pendapat sendiri mengenai polemik itu.

Menurut Gus Kamil, ada penggunaan kata 'kau' dalam puisi itu. Setidaknya ada dua kali kata 'kau' ditulis dalam puisi 4 tersebut. Penggunaan subjek 'kau' dalam puisi tersebut memang tidak jelas ditujukan Fadli Zon kepada siapa. Kata 'kau' itulah yang memicu munculnya berbagai polemik baru.

Gus Kamil mengatakan, kata 'kau' yang terdapat dalam puisi 'Doa yang Ditukar' jika memang bukan diperuntukkan kepada Mbah Moen maka Fadli Zon tak perlu meminta maaf.



Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Jumat, 15 Mei 2026 16:53

    TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Bal Rokok Ilegal di Madura

    TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum serta menjaga stabilitas keamanan wilayah maritim dan jalur distribusi strategis nasional. Tim Second Fleet Quick Response (SFQR)

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:16

    Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di seluruh wilayah Riau. Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewa

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:14

    267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan

    TEMBILAHAN-Sebanyak 267 pedagang pasar subuh menyatakan dukungan terhadap kebijakan relokasi sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka penataan Pasar Induk Jalan Yos S

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:47

    2 Hari Tak Terlihat, Wanita Ini Ditemukan Meninggal Membusuk di Kursi Plastik

    Jakarta-Warga Huta IV Marihat Lela Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun mendadak geger. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Sarpina Sinaga (44) ditemukan meninggal dunia di

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:41

    Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

    BENGKALIS-Ratusan warga Kota Bengkalis memadati Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) di depan kantor DKP Jalan Antara, Bengkalis, Rabu (13/5). Tingginya antusias masyara

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.