Jumat, 12 Jun 2026
  • Home
  • Nasional
  • Awal Ramadan 1447 H Berpotensi Berbeda, MUI Minta Umat Islam Sikapi dengan Dewasa

Berita

Awal Ramadan 1447 H Berpotensi Berbeda, MUI Minta Umat Islam Sikapi dengan Dewasa

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 16 Feb 2026 14:07
(FotoOkezone.com)
JAKARTA â€" Perbedaan metode penentuan membuat adanya potensi perbedaan awal Ramadan 1447 H di antara umat Islam Indonesia. Terkait hal ini, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis meminta umat untuk menyikapinya dengan dewasa.

"Hampir dipastikan berpotensi berbeda, mengawali Ramadan ini kita berbeda. Karena sudah ada yang menetapkan awal Ramadan pada 18 Februari ini, menggunakan hisab sekaligus kalender global," kata Kiai Cholil sebagaimana dilansir MUI Digital, Senin (16/2/2026).

Metode lain yang digunakan adalah hisab sekaligus metode imkan rukyat, yang kemungkinan bisa dilihat dari terbenamnya matahari. Namun, dengan metode ini ada kemungkinan hilal tak dapat diamati sehingga menghasilkan penetapan awal Ramadan 1447 H yang berbeda.

Kiai Cholil menerangkan, kemungkinan posisi derajat hilal masih berada di bawah 3 derajat. Sementara ketentuan Mabimsâ€"yakni ulama-ulama yang tergabung dalam forum ulama Asia Tenggara: Malaysia, Indonesia, Singapura, dan Brunei Darussalamâ€"menyepakati bahwa hilal bisa dilihat jika sudah berada di atas 3 derajat.

"Jadi bisa dipastikan awal Ramadan kita ini akan berbeda. Ada yang tanggal 18 dan ada yang tanggal 19 Februari. Saya berharap semuanya memaklumi hal ini. Yang penting kita bisa menjalankannya dengan baik dan khusyuk," ungkapnya.

Kiai Cholil menekankan agar umat jangan sampai ada gesekan yang dapat merusak ukhuwah Islamiyah, dan kembali menegaskan pentingnya ukhuwah tersebut sebagai jalan menuju kedekatan umat Islam kepada Allah SWT.

"Saya berharap masyarakat sudah dewasa. Ini masalah khilafiyah fikih, masalah perbedaan pemikiran. Tidak perlu dibawa pada perpecahan, tetapi jadikanlah perbedaan ini untuk kita belajar lebih banyak," sambungnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat ini menerangkan pembelajaran itu seperti kajian tentang wihdatul mathali’ dan sa’atul mathali’, yakni bagaimana melihat bulan berdasarkan lokasi masing-masing.

"Ada yang menganggap seluruh dunia adalah satu kalender, satu mathla’, satu tempat terlihatnya bulan. Sehingga di satu negara yang melihat, bisa di sini juga sama-sama dianggap melihat dan memulai puasa," terangnya.

Kiai Cholil mempersilakan umat Islam untuk mempelajari hal itu sebagai bahan motivasi dan belajar ilmu. Namun, dia menegaskan pelajaran dan perbedaan yang ada jangan sampai dijadikan perpecahan.

"Tapi jadikan ikhtilaf ummati rahmat. Menjadi rahmat bagi kita untuk belajar lebih banyak," tegasnya(okezone.com)
Sumber: (Okezone.com)

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.