Sabtu, 16 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • BPN: Gestur Prabowo Tepis Black Campaign Dirinya Emosional

Nasional

BPN: Gestur Prabowo Tepis Black Campaign Dirinya Emosional

Selasa, 19 Feb 2019 10:09
Detik.com
Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade
JAKARTA - Pakar ekspresi dan gestur Handoko Gani menilai gestur Prabowo Subianto pada debat kedua capres seolah ingin menghapus image otoriter dan kesan Orde Baru (Orba). Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno sepakat dengan hal tersebut.

"Debat pertama dan kedua ini membuktikan bahwa black campaign tentang Pak Prabowo emosional itu tidak benar. Bahkan masyarakat bisa melihat Prabowo yang apa adanya, rileks, santai dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tanpa terlihat marah," kata juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, kepada wartawan, Senin (18/2/2019).

Menurut Andre, Prabowo telah menunjukkan sikap seorang negarawan sejati pada debat capres, Minggu (17/2). Ia mencontohkan Prabowo yang beberapa kali mengapresiasi kinerja capres petahana Joko Widodo (Jokowi).

"Pak Prabowo menunjukkan sikap kenegarawanan. Itu yang terlihat dan dirasakan masyarakat Indonesia ketika menyaksikan debat kedua semalam. Bahkan semalam beliau mengapresiasi kinerja Pak Jokowi, ini kan menunjukkan bahwa memang Pak Prabowo tidak emosional dan sangat negarawan. Ini adalah sosok yang dibutuhkan bangsa Indonesia, pemimpin yang negarawan dan bisa mempersatukan," ujarnya.

Dia menilai Jokowi justru terlihat terlalu ambisius dalam gelaran debat kedua ini. Andre mengatakan Jokowi berusaha keras mempertahankan jabatannya. Bahkan, lanjut dia, Jokowi sampai melemparkan data palsu untuk 'menyerang' Prabowo.

"Beda dengan Pak Jokowi yang terlihat ambisius, ingin mempertahankan jabatannya. Takut kalah, sehingga berani-beraninya memberikan data palsu di debat kemarin. Kan semalam Pak Jokowi mengeluarkan 10 data hoax," sebut Andre.

Debat kedua capres pada Minggu (17/2) dinilai menjadi ajang kedua capres menghapus image negatif masing-masing. Prabowo Subianto, misalnya, dinilai ingin menghapus image otoriter hingga warisan Order Baru (Orba).

"Prabowo lebih banyak menyebut sahabatku untuk menunjukkan kedekatan. 'Kalian tidak perlu takut sama saya'. Image yang ingin dihapus adalah sangat ditakuti, otoriter, dan warisan Orde Baru," kata Handoko Gani, Senin (18/2).



Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Jumat, 15 Mei 2026 16:53

    TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Bal Rokok Ilegal di Madura

    TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum serta menjaga stabilitas keamanan wilayah maritim dan jalur distribusi strategis nasional. Tim Second Fleet Quick Response (SFQR)

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:16

    Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di seluruh wilayah Riau. Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewa

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:14

    267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan

    TEMBILAHAN-Sebanyak 267 pedagang pasar subuh menyatakan dukungan terhadap kebijakan relokasi sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka penataan Pasar Induk Jalan Yos S

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:47

    2 Hari Tak Terlihat, Wanita Ini Ditemukan Meninggal Membusuk di Kursi Plastik

    Jakarta-Warga Huta IV Marihat Lela Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun mendadak geger. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Sarpina Sinaga (44) ditemukan meninggal dunia di

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:41

    Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

    BENGKALIS-Ratusan warga Kota Bengkalis memadati Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) di depan kantor DKP Jalan Antara, Bengkalis, Rabu (13/5). Tingginya antusias masyara

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.