Sabtu, 16 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Baasyir Batal Bebas, Pimpinan Ngruki: Ternyata Itu Sebuah PHP

Nasional

Baasyir Batal Bebas, Pimpinan Ngruki: Ternyata Itu Sebuah PHP

Rabu, 23 Jan 2019 12:57
Detik.com
SOKOHARJO - Kabar pembatalan pembebasan Ustaz Abu Bakar Ba'asyir tanpa syarat membuat pimpinan Pondok Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, kecewa. Pemerintah disebut telah memberikan harapan palsu alias PHP.

"Kami sangat sangat kecewa dengan keputusan ini karena sudah terlanjur gembira tetapi kemudian diputus itu," kata Direktur Ponpes Al-Mukmin, Ustaz Ibnu Chanifah dalam jumpa pers di kompleks Ponpes Al-Mukmin, Rabu (23/1/2019).

Dia mengaku sebelumnya sempat mengabarkan segera pulangnya Ustaz Abu kepada para santri. Menurutnya para santri sudah sangat menantikan kepulangan pendiri Ponpes Al-Mukmin itu.

"Anak-anak sebenarnya sudah cukup berbunga-bunga. Saya harap agar kabar gembira itu menjadi sebuah kenyataan, tapi ternyata itu sebuah PHP," ujarnya.

Dia meminta pemerintah agar tidak asal mengeluarkan pernyataan di depan publik. Pemerintah diminta berpikir matang terlebih dahulu sebelum membuat kebijakan.

"Untuk selanjutnya, para pemegang otoritas agar di dalam mengungkapkan pernyataan itu dipikir dulu yang masak-masak baru keluar," ucapnya.

Sementara itu, pimpinan Yayasan Al-Mukmin, Ustaz Wahyuddin, mengkhawatirkan apabila Ba'asyir meninggal di dalam tahanan. Dia menyebut hal itu akan membuat kemarahan sebagian umat.

"Ini akan menyebabkan marahnya sebagian umat Islam. Itu dampaknya kalau beliau sampai meninggal di dalam tahanan. Karena secara akal manusia, beliau sudah sepuh dan sakit-sakitan," ujar dia.

Lebih lanjut, Wahyuddin tetap berharap pemerintah segera membebaskan Abu Bakar Ba'asyir. Dia menginginkan agar Abu Bakar Ba'asyir menghabiskan sisa umurnya bersama keluarga di rumah.

"Toh kalau dihitung secara duniawi, pemerintah juga rugi karena harus mengadakan anggaran, harus penjagaan dan lain sebagainya. Tapi kalau di rumah kan bisa menyenangkan berbagai pihak," tegasnya.


(detik.com)
nasional
Berita Terkait
  • Jumat, 15 Mei 2026 16:53

    TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Bal Rokok Ilegal di Madura

    TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum serta menjaga stabilitas keamanan wilayah maritim dan jalur distribusi strategis nasional. Tim Second Fleet Quick Response (SFQR)

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:16

    Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di seluruh wilayah Riau. Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewa

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:14

    267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan

    TEMBILAHAN-Sebanyak 267 pedagang pasar subuh menyatakan dukungan terhadap kebijakan relokasi sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka penataan Pasar Induk Jalan Yos S

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:47

    2 Hari Tak Terlihat, Wanita Ini Ditemukan Meninggal Membusuk di Kursi Plastik

    Jakarta-Warga Huta IV Marihat Lela Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun mendadak geger. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Sarpina Sinaga (44) ditemukan meninggal dunia di

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:41

    Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

    BENGKALIS-Ratusan warga Kota Bengkalis memadati Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) di depan kantor DKP Jalan Antara, Bengkalis, Rabu (13/5). Tingginya antusias masyara

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.