Minggu, 19 Apr 2026
  • Home
  • Nasional
  • BeritaWamenkomdigi Ingatkan Bahaya Konten Sintetis AI yang Kian Sulit Dibedakan dari Realitas

Berita

BeritaWamenkomdigi Ingatkan Bahaya Konten Sintetis AI yang Kian Sulit Dibedakan dari Realitas

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 10 Feb 2026 10:38
(FotoMediaCenterRiau)
Banten - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan jurnalisme memiliki peran kunci menjaga keaslian informasi publik di tengah banjir konten sintetis berbasis kecerdasan artifisial yang kian sulit dibedakan dari peristiwa nyata. Ia menyampaikan, perkembangan AI telah mengubah lanskap industri media dan pola konsumsi informasi masyarakat.

Foto, video, dan teks hasil rekayasa kini beredar luas di platform digital dan media sosial. Kondisi ini membuat publik rentan terkecoh, termasuk kelompok yang sudah melek digital.

“Konten sintetis hari ini sangat mirip dengan aslinya. Bahkan orang yang terlatih pun bisa keliru. Di situ publik membutuhkan jurnalisme yang bekerja dengan disiplin verifikasi,” ujar Wamen Nezar dalam Forum Kolaborasi Dewan Pers dan Google News Initiative di Serang, Banten, Minggu (08/02/2026).

Menurutnya, masalah utama di era digital bukan lagi kelangkaan informasi, tetapi krisis kepercayaan. Algoritma dan sistem personalisasi membuat publik melihat realitas yang terfragmentasi, sesuai preferensi masing-masing, bukan gambaran utuh peristiwa.

“Informasi hari ini melimpah. Yang justru langka adalah kepercayaan. Dan kepercayaan itu hanya bisa dijaga oleh jurnalisme yang berintegritas,” tegasnya.

Wamen Nezar menekankan bahwa AI tidak memiliki insting verifikasi karena teknologi hanya bekerja jika diperintah. Tanpa kendali manusia, AI tidak bisa memastikan apakah sebuah informasi otentik atau sekadar simulasi.

“AI tidak akan melakukan verifikasi kalau tidak diminta. Disiplin verifikasi inilah yang membedakan jurnalisme profesional dengan konten otomatis,” katanya.

Ia menegaskan pemanfaatan AI di industri media harus ditempatkan sebagai alat bantu produksi, bukan pengambil keputusan editorial. Manusia harus tetap menjadi pusat dalam menentukan kebenaran, konteks, dan dampak informasi bagi publik.

“Jurnalisme adalah layanan publik. Di tengah dominasi algoritma dan AI, keberpihakan pada kebenaran dan hak warga tidak boleh hilang,” tegas Wamenkomdigi Nezar Patria.

Dalam konteks kebijakan, Wamen Nezar menyatakan pemerintah mendukung pembangunan ekosistem media yang sehat. Ekosistem ini melibatkan jurnalis, industri media, dan platform digital agar jurnalisme berkualitas dapat bertahan secara ekonomi dan tetap melayani kepentingan warga.

Wamen Nezar juga menyinggung pembelajaran dari media global seperti New York Times yang mampu bertahan di tengah disrupsi teknologi dengan menjaga kualitas jurnalistik. Publik, menurutnya, terbukti bersedia membayar bukan sekadar untuk berita, tetapi untuk kredibilitas.(Mcr)
Sumber: (MediaCenterRiau)

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.