Minggu, 31 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Bestari Jawab Anies: Saya Tidak Serang Gubernur, Hanya Mengingatkan

Nasional

Bestari Jawab Anies: Saya Tidak Serang Gubernur, Hanya Mengingatkan

Rabu, 31 Jul 2019 11:13
Detik.com
JAKARTA - Ketua Fraksi NasDem DKI, Bestari Barus, merasa tak menyerang siapa pun seperti dilontarkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dia hanya mengingatkan masalah sampah di Jakarta.

"Pertama, bahwa tidak ada niatan kami yang berangkat itu (ke Surabaya) menyerang Gubernur. Apalagi serang Pak Anies sebagai pribadi, tidak ada sama sekali, mungkin Pak Gubernur dapat masukan salah dari orang di sekelilingnya," ucap Bestari saat dihubungi, Rabu (31/7/2019).

Bestari pun tidak merasa menyinggung gubernur-gubernur Jakarta sebelum Anies. Dia hanya menyebut Jakarta sedang darurat sampah.

"Saya kalau dibilang menyerang gubernur yang lalu, tidak juga. Saya nggak serang gubernur. Saya mengingatkan kepada Pemda DKI, kami ingatkan, ini kita sudah dekati darurat sampah dengan mundurnya pelaksanaan dari penyelesaian ITF (Intermediate Treatment Fasility)," ucap Bestari.

Soal menyebut-nyebut gubernur, Bestari mengartikan Gubernur adalah pemimpin tertinggi di provinsi. Gubernur adalah orang yang bertanggung jawab atas masalah sampah di Jakarta.

"Adakah kemudian gubernur yang lalu itu kemudian andil? Saya kira Gubernur itu satu kelembagaan yang berkesinambungan. Apakah kita pertanyakan ini kepada camat? atau lurah, nggak mungkin, kan harus gubernur," kata Bestari.

Bestari bercerita soal kunjungan dia ke Surabaya bersama rombongan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta. Rombongan membawa isu soal penanganan sampah di Jakarta.

"Justru kedatangan kita ke sana menyukseskan, mendukung Pak Anies persiapan menuju.. Saya bisa katakan bahwa apa yang kami dengar, menuju darurat sampah tahun 2022, di mana ITF kita baru bisa selesai satu. Sampahnya 2.200 (ton per hari), yang sampahnya bisa tampung. Sisanya 5,500 (ton) itu kemana? (TPA) Bantargebang tutup, itu yang menjadi pikiran kami, jadi nggak ada menyerang Pak Gubernur," ucap Anies.

Sebelumnya, Anies Baswedan merasa kritik soal sampah oleh Fraksi NasDem hingga meminta Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) ke Jakarta salah alamat. Kritikan-kritikan itu adalah serangan yang seharusnya ditujukan untuk gubernur-gubernur sebelumnya.

"Jadi Pak Bestari itu membicarakan Jakarta yang dia ikut tanggung jawab kemarin. Jadi beliau suka lupa, maunya menyerang gubernur sekarang, lupa ini menyerang gubernur-gubernur sebelumnya tuh," ucap Anies di Rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta, Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (31/7/2019).

Anies merasa diwarisi masalah sampah dari gubernur sebelumnya. Dia, sedang berusaha untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Beliau, Bapak Bestari itu menceritakan pengolahan sampah selama ini. Saya sedang mengubah. Sebelum saya bertugas, tidak ada pengelolaan ITF ( Intermediate Treatment Facility). Sekarang kita mulai ada ITF, lagi diproses. Yang kedua, di Bantargebang, sekarang ada pengelolaan sampah dari sampah menjadi energi, Itu dulu belum ada," kata Anies.


(detik.com)
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:34

    Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat

    PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:29

    Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad

    Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:06

    Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:01

    Babak Baru Kasus Dugaan Penipuan Calon Jemaah Umrah, Bos Hanania Travel Ditahan Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka

    Polda Metro Jaya menahan Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group berinisial ASF setelah ditetapkan sebagai tersangka. Polda Metro Jaya sebelumnya menerima dua laporan terkait

  • Sabtu, 30 Mei 2026 14:31

    Sindikat Penipuan Bermodus Batu Merah Delima Perdaya ASN Siak Ratusan Juta

    SIAK- Seorang aparatur sipil negara di Kabupaten Siak bernama Zainuddin alias Atan (54) menjadi korban sindikat penipuan bermodus jual beli batu merah delima bertuah. Warga Kecamatan Mempura tersebut

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.