Minggu, 31 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Bicara soal Reklamasi, Canda Ahok: Nanti Dikira Anies Gue Kampanye

Nasional

Bicara soal Reklamasi, Canda Ahok: Nanti Dikira Anies Gue Kampanye

Senin, 22 Jul 2019 09:54
Detik.com
JAKARTA - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok, berbicara soal pulau reklamasi dan kontribusi tambahan 15 persen. Ahok berkelakar khawatir dikira Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sedang melakukan kampanye.

"Kalau nggak minta 15 persen untuk bangun, duit dari mana? Ujung-ujungnya balik lagi. Tapi kalau itu dibangun, misalnya contoh kelas menengah suami-istri... Nanti dikira Anies, gue mau kampanye jadi gubernur lagi," ucap Ahok menghentikan ucapannya sambil tertawa, sebagaimana dilihat detikcom dari akun Youtube Panggil Saya BTP, Senin (22/7/2019).

"Nggak, nggak, tertutup (acara tersebut)," ucap salah satu hadirin di acara itu.

Mendengar hal itu, Ahok kemudian melanjutkan penjelasannya. Ahok ingin memberikan hunian terjangkau bagi para milenial di pulau reklamasi, sewaktu masih menjabat sebagai Gubernur DKI. Ahok mengungkapkan pemikirannya saat itu, pasangan milenial dinilai membutuhkan tempat tinggal dengan harga terjangkau yang dekat dengan tempat kerja.

"Saya mikirnya sederhana saja, anak-anak muda yang baru menikah, anak-anak milenial kan sudah beda cara berpikirnya,. Mereka nggak butuh rumah gede, mereka kadang-kadang lebih suka sewa, yang penting kerja dekat rumah," ujar Ahok.

Jika di DKI Jakarta, Ahok berpendapat tak ada pengembang apartemen yang memberikan harga sewa atau unit yang murah. Namun jika apartemen berada di pulau reklamasi maka harga sewa dapat ditekan rendah karena berdiri di atas tanah milik pemerintah.

"Kalau dibangunin apartemen, nggak mungkin dong nyewainnya murah. Kalau pemerintah bisa (menyewakan murah), orang tanahnya dikasih kok, bangunnya dikasih, jadi itu nggak ada sewa, uang servis saja Rp 2 sampai Rp 3 juta satu apartemen perbulan," jelas Ahok.

Gambaran Ahok tentang masa depan pulau reklamasi adalah dihuni anak-anak muda sehingga dapat mengurangi kepadatan penduduk di Ibu Kota. "Banyak anak muda tinggal di situ sehingga ini akan mengurangi lalu lintas banget, tinggal di pulau. Bayangin ada 17 pulau, semua orang musti naik kendaraan, ke sana, macet. Itu cerita dulu sebelum masuk Mako Brimob," tutup dia.


Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:34

    Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat

    PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:29

    Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad

    Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:06

    Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:01

    Babak Baru Kasus Dugaan Penipuan Calon Jemaah Umrah, Bos Hanania Travel Ditahan Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka

    Polda Metro Jaya menahan Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group berinisial ASF setelah ditetapkan sebagai tersangka. Polda Metro Jaya sebelumnya menerima dua laporan terkait

  • Sabtu, 30 Mei 2026 14:31

    Sindikat Penipuan Bermodus Batu Merah Delima Perdaya ASN Siak Ratusan Juta

    SIAK- Seorang aparatur sipil negara di Kabupaten Siak bernama Zainuddin alias Atan (54) menjadi korban sindikat penipuan bermodus jual beli batu merah delima bertuah. Warga Kecamatan Mempura tersebut

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.