Buwas Jadi Kepala BNN, Gembong Narkoba Bakal Kocar-kacir
Jumat, 11 Sep 2015 09:01
Track record Buwas sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) terbukti dalam penanganan kasus-kasus besar, dimana Buwas tidak pernah pandang bulu.
Menurut pengamat politik dari UNAS, Alfan Alfian, Buwas punya bekal tegas dalam mengungkap kasus narkoba yang selama ini menjadi sorotan pemerintah. Dengan begitu, para gembong narkoba akan ketakutan untuk menyebar barang haram itu di Tanah Air.
"Dari ketegasannya, itu sudah modal penting, sehingga diharapkan akan lebih efektif dalam melawan gembong narkoba," kata Alfan, ketika berbincang kepada Okezone, Jumat (11/9/2015).
Alfan meminta Buwas bersikap profesional sebagai Kepala BNN dan tegas seperti saat menjabat sebagai Kabareskrim. Terlebih, kasus narkoba merupakan kasus terberat di Indonesia saat ini.
"Masyarakat ingin melihat profesionalitas Pak Buwas saat menjadi Kepala BNN, seperti pada saat menjadi Kabareskrim," tambahnya.
Alfan menambahkan, dirinya meyakini Buwas sedikit kecewa lantaran digeser jabatannya menjadi Kepala BNN, namun Buwas harus dapat menunjukkan kinerjanya di hadapan masyarakat dan pemerintah untuk dapat menghapus citra buruknya selama menjabat sebagai Kabareskrim.
"Kita lihat kinerja Pak Buwas kelak," tandasnya.
Penguatan Transmisi Jadi Sorotan dalam Perbaikan Sistem Kelistrikan Sumatera
JAKARTA - Blackout di Sumatera harus menjadi pengingat pentingnya penguatan jaringan transmisi untuk menjaga pasokan listrik di wilayah tersebut. Jaringan interkoneksi Sumatera yang membentang lintas
Dukung Ketahanan Pangan, BRI Salurkan KUR Rp65,9 Triliun Jangkau 558 Ribu Petani dan 23 Ribu Nelayan
JAKARTA - Penguatan fondasi ekonomi kerakyatan menjadi fokus PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dalam menyalurkan pembiayaan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat. Upaya ini d
Menteri PU Targetkan 93 Sekolah Rakyat Tahap II Rampung Juni 2026
JAKARTA - Pemerintah mempercepat penyelesaian pembangunan sekolah rakyat tahap II agar seluruh proyek rampung pada 20 Juni 2026 dan siap digunakan pada tahun ajaran 2026/2027 di Juli.Hingga 25 Mei 202
Kemendag Take Down 2.639 Iklan Elektronik Bermasalah hingga Maret 2026
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) meminta penurunan (take down) 2.639 iklan elektronik yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan melalui patroli siber pada 21 platform
Kemenag Dukung Aparat Usut Kasus Pembubaran Ibadah di Gereja Bantul
JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) menyesalkan peristiwa pembubaran ibadah di Gereja Misa Sejahtera, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kemenag juga menegaskan dukungannya terhadap langkah a