Kamis, 04 Jun 2026

Nasional

Capres Tunggal Sulit Terwujud

Laporan : Joko Prasetyo
Senin, 12 Mar 2018 08:47
Joko Prasetyo
Lely Aryani
JAKARTA - Pakar Komunikasi Politik Universitas Indonesia Lely Aryani mengatakan meski ada pihak tertentu yang untuk menggolkan calon presiden (capres) tunggal dalam pemilihan umum presiden (Pilpres) 2019,  namun dia optimistis Pilpres 2019 mendatang, akan diikuti minimal dua pasangan calon (paslon) presiden.

"Keinginan capres dan cawapres tunggal itu tidak akan terwujud. Saya yakin tidak akan terjadi satu pasangan calon alias calon tunggal. Menimal pasti akan ada dua pasangan capres dan cawapres," kata Lely, dalam diskusi bertema "Pilpres 2019 Terganjal Calon Tunggal?" yang digelar di Jakarta, Minggu (11/3/2018).

Lely mengungkapkan untuk capres pertama, hampir dipastikan menjadi milik Jokowi yang sejak dini sudah didukung dan diusung oleh sejumlah partai politik. Sementara bakal capares kedua, kemungkinan Prabowo Subianto yang diusung Partai Gerindra dan kemungkinan besar ditambah PKS.

Menurut Lely, dengan dukungan parpol yang besar,  akan sangat sulit bagi Jokowi dalam mengambil keputusan untuk menentukan pasangannya nanti. Dikhawatirkan bakal menjadi polemik di internal koalisi yang tentunya, prioritas harus diselesaikan terlebih dahulu.

"Apakah mungkin ceruk-ceruk suara dari partai lain itu tidak menjadi perbincangan peminat. Tidak semudah itu untuk memutuskan siapa wakil presiden Jokowi, karena ada begitu banyak partai yang mengusungnya," kata Lely.

Lely berpendapat tidak mencerminkan demokrasi apabila pilpres 2019 hanya diikuti oleh satu paslon atau tunggal.  "Itu tidak mencerminkan demokrasi. Namanya pemilihan itu ya harus ada yang dipilih. Kalau hanya ada satu pasang calon apa yang dipilih," ujar Lely


Berbeda halnya dengan Prabowo, Lely menilai dengan hanya didukung minim partai politik akan membuat keleluasaan dalam menentukan pendamping sangat luas dan terhindarnya dari polemik internal.

"Pak Prabowo yang memutuskan jauh lebih besar dominan untuk memutuskan dialah wakil calon presiden saya. Berbeda kondisinya, dalam posisinya Pak Jokowi, posisi segmentasinya pun juga berbeda, dan target suaranya akan berbeda. Itu yang memungkinkan bahwa saya menyatakan rasa-rasanya kita tidak ada capres tunggal. Minimal aka ada dua calon presiden," ujarnya. (jok)
nasional
Berita Terkait
  • Kamis, 04 Jun 2026 13:18

    Diduga Kesepian Jadi Pemicu Akhiri Hidup, Lansia di Kuansing Ditemukan Meninggal di Rumah

    TRIBUNPEKANBARU.COM,KUANSING �" Perasaan kesepian yang dialami seorang pria di Desa Pelukahan, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), diduga menjadi pemicu aksi nek

  • Kamis, 04 Jun 2026 11:38

    Jaga Stabilitas Harga Sawit, Bupati Inhu Kumpulkan Pemilik PKS

    PEKANBARU-Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) bergerak cepat menjaga stabilitas harga komoditas kelapa sawit yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. Untuk memastikan harga Tandan

  • Kamis, 04 Jun 2026 11:29

    Momen Mengharukan Jenderal Tempur TNI Sambut Kedatangan Pasukan yang Bertugas di Lebanon

    JAKARTA - Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letjen Bobby Rinal Makmun mewakili Jenderal Agus Subiyanto menyambut kedatangan Satgas TNI Kontingen Garuda (Konga) United Nations Interim Force In Leban

  • Kamis, 04 Jun 2026 10:37

    Kebakaran Hebat Landa Johar Baru, Puluhan Rumah Ludes Terbakar

    JAKARTA-Kebakaran hebat melanda pemukiman warga di Jalan Tanah Tinggi IV, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat pada Kamis (4/6). Insiden ini dilaporkan warga terjadi sekira puku

  • Kamis, 04 Jun 2026 10:27

    Dari Pakaian, Buku Hingga 29.000 Pohon: PNM Perluas Makna Pemberdayaan di Masyarakat Akar Rumput

    PEKANBARU-Menanam satu pohon mungkin terlihat sederhana, tetapi manfaatnya bisa dirasakan bertahun-tahun. Dari akar yang menahan tanah, daun yang membantu memperbaiki kualitas udara, hingga batang yan

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.