Kamis, 04 Jun 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Diduga Kesepian Jadi Pemicu Akhiri Hidup, Lansia di Kuansing Ditemukan Meninggal di Rumah

Diduga Kesepian Jadi Pemicu Akhiri Hidup, Lansia di Kuansing Ditemukan Meninggal di Rumah

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 04 Jun 2026 13:18
TRIBUNPEKANBARU.COM,KUANSING �" Perasaan kesepian yang dialami seorang pria di Desa Pelukahan, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), diduga menjadi pemicu aksi nekat yang mengakhiri hidupnya.

Pria tersebut adalah M (64), warga Dusun II RT 03 RW 02 Desa Pelukahan, yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di ruang tengah rumahnya pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

Sebelum ditemukan meninggal, korban diketahui sempat mengeluhkan kesedihannya kepada seorang sahabatnya, Y (71), pada Rabu (3/6/2026) pagi usai salat Subuh.

Menurut Y, saat itu M mengungkapkan perasaannya karena tidak ada keluarga yang datang mengunjunginya saat Hari Raya Iduladha.

Korban diketahui tinggal seorang diri di rumahnya, sementara istri dan anaknya berada di Pulau Jawa.
"Dia bercerita kepada Y kalau saat Iduladha tidak ada keluarga yang datang menjenguknya. Dia tinggal sendirian dan merasa sangat kesepian. Dia juga sempat bilang ingin pergi ke Jawa untuk melihat anaknya," kata Kapolsek Kuantan Hilir, IPTU Edi Winoto Kamis (4/6/2026).


Setelah perbincangan tersebut, keduanya kembali menjalankan aktivitas masing-masing.

Namun pada malam harinya, Y merasa perlu kembali mengunjungi korban.

Sekitar pukul 19.30 WIB, Y mendatangi rumah Maskur.

Saat dipanggil, korban tidak memberikan jawaban. Karena merasa curiga, ia kemudian membuka pintu rumah dan masuk ke dalam.

"Y memanggil-manggil M, namun tidak ada sahutan. Ketika pintu dibuka, Y melihat M sudah tergantung di ruang tengah rumah. Y langsung memanggil warga dan kepala desa untuk meminta pertolongan," ujarnya.

Warga yang datang ke lokasi bersama perangkat desa kemudian menurunkan korban dengan membuka ikatan kain sarung yang menjerat lehernya.

Namun saat diperiksa, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

IPTU Edi Winoto, mengatakan pihaknya langsung menerima laporan dari kepala desa dan mengirim personel ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Setelah menerima laporan, anggota bersama Kanit Reskrim langsung menuju lokasi untuk melakukan TPTKP, memeriksa saksi-saksi dan berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Koto Rajo guna melakukan visum luar terhadap korban," kata IPTU Edi Winoto.

Polisi telah menyelesaikan olah TKP dan pemeriksaan sejumlah saksi.

Dari hasil pemeriksaan medis, korban diduga meninggal dunia akibat gantung diri.
Polisi juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban enazah korban selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di pemakaman umum Koto Tuo.

"Hasil visum luar menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal dunia akibat gantung diri," jelasnya.

Sementara itu, adik perempuan Y yang berinisial Ya menyebut selama ini abang kandungnya memang tinggal seorang diri di rumah.

Kata Ya, keluarga abangnya itu berada di Pulau Jawa sehingga korban jarang mendapatkan kunjungan dari keluarga dekat.
Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan memutuskan menolak dilakukan autopsi.

"Penolakan itu dituangkan dalam surat pernyataan yang diketahui oleh Kepala Desa Pelukahan," ujarnya.
"Setelah menerima laporan, anggota bersama Kanit Reskrim langsung menuju lokasi untuk melakukan TPTKP, memeriksa saksi-saksi dan berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Koto Rajo guna melakukan visum luar terhadap korban," kata IPTU Edi Winoto.

Polisi telah menyelesaikan olah TKP dan pemeriksaan sejumlah saksi.

Dari hasil pemeriksaan medis, korban diduga meninggal dunia akibat gantung diri.

Polisi juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di pemakaman umum Koto Tuo.

"Hasil visum luar menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal dunia akibat gantung diri," jelasnya.

Sementara itu, adik perempuan Y yang berinisial Ya menyebut selama ini abang kandungnya memang tinggal seorang diri di rumah.

Kata Ya, keluarga abangnya itu berada di Pulau Jawa sehingga korban jarang mendapatkan kunjungan dari keluarga dekat.
Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan memutuskan menolak dilakukan autopsi.(tribunpekanbaru)
Sumber: https://pekanbaru.tribunnews.com/riau-region/1106639/diduga-kesepian-jadi-pemicu-akhiri-hidup-lansia-di-kuansing-ditemukan-meninggal-di-rumah?page=2

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.