Jumat, 29 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • DPR: Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Bentuk Teror Demokrasi

Peristiwa

DPR: Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Bentuk Teror Demokrasi

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 16 Mar 2026 11:29
(FotoOkezone.com)
JAKARTA - Anggota Komisi XIII DPR RI, Mafirion, menilai penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, merupakan teror terhadap kebebasan sipil dan demokrasi. Ia menganggap tindakan itu sebagai pelanggaran serius terhadap Hak Asasi Manusia (HAM).

“Serangan berupa penyiraman air keras terhadap seorang aktivis bukan sekadar tindak kriminal biasa. Ini adalah bentuk teror yang secara langsung menyerang kebebasan sipil dan demokrasi,” ujar Mafirion dalam keterangannya, Senin (16/3/2026).

Ia menegaskan, aktivis adalah bagian dari warga negara yang menjalankan fungsi kontrol sosial, mengawasi kekuasaan, dan memperjuangkan kepentingan publik. Karena itu, penyerangan terhadap aktivis merupakan bentuk pembungkaman suara kritis publik.

“Saya memandang bahwa tindakan penyiraman air keras terhadap aktivis merupakan pelanggaran serius terhadap HAM, karena menyerang hak atas rasa aman, integritas tubuh, dan kebebasan berekspresi yang dijamin oleh konstitusi serta berbagai instrumen hukum nasional dan internasional,” tegas Mafirion.

Jika serangan semacam ini dibiarkan, ia menilai negara sedang memberi pesan berbahaya: siapa pun yang bersuara kritis dapat dibungkam dengan kekerasan. Untuk itu, Mafirion mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas pelaku, termasuk kemungkinan adanya aktor intelektual di balik serangan tersebut.

Selain itu, legislator dari Fraksi PKB ini juga meminta negara memberikan perlindungan maksimal kepada para aktivis dan pembela HAM. Menurutnya, penyidikan harus dilakukan secara transparan dan akuntabel agar keadilan ditegakkan.

“Demokrasi tidak boleh tunduk pada teror. Negara tidak boleh kalah oleh kekerasan. Dan masyarakat tidak boleh dipaksa diam karena rasa takut. Sebagai bagian dari masyarakat, saya berdiri bersama para aktivis dan seluruh warga negara yang memperjuangkan kebenaran. Ingat, kekerasan tidak boleh menjadi alat untuk membungkam suara rakyat,” pungkasnya.

Sumber: (Okezone.com)

Peristiwa
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:32

    One Way Nasional Diberlakukan dari Tol Japek Sampai Kalikangkung

    JAKARTA - Rekayasa lalu lintas (lalin) atau one way nasional resmi diberlakukan pada siang hari ini, Rabu (18/3/2026), saat arus mudik Lebaran 2026. Satu arah itu berlangsung mulai dari Tol Jakarta-Ci

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:42

    Pria Paruh Baya Diduga Dianiaya hingga Meninggal Dunia di Jalan Pangeran Hidayat

    PEKANBARU - Seorang pria bernama Muhammad Zen (50) ditemukan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan berat di kawasan Jalan Pangeran Hidayat, Gang Abad

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:00

    KontraS Ungkap Kondisi Andrie Usai Disiram Air Keras: Tak Buta, tapi Fungsi Mata Menurun

    JAKARTA - Kondisi Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, berangsur membaik setelah disiram air keras pada Kamis (12/3/2026) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Andrie telah menjalani operasi mata di Rum

  • Rabu, 18 Mar 2026 14:55

    Jasa Marga Ungkap 1,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta hingga 18 Maret 2026

    JAKARTA - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan Achmad Purwantono melaporkan sebanyak 34% kendaraan telah meninggalkan Jakarta per hari ini, Rabu (18/3/2026). Jasa Marga telah memprediksi,

  • Rabu, 18 Mar 2026 14:23

    Kapolri Resmikan Renovasi Masjid Al-Adzim dan Kukuhkan Satgas PHK di Riau

    PEKANBARU - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menandatangani prasasti renovasi Masjid Al-Adzim sekaligus mengukuhkan Satuan Tugas Penanganan Premani

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.