Nasional
DPRD Sebut RS Jogja Terancam Bangkrut, Wali Kota Enggan Dipersalahkan
Kamis, 01 Agu 2019 09:08
Pimpinan Komisi D DPRD Kota Yogyakarta, Antonius Fokki Ardiyanto, mengatakan pihaknya telah meminta keterangan pihak BPJS Kesehatan. Akhirnya diketahui bahwa pihak BPJS belum bisa membayarkan klaim karena masih menunggu keputusan akhir auditor dari Kejagung dan BPK berkaitan status RS Jogja.
"Tunggakan hutang ini khusus Bulan Maret dan April 2019 didasari oleh status quo RSUD Wirosaban (RS Jogja). Pada waktu itu dikarenakan akreditasi rumah sakit yang harusnya bisa diselesaikan di Bulan Desember 2018, di mana dalam bulan tersebut proses akreditasi tidak bisa dilakukan karena Wali Kota (Yogyakarta) belum menunjuk direktur RSUD yang baru," jelas Fokki dalam keterangannya.
"Belum terbayarnya tagihan BPJS di Bulan Maret dan April 2019 (juga) karena harus menunggu keputusan akhir dari auditor Kejaksaan Agung dan BPK berkaitan dengan status rumah sakit yang masih dalam proses akreditasi, apakah BPJS boleh atau bisa membayar yang Rp 16 M itu atau tidak, atau seperti apa?" sambungnya.
"Berdasarkan hal tersebut Wali Kota Yogyakarta harusnya bertanggungjawab atas potensi kebangkrutan RSUD Wirosaban (RS Jogja) yang dikarenakan tertundanya (pembayaran klaim BPJS karena) menunggu keputusan proses penunjukan Direktur Utama RSUD," ungkapnya.
Saat ini Pemkot sudah menunjuk direktur utama (Dirut) baru untuk RS tersebut. Namun karena proses penunjukannya lambat sehingga berpengaruh pada proses akreditasinya yang ikut molor dan berdampak pula pada molornya proses pembayaran klaim BPJS.
Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, berkilah bahwa tidak mudah mencari sosok yang tepat untuk dijadikan Dirut RS Jogja, lantaran sosok tersebut harus memenuhi sejumlah kriteria. Karena kesulitan akhirnya proses penunjukan Dirut RS Jogja sempat molor.
"Ya cari orangnya (Dirut yang baru) susah. Ya (Dirut harus) yang memenuhi kriteria dan bisa melaksanakan fungsi manajemen," tutur Haryadi, Kamis (1/8/2019).
"Pertama kita masih menunggu BPJS untuk segera atau memperoleh kesepakatan bersama tentang RSUD (RS Jogja) terkait dengan apa yang belum diselesaikan," jelas politikus Partai Amanat Nasional tersebut.
Meski BPJS Kesehatan belum membayarkan klaim, namun Heroe memastikan pelayanan kesehatan di RS Jogja tetap berjalan. "Ya tetap jalan. Tetapi kan daya dukungnya juga harus jelas dari mananya. Makanya (harus) ada kepastian dari BPJS," tutupnya.
(detik.com)
nasional
Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat
PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl
Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad
Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban
Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik
Babak Baru Kasus Dugaan Penipuan Calon Jemaah Umrah, Bos Hanania Travel Ditahan Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka
Polda Metro Jaya menahan Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group berinisial ASF setelah ditetapkan sebagai tersangka. Polda Metro Jaya sebelumnya menerima dua laporan terkait
Sindikat Penipuan Bermodus Batu Merah Delima Perdaya ASN Siak Ratusan Juta
SIAK- Seorang aparatur sipil negara di Kabupaten Siak bernama Zainuddin alias Atan (54) menjadi korban sindikat penipuan bermodus jual beli batu merah delima bertuah. Warga Kecamatan Mempura tersebut