Sabtu, 16 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Ditanya soal Khilafah, Sandiaga: Pancasila Tak Tergoyahkan

Nasional

Ditanya soal Khilafah, Sandiaga: Pancasila Tak Tergoyahkan

Sabtu, 19 Jan 2019 15:23
Detik.com
JAKARTA - Cawapres Sandiaga Uno menjawab pertanyaan soal survei yang menyatakan ada beberapa persen kalangan milenial yang menganggap negara khilafah bentuk ideal untuk Indonesia. Awalnya terkejut, Sandi menegaskan Pancasila tidak bisa digoyahkan sebagai ideologi RI.

"Serius? Nggak kelihatan ya, di 1.000 titik kunjungan saya sama milenial, Pancasila itu sudah unshaken, menurut saya udah nggak tergoyahkan," kata Sandi di Hotel Indonesia Kempinski, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (19/1/2019).

Dia mengatakan milenial yang ditemuinya adalah generasi optimistis yang melihat kayanya sumber daya alam dan sumber daya manusia Indonesia. Menurutnya, milenial juga tidak terlepas dari pilar-pilar kebangsaan.

"Milenial merasa bahwa negeri kita sangat kaya raya, sumber daya alamnya melimpah, sumber daya manusianya hebat-hebat, pinter-pinter, mereka optimis. Dan mereka melihat bahwa bhinneka tunggal ika, Pancasila, dan UUD 1945 ini yang udah menjadi embodied (menempel, red) di mereka," tuturnya.

Namun selanjutnya Sandiaga bicara soal lapangan kerja yang dikhawatirkan generasi milenial. Selain itu, menurut Sandi, generasi milenial juga terbebani harga-harga dan biaya.

"Dan saya malah dapat pertanyaannya yang simpel-simpel seperti lapangan kerja. Nyari kerja itu semakin sulit untuk milenial. Zaman sekarang zaman baru, cara mereka mendapatkan pekerjaan itu jauh lebih penting. Kedua, harga-harga dan biaya. Mereka merasakan beban hidup itu semakin sulit," tuturnya.

Survei Alvara Ungkap Peta Pandangan Keagamaan di Kalangan ProfesionalMilenial disebut juga generasi Y yang dicirikan lahir pada awal 1980-an dan berakhir pada awal 2000-an. Sehingga mahasiswa tingkat sarjana atau pelajar bisa masuk kategori generasi milenial.

Alvara Research Center melakukan survei mengenai sikap dan pandangan pelajar serta mahasiswa tentang radikalisasi agama, khilafah, jihad dan negara Islam di Indonesia. Survei ini dilaksanakan pada 1 September - 10 Oktober 2017. Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka (face to face interview).

Soal negara Islam, sebesar 23,5% mahasiswa setuju dengan negara Islam. Sementara kalangan pelajar setuju berjumlah 16,3%.

Sementara soal ideologi negara, hasilnya mayoritas mahasiswa dan pelajar memilih ideologi Pancasila. Persentase pelajar memilih ideologi Islam 18,6% dan kalangan mahasiswa 16,8%.

Dalam survei responden juga ditanyakan tentang NKRI vs Khilafah. Mayoritas mahasiwa dan pelajar lebih setuju dengan NKRI sebagai bentuk negara yang ideal dibanding khilafah. Persentase mahasiswa setuju dengan khilafah 17,8% dan kalangan pelajar 18,3%.

Terakhir, soal pandangan perlunya jihad untuk tegaknya negara Islam atau khilafah, mayoritas mahasiwa dan pelajar tidak setuju untuk berjihad menegakkan negara Islam atau khilafah. Persentase mahasiswa yang setuju dengan pernyataan 'saya siap berjihad untuk tegaknya negara Islam atau khilafah' sebanyak 34,4% dan untuk kalangan pelajar 23,3%.


(detik.com)
nasional
Berita Terkait
  • Jumat, 15 Mei 2026 16:53

    TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Bal Rokok Ilegal di Madura

    TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum serta menjaga stabilitas keamanan wilayah maritim dan jalur distribusi strategis nasional. Tim Second Fleet Quick Response (SFQR)

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:16

    Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di seluruh wilayah Riau. Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewa

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:14

    267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan

    TEMBILAHAN-Sebanyak 267 pedagang pasar subuh menyatakan dukungan terhadap kebijakan relokasi sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka penataan Pasar Induk Jalan Yos S

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:47

    2 Hari Tak Terlihat, Wanita Ini Ditemukan Meninggal Membusuk di Kursi Plastik

    Jakarta-Warga Huta IV Marihat Lela Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun mendadak geger. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Sarpina Sinaga (44) ditemukan meninggal dunia di

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:41

    Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

    BENGKALIS-Ratusan warga Kota Bengkalis memadati Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) di depan kantor DKP Jalan Antara, Bengkalis, Rabu (13/5). Tingginya antusias masyara

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.