Senin, 01 Jun 2026
  • Home
  • Nasional
  • Eggi Sudjana Minta Polisi Setop Penyidikan Kasusnya

Nasional

Eggi Sudjana Minta Polisi Setop Penyidikan Kasusnya

Kamis, 20 Jun 2019 16:32
Detik.com
JAKARTA - Tersangka kasus dugaan makar, Eggi Sudjana meminta polisi menghentikan penyidikan atas perkara yang menjeratnya. Polisi dinilai tidak memiliki bukti yang kuat dalam penyidikan kasus tersebut.

"Kita mengajukan penghentian penyidikan dalam kasus makar ini, mengajukannya ke Kapolda Metro Jaya dan Kapolri. Jadi menurut pandangan kami ini kasus belum cukup 2 alat bukti sehingga harus logikanya, seyogyanya dihentikan," jelas salah satu pengcara Eggi, Alamsyah Hanafiah kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Pihak pengacara telah menyiapkan surat permohonan untuk menyetop penyidikan kasus makar tersebut. Sebelum bertemu penyidik, pengacara juga membesuk Eggi di Rutan Polda Metro Jaya.

Alamsyah menyebut polisi tidak memiliki dua alat bukti yang cukup untuk meneruskan perkara tersebut. Dia juga menyinggung locus atau tempat kejadian perkara adalah di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan yang bukan merupakan kantor pemerintahan.

"Kertanegara itu hanya rumah rakyat biasa. Karena di dalam kasus makar ini harus ada perbuatan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah. Di mana lokasi pemerintah? Pemerintah itu 'kan di gedung-gedung pemerintah, bukan di Kertanegera," jelas Alamsyah.

Alamsyah juga berdalih bahwa tuduhan makar terhadap kliennya juga tidak tepat. Sebab, menurutnya, tuduhan makar adalah sebuat perbuatan bukan hanya sekadar ucapan.

"Kalau pernyataan makar ini berarti ucapan. Sedangkan kasus makar itu harus timbul dari perbuatan, bukan ucapan. Kalau ucapan pasalnya bukan pasal makar, tapi penghinaan terhadap presiden," lanjutnya.

Dengan adanya permohonan penghentian penyidikan itu, Eggi juga meminta segera dikeluarkan dari tahanan.

"Ya kalau permintaan Eggi sendiri minta dihentikan penyidikan dan dia juga minta dikeluarkan dari tahanan. Permintaan dengan saya membuat surst SP3," tandasnya.


Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Senin, 01 Jun 2026 14:59

    Jokowi Absen Upacara Hari Lahir Pancasila Bareng Prabowo dan Megawati, Ajudan Ungkap Tak Terima Undangan

    Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tidak menghadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin 1 Juni 2026 di Gedung Pancasila, Jakarta. Ihwal ketidakhadiran Jokowi disampaikan ajudan AKBP Syar

  • Senin, 01 Jun 2026 13:54

    Rokan Hilir Membara, 24 Titik Panas Kepung Wilayah Riau

    PEKANBARU - Ancaman nyata Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali menghantui Provinsi Riau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mendeteksi kemunculan 35 titik panas (ho

  • Senin, 01 Jun 2026 13:46

    Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Kapolres Rohil Perkuat Komitmen Pengabdian kepada Masyarakat

    TANAHPUTIH-Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Polres Rokan Hilir menggelar upacara bendera yang berlangsung khidmat di halaman Mapolres Rokan Hilir, Jalan Lintas Riauâ€"Sumut K

  • Senin, 01 Jun 2026 13:26

    Detik-Detik Mobil Terbakar di Pelalawan, Api Muncul dari Tangki BBM.

    PELALAWAN-Satu unit mobil Toyota Innova ludes terbakar di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan pada Minggu (31/5/2026) malam lalu.  â€ŽInsiden ini membuat geger warga di sekitar

  • Senin, 01 Jun 2026 13:19

    Polisi Mulai Selidiki Penyebab Kebakaran di Bukit Lumut Rohul

    PASIR PENGARAIAN - Polsek Rokan IV Koto, Rohul mulai melakukan penyelidikan atas kebakaran yang terjadi di Bukit Lumut, Desa Cipang Kiri Hulu. Pemilik lahan akan segera dipanggil.Seperti yang diketahu

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.