Nasional
Fadli Zon Enggan Minta Maaf, Prabowo akan Ditinggal Santri?
Selasa, 12 Feb 2019 14:58
Puisi yang menuai kontroversi tersebut dinilai menghina ulama sepuh NU, KH Maimoen Zubair (Mbah Moen).
"Tapi kemarin saya baca di media, Pak Fadli belum mau meminta maaf. Ya sudah kami sampaikan saja ke seluruh jaringan santri dan pesantren, bahwa beliau belum mau minta maaf," ujar Ketua TKD Jatim Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin kepada detikcom, Selasa (12/2/2019).
Menurut Machfud yang bisa dilakukan saat ini hanyalah menyampaikan fakta kepada para santri. Selebihnya, ia tidak tahu mengenai rencana santri untuk menanggapi sikap Politikus Partai Gerindra itu.
"Itu urusan Pak Fadli Zon, saya hanya bisa menyampaikan fakta ke pesantren bahwa beliau tidak mau minta maaf. Soal apa yang akan dilakukan kalangan santri dan pesantren, ya saya belum tahu," tambah Machfud.
Meski demikian, Machfud mengimbau agar respons santri dan kalangan pesantren terkait puisi itu berada dalam jalur konstitusional.
"Konstitusi menyediakan sarana pemilu untuk menghakimi track record dan kinerja kandidat serta tim suksesnya. Ya sudah nanti 17 April 2019 jangan pilih capres yang didukung Pak Fadli Zon. Simpel. Kalau kata Gus Dur, gitu saja kok repot," kata mantan Kapolda Jatim tersebut.
Machfud menyakini, kekecewaan para santri pada Fadli tidak akan mendorong mereka untuk menggelar aksi yang merugikan. Selain itu, ia juga yakin jika apa yang dilakukan Fadli justru akan membuat menurunkan elektabilitas Calon Presiden Prabowo Subianto di kalangan santri.
"Tetap damai, dan yang pasti akan meninggalkan Pak Prabowo Subianto," lanjut Machfud.
Seperti diketahui, sejumlah pihak menuntut Waketum Gerindra Fadli Zon meminta maaf atas puisi 'Doa yang Ditukar' karena dianggap menyinggung KH Maimun Zubair (Mbah Moen). Namun, seperti diberitakan detikcom, Senin (11/2/2019), Fadli menganggap tak ada urgensi baginya untuk meminta maaf.
"Ya, untuk apa saya melakukan sesuatu yang tidak saya lakukan," kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/2/2019).
Berikut adalah puisi Fadli Zon yang menuai polemik:
DOA YANG DITUKAR
doa sakral
seenaknya kau begal
disulam tambal
tak punya moral
agama diobral
doa sakral
kenapa kau tukar
direvisi sang bandar
dibisiki kacung makelar
skenario berantakan bubar
pertunjukan dagelan vulgar
doa yang ditukar
bukan doa otentik
produk rezim intrik
penuh cara-cara licik
Sumber: detik.com
TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Bal Rokok Ilegal di Madura
TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum serta menjaga stabilitas keamanan wilayah maritim dan jalur distribusi strategis nasional. Tim Second Fleet Quick Response (SFQR)
Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan
PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di seluruh wilayah Riau. Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewa
267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan
TEMBILAHAN-Sebanyak 267 pedagang pasar subuh menyatakan dukungan terhadap kebijakan relokasi sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka penataan Pasar Induk Jalan Yos S
2 Hari Tak Terlihat, Wanita Ini Ditemukan Meninggal Membusuk di Kursi Plastik
Jakarta-Warga Huta IV Marihat Lela Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun mendadak geger. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Sarpina Sinaga (44) ditemukan meninggal dunia di
Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis
BENGKALIS-Ratusan warga Kota Bengkalis memadati Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) di depan kantor DKP Jalan Antara, Bengkalis, Rabu (13/5). Tingginya antusias masyara