Sabtu, 16 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Fadli Zon Kritik Peran Panelis Debat Capres: Seperti Pajangan Saja

Nasional

Fadli Zon Kritik Peran Panelis Debat Capres: Seperti Pajangan Saja

Senin, 21 Jan 2019 14:29
Detik.com
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fadli Zon memberikan sederet evaluasi terhadap pelaksanaan debat capres-cawapres perdana. Salah satunya terkait peran panelis yang dinilai sangat minim.

"Panelis jadi pajangan saja di situ," ujar Fadli, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/1/2019).

Padahal, menurut Fadli, seharusnya panelis aktif memberi pertanyaan secara langsung kepada kedua paslon. Namun, yang terjadi saat debat pada 17 Januari lalu adalah sebaliknya.

"Seharusnya bertanya saja dan dibebaskan. Tapi nanti tidak boleh di belakang cari-cari tahu apa yang mau ditanyakan pertanyaanya. Kemudian juga bocor, potensi pertanyaan bocor itu lebih deket kepada penguasaan yang mempunyai akses," katanya.

Tak hanya peran panelis, peran moderator debat Ira Koesno dan Imam Priyono juga menjadi sorotan Fadli. Dia menilai keduanya terlalu kaku dan seperti bel pengingat waktu.

"Moderator juga terlalu kaku ya. Jadi seperti tidak ada bedanya moderator dengan bel. Bel jadi kalau orang tinju ada bel-nya gitu. Cuma jadi pengatur waktu dan ya perlu, tapi maksud saya sebaiknya lebih fleksibel. Karena ini kan calon presiden bukan calon apa gitu," ujar Fadli.

Politikus Gerindra itu juga menyoroti persoalan teks yang dibawa kandidat. Fadli meminta ada larangan membawa catatan atau teks di podium kecuali dari KPU.

"Kalau bisa ditempat podium itu tidak boleh ada kertas gitu jadi kertasnya kertas kosong saja yang disediakan KPU," tuturnya.

"(Tapi) Kalau misalnya kertas berisi data dan statistik ya memang dipersiapkan itu nggak ada masalah. Jangan nanti ini loh ini pertanyaan ini jawabannya. Itu kan nyontek namanya. Nah yg kemarin itu kan kesannya seperti itu," imbuh Fadli.

KPU sebelumnya sudah menegaskan paslon berhak membawa catatan ke podium saat debat Pilpres. Catatan diperlukan sebagai pengingat agar paslon tidak salah data.

"Pandangan saya membawa catatan tentu saja diperbolehkan, karena paslon tentu membawa data, data jumlahnya banyak tidak memungkinkan untuk dihafal," ujar komisioner KPU, Wahyu Setiawan, Sabtu (19/1).





(Detik.com)
nasional
Berita Terkait
  • Jumat, 15 Mei 2026 16:53

    TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Bal Rokok Ilegal di Madura

    TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum serta menjaga stabilitas keamanan wilayah maritim dan jalur distribusi strategis nasional. Tim Second Fleet Quick Response (SFQR)

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:16

    Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di seluruh wilayah Riau. Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewa

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:14

    267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan

    TEMBILAHAN-Sebanyak 267 pedagang pasar subuh menyatakan dukungan terhadap kebijakan relokasi sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka penataan Pasar Induk Jalan Yos S

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:47

    2 Hari Tak Terlihat, Wanita Ini Ditemukan Meninggal Membusuk di Kursi Plastik

    Jakarta-Warga Huta IV Marihat Lela Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun mendadak geger. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Sarpina Sinaga (44) ditemukan meninggal dunia di

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:41

    Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

    BENGKALIS-Ratusan warga Kota Bengkalis memadati Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) di depan kantor DKP Jalan Antara, Bengkalis, Rabu (13/5). Tingginya antusias masyara

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.