Senin, 01 Jun 2026
  • Home
  • Nasional
  • Fahri Hamzah soal Isu Migrasi Koalisi: Gerindra Mau Dapat Menteri Apa Sih?

Nasional

Fahri Hamzah soal Isu Migrasi Koalisi: Gerindra Mau Dapat Menteri Apa Sih?

Jumat, 05 Jul 2019 13:22
Detik.com
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah ikut berkomentar soal isu migrasi sejumlah partai pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ke koalisi Joko Widodo (Jokowi). Fahri tak setuju jika perpindahan posisi hanya untuk kursi menteri.

"Tarik ulur itu karena nggak punya konsep. Jadi semuanya, bagi yang di luar (koalisi) maupun yang di dalam, itu nggak punya konsep tentang apa itu oposisi dan apa itu koalisi dalam sistem presidensial. Nggak ada yang ngerti tentang ini, makanya bingung," kata Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (4/7/2019).

Dia menyebut sistem presidensial tidak mengenal istilah oposisi. Fahri menjelaskan, oposisi bagi pemerintahan presidensial diperankan lembaga DPR.

"Di dalam presidensialisme itu tidak ada oposisi. Tetapi dalam presidensialisme itu otomatis legislatif itu menjadi oposisi. Nah, ini poin-poin menurut saya mereka itu nggak paham," sebut dia.

Fahri pun mempertanyakan tujuan sejumlah partai pro-Prabowo yang disebut mau merapat ke Jokowi. Menurut dia, jika hanya bertujuan mendapatkan kursi menteri, hal itu tidak ada gunanya.

"Apa gunanya (pindah)? Memang bisa dapat apa? Katakanlah kayak Gerindra sekarang mau dapat menteri apa, sih? Terus itu kemudian menjadi hebat, nggak ada," ucap Fahri.

Karena itu, Fahri menyarankan para parpol tetap pada jalurnya masing-masing. Dia menegaskan upaya rekonsiliasi tidak berarti partai pro-Prabowo menjadi bagian dari pemerintah.

Fahri juga mengingatkan Jokowi agar tidak 'menarik-narik' partai pro-Prabowo agar mereka diam di parlemen.

"Sudahlah, final saja kalau dalam konstelasi ini. Di satu sisi Pak Jokowi dan kawan-kawan mantaplah jadi eksekutif. Nggak usah mikirin DPR dan nggak usah memikirkan akan membuat DPR itu suruh diam dengan cara ditarik beberapa orang jadi menteri," kata dia.


Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Minggu, 31 Mei 2026 18:08

    Purbaya Tegaskan Skema Pajak DSI Berlaku Normal

    JAKARTA - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan skema pajak PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan berlaku normal seperti biasa. Menurutnya, tidak ada perubahan ketentuan perpajakan

  • Minggu, 31 Mei 2026 18:06

    Danantara Ajak Diskusi Pengusaha Tentukan Acuan Harga Komoditas yang Dibeli PT DSI

    JAKARTA - Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyatakan, pihaknya akan melakukan diskusi terlebih dahulu dengan para pelaku usaha untuk menentukan patokan harga komoditas yang akan d

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:34

    Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat

    PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:29

    Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad

    Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:06

    Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.