Minggu, 31 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Fenomena Gay-Lesbian di Lapas, Komisi III Dukung Sarana Bilik Asmara

Nasional

Fenomena Gay-Lesbian di Lapas, Komisi III Dukung Sarana Bilik Asmara

Kamis, 11 Jul 2019 09:41
Detik.com
Foto: Trimedya Pandjaitan
JAKARTA - Perilaku homoseksualitas narapidana (gay dan lesbian) di lapas dan rutan Jawa Barat terungkap. Komisi III DPR menyebut pengadaan sarana bilik asmara bagi narapidana yang telah berkeluarga bisa jadi solusi.

"Bahwa bilik asmara itu perlu tetap dipikirkan karena apapun kita tidak bisa menafikan hal-hal duniawi seperti itu, apalagi orang-orang yang sudah berkeluarga. Itu namanya kebutuhan biologis kan, mungkin kalau sudah married setiap minggu harus. Itu yang kita juga harus selesaikan," kata Wakil Ketua Komisi III DPR Trimedya Pandjaitan saat dihubungi, Rabu (10/7/2019).

Trimedya menyebut sarana bilik asmara bukan hanya satu-satunya solusi untuk mengatasi fenomena napi gay dan lesbian. Dia meminta persoalan yang menyangkut lapas/rutan diselesaikan secara menyeluruh.

"Untuk penyelesaian lapas ini intinya harus komprehensif. Pertama overcapacity, kedua bagaimana sering ada keributan di lapas, ketiga baru persoalan seperti ini (napi gay dan lesbian) seperti apa (penyelesaiannya)," jelas anggota DPR dari Fraksi PDIP itu.

Meski demikian, Trimedya menyebut masih ada beberapa hal yang harus diperhatikan andai sarana bilik asmara di lapas/rutan benar-benar dihadirkan. Dia tak ingin sarana ini malah menjadi ladang bagi oknum untuk mencari duit tambahan.

"Cuma yang nggak boleh itu bilik asmara jadi komoditi. Kelainan seksual seperti itu akan terus kalau ini nggak diselesaikan," kata Trimedya.

Anggota Komisi III DPR Teuku Taufiqulhadi menyebut fenomena napi gay dan lesbian sudah sangat merisaukan. Jika memang hasrat seksual yang tak tersalurkan jadi penyebab munculnya napi homoseksualitas, dia mendukung penyediaan sarana bilik asmara.

"Jika memang meningkatnya gejala gay/lesbian karena tidak ada kamar asmara, kita akan mendorong pemerintah menyediakan kamar tersebut," tegasnya.

Sama seperti Trimedya, dia meminta penyediaan bilik asmara harus diteliti lebih mendalam. Karena itu pihaknya ingin segera memanggil Kemenkum HAM untuk bertanya lebih mendalam.

"Kita harus meneliti hal tersebut, apakah memang ada korelasi langsung antara tidak ada kamar asmara dan meningkatnya gejala penyimpangan seksual di dalam lapas. Untuk hal tersebut kita akan memanggil Kemenkum HAM. Pasti menteri sudah melihat hal tersebut lebih jauh. Kita akan cari jalan keluar setelah ada penjelasan dari Kemenkum HAM nanti," ucap politikus NasDem itu.


Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Minggu, 31 Mei 2026 18:08

    Purbaya Tegaskan Skema Pajak DSI Berlaku Normal

    JAKARTA - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan skema pajak PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan berlaku normal seperti biasa. Menurutnya, tidak ada perubahan ketentuan perpajakan

  • Minggu, 31 Mei 2026 18:06

    Danantara Ajak Diskusi Pengusaha Tentukan Acuan Harga Komoditas yang Dibeli PT DSI

    JAKARTA - Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyatakan, pihaknya akan melakukan diskusi terlebih dahulu dengan para pelaku usaha untuk menentukan patokan harga komoditas yang akan d

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:34

    Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat

    PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:29

    Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad

    Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:06

    Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.