Nasional
Foto Keluarga Jokowi Disoal Fadli, TKN: Silakan Prabowo Bikin dan Viralkan
Rabu, 13 Feb 2019 10:44
"Kalau tidak terima ya, tinggal bikin juga agar bisa menarik perhatian media. Misalnya, Pak Prabowo didampingi keluarganya lalu difoto, diviralkan. Itu sah-sah saja dilakukan. Ini negara demokrasi, bebas saja asalkan sesuai koridor hukum," kata anggota TKN Jokowi-Ma'ruf, Achmad Baidowi (Awiek) kepada wartawan, Rabu (13/2/2019).
Nantinya, kata Awiek, biar masyarakat yang menilai foto keluarga Jokowi versus Prabowo. Dia mengatakan keberhasilan memimpin keluarga merupakan tolok ukur dalam memimpin bangsa.
Kembali ke soal foto Jokowi, Awiek pun meminta agar Fadli tak perlu ikut campur dalam urusan keluarga sang capres. Dia menyebut wajar jika Jokowi dan keluarga menjadi pusat perhatian.
Sebelumnya diberitakan, Fadli Zon menyindir Jokowi yang dinilainya melakukan pencitraan lewat foto keluarga. Menurutnya, terlalu banyak wartawan yang ikut dalam sesi foto tersebut.
"Mbok ya sutradaranya lebih bagus dalam rancang pencitraan, misalnya mau berikan pencitraan sebagai keluarga harmonis di Kebun Raya Bogor. Tapi wartawannya terlalu banyak. Harusnya kan wartawannya 2 atau 3, nanti di-share. Ini sampai 100 orang sehingga bocor pencitraan," kata Fadli dalam diskusi di Seknas Prabowo-Sandi, Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat.
Mengenai foto itu, Istana Kepresidenan telah angkat suara. Istana menjelaskan soal sesi foto yang disinggung Fadli.
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan pemberitaan soal Presiden Jokowi dan keluarganya memang banyak dimuat media belakangan ini. Termasuk munculnya sejumlah foto presiden bersama keluarga yang tengah diwawancarai wartawan di Kebun Raya Bogor, yang bersebelahan dengan Istana Kepresidenan Bogor pada 8 Desember 2018.
"Dapat disampaikan, sebenarnya tidak ada maksud keluarga Presiden Joko Widodo berfoto bersama di depan wartawan. Namun yang benar, Presiden Joko Widodo bersama keluarga menerima wawancara bersama dari wartawan Istana yang berasal dari berbagai media karena banyaknya permohonan wawancara," kata Bey, Selasa (12/2).
Dia mengatakan, saat sesi wawancara itu, kebetulan anggota keluarga Jokowi, kecuali Kaesang Pangarep, sedang berada di Istana Kepresidenan Bogor. Maka Jokowi pun menyetujui permintaan agar mengikutsertakan seluruh anggota keluarganya dalam wawancara itu.
"Dikarenakan padatnya agenda Presiden dan kebetulan seluruh anggota keluarga sedang berada di Bogor, maka diputuskan Presiden menerima wawancara di Grand Garden, sebuah kafe yang terletak di kawasan Kebun Raya Bogor, Sabtu, 8 Desember 2018," kata Bey.
Sumber: detik.com
nasional
TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Bal Rokok Ilegal di Madura
TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum serta menjaga stabilitas keamanan wilayah maritim dan jalur distribusi strategis nasional. Tim Second Fleet Quick Response (SFQR)
Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan
PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di seluruh wilayah Riau. Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewa
267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan
TEMBILAHAN-Sebanyak 267 pedagang pasar subuh menyatakan dukungan terhadap kebijakan relokasi sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka penataan Pasar Induk Jalan Yos S
2 Hari Tak Terlihat, Wanita Ini Ditemukan Meninggal Membusuk di Kursi Plastik
Jakarta-Warga Huta IV Marihat Lela Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun mendadak geger. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Sarpina Sinaga (44) ditemukan meninggal dunia di
Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis
BENGKALIS-Ratusan warga Kota Bengkalis memadati Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) di depan kantor DKP Jalan Antara, Bengkalis, Rabu (13/5). Tingginya antusias masyara