Nasional
ICW Anggap Tim Satgas Bentukan Polri Gagal Ungkap Kasus Teror ke Novel
Senin, 08 Jul 2019 11:51
"Tim Satuan Tugas (Satgas) yang dibentuk oleh Kapolri (Jenderal) Tito Karnavian untuk menyelesaikan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan dinilai gagal. Sebab hingga batas waktu yang telah ditentukan yakni enam bulan pascaresmi didirikan, tim tersebut tidak dapat mengungkap satu pun aktor yang bertanggung jawab atas cacatnya mata kiri penyidik KPK tersebut," kata peneliti ICW Wana Alamsyah, Senin (8/7/2019).
Tim tersebut dibentuk lewat surat perintah yang terbit pada 8 Januari 2019 dan diteken oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Surat perintah itu disebut berlaku selama enam bulan.
"Sejak pertama kali dibentuk, masyarakat pesimis atas kinerja tim tersebut. Pertama, jika dilihat komposisi anggotanya, 53 orang diantaranya berasal dari unsur Polri. Selain itu, saat pertama kali kasus ini mencuat diduga ada keterlibatan polisi atas serangan terhadap Novel sehingga patut diduga akan rawan konflik kepentingan," ujarnya.
Padahal selama ini, ICW ditegaskan Wana mendesak agar Presiden Joko Widodo yang membentuk tim independen untuk menuntaskan kasus Novel. Alasannya, Jokowi disebut berjanji memperkuat KPK.
Selain itu, ICW juga menilai pemeriksaan oleh tim Satgas ini lambat dan hanya formalitas belaka. Dia mempertanyakan keseriusan tim gabungan ini.
Wana lalu membandingkan kinerja kepolisian dalam mengungkap kasus lain. Salah satunya kasus pembunuhan yang disebutnya bisa diungkap dalam 19 jam.
"Dalam konteks waktu penyelesaian, kepolisian dapat menangkap pelaku kasus pembunuhan di Pulomas dalam jangka waktu 19 jam pasca penyekapan korban. Sedangkan untuk kasus Novel waktu penyelesaiannya lebih dari dua tahun. Hal ini diduga karena adanya keterlibatan elite atas penyerangan Novel," tuturnya.
"Jika membandingkan dengan kasus pembunuhan Mirna (tahun 2016) yang menggunakan racun, Kepolisian menyampaikan prosesnya mulai dari tindakan autopsi hingga proses pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Namun hal tersebut berbanding terbalik dengan kasus Novel," ucap Wana.
Atas dasar itu, dia mendesak Jokowi membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) independen untuk mengungkap kasus Novel. Tim Gabungan bentukan Polri juga diminta menyampaikan laporan kinerjanya ke publik.
"Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi mendesak agar, pertama, Presiden segera membentuk tim gabungan pencari fakta independen agar menunjukkan keberpihakannya pada pemberantasan korupsi. Kedua, tim satuan tugas harus menyampaikan laporannya kepada publik sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas," jelasnya.
Purbaya Tegaskan Skema Pajak DSI Berlaku Normal
JAKARTA - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan skema pajak PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan berlaku normal seperti biasa. Menurutnya, tidak ada perubahan ketentuan perpajakan
Danantara Ajak Diskusi Pengusaha Tentukan Acuan Harga Komoditas yang Dibeli PT DSI
JAKARTA - Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyatakan, pihaknya akan melakukan diskusi terlebih dahulu dengan para pelaku usaha untuk menentukan patokan harga komoditas yang akan d
Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat
PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl
Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad
Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban
Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik