Jumat, 29 Mei 2026

Nasional

Isu Tak Sedap Bursa Kapolri

admin
Rabu, 25 Nov 2020 17:42
(foto: Istimewa)
Listyo Sigit bersama ulama kharismatik Banten Abuya Muhtadi saat menjadi Kapolda Banten.
JAKARTA-Perebutan posisi bursa calon Kapolri mulai memanas. Bahkan kini beredar nada sumbang oknum yang membawa-bawa suku ras hingga agama. 

Contoh saja agama Komjen Listyo Sigit yang kimi kembali dipersoalkan lantaran bisa menghambatnya menjadi salah satu kandidat pengganti Jenderal Idham Azis. Sejumlah oknum meyakini jalan Listyo untuk menjadi TB 1 tidak berjalan mulus, karena dirinya Non Muslim.

Asal tahu saja, karir perwira tinggi satu ini terbilang meroket dalam tiga tahun belakangan ini. Mengutip Wikipedia, Rabu 25 November 2020, pria yang kini menjabat Kabareskrim Polri ini merupakan perwira pertama yang meraih pangkat jenderal di angkatan 1991.

Pangkat bintang pertamanya dia raih saat menjabat Kepala Polda Banten pada Oktober 2016. Dalam karirnya di kepolisian, Sigit terbilang piawai di bidang reserse.

Wajar, sebab pada 1993 dirinya langsung menjabat Kepala Unit II Satuan Reserse Kriminal di Polres Metro Tangerang. Kemudian pada 1999 dirinya kembali dipercaya menjabat Kapolsek Duren Sawit, Jakarta Timur.

Kala itu, dirinya sempat membantu tim Gegana Polda Metro Jaya untuk memburu Dani, pengebom Plaza Atrium Senen, di Perumnas Klender.

Perjalanan karirnya pun kian moncer saat dirinya berpangkat Komisaris, ia ditunjuk sebagai Kepala Satuan Intel dan Keamanan Polres Jakbar pada 2005. Di situlah Sigit mendapatkan ilmu lobi dan mengaplikasikan ilmu intelijen.

Pada tahun 2010, Sigit menjabat sebagai Wakil Kapolres Kota Semarang. Saat itulah dia mulai berkenalan dengan para kiai, antara Lain Ketua MUI dan Dewan Pengurus PBNU, Kiai Sahal Mahfudz.

Sigit kemudian menerima kenaikan pangkat menjadi Komisaris Besar dan menjabat Kapolres Surakarta pada 2011. Ketika itu dirinya mengenal Joko Widodo, yang saat itu menjabat Wali Kota Solo.

Keakraban keduanya terus terjalin hingga bersama-sama mengembalikan citra Solo akibat peristiwa bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil pada 25 September 2011 silam.

Usai Jokowi menjadi presiden pada tahun 2014, karir Sigit pun ikut terangkat. Dia dipilih menjadi ajudan Jokowi selama dua tahun, dan kemudian menjadi Kapolda Banten dengan pangkat Brigjen.

Saat menjadi Kapolda Banten, Sigit berhasil mendekatkan diri dengan para ulama berpengaruh di Provinsi Banten. Semisal Kyai Khatismatik Abu Muhtadi ulama asal Banten yang juga tokoh FPI Banten Abuya Kurtubi.

Jenderal berpenampilan tenang ini terus mendekatkan diri kepada para ulama dengan metode dialog dari pintu ke pintu. Rupanya strategi ini efektif. Dengan membuka ruang dialog, lambat laun keberadaannya diterima oleh ulama. Bahkan dirinya tak sungkan memberikan kontak personal kepada ulama untuk memastikan bahwa tak ada jarak antara tokoh agama, masyarakat, dan pejabat kepolisian.

Kedekatannya dengan tokoh ulama akhirnya membawa hasil, Sigit sukses mengajak para ulama ke Istana Negara untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

Berbekal kedekatannya dengan Jokowi, Sigit mempertemukan ulama dengan Presiden pada bulan November 2016. Dua tahun berselang, Sigit kembali menambah pundi-pundi bintang di pundaknya dengan dilantik sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan. Dan kemudian dipercaya menjadi Kabareskrim dengan pangkat Komisaris Jenderal alias bintang tiga.

Jenderal murah senyum ini berkomitmen, dimanapun ditugaskan negara, dirinya akan selalu memposisikan dirinya untuk melayani masyarakat. ( )

nasional
Berita Terkait
  • Kamis, 28 Mei 2026 18:01

    Penguatan Transmisi Jadi Sorotan dalam Perbaikan Sistem Kelistrikan Sumatera

    JAKARTA - Blackout di Sumatera harus menjadi pengingat pentingnya penguatan jaringan transmisi untuk menjaga pasokan listrik di wilayah tersebut. Jaringan interkoneksi Sumatera yang membentang lintas

  • Kamis, 28 Mei 2026 17:57

    Dukung Ketahanan Pangan, BRI Salurkan KUR Rp65,9 Triliun Jangkau 558 Ribu Petani dan 23 Ribu Nelayan

    JAKARTA - Penguatan fondasi ekonomi kerakyatan menjadi fokus PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dalam menyalurkan pembiayaan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat. Upaya ini d

  • Kamis, 28 Mei 2026 17:55

    Menteri PU Targetkan 93 Sekolah Rakyat Tahap II Rampung Juni 2026

    JAKARTA - Pemerintah mempercepat penyelesaian pembangunan sekolah rakyat tahap II agar seluruh proyek rampung pada 20 Juni 2026 dan siap digunakan pada tahun ajaran 2026/2027 di Juli.Hingga 25 Mei 202

  • Kamis, 28 Mei 2026 17:50

    Kemendag Take Down 2.639 Iklan Elektronik Bermasalah hingga Maret 2026

    JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) meminta penurunan (take down) 2.639 iklan elektronik yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan melalui patroli siber pada 21 platform

  • Kamis, 28 Mei 2026 17:43

    Kemenag Dukung Aparat Usut Kasus Pembubaran Ibadah di Gereja Bantul

    JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) menyesalkan peristiwa pembubaran ibadah di Gereja Misa Sejahtera, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kemenag juga menegaskan dukungannya terhadap langkah a

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.