Jumat, 03 Jul 2026
  • Home
  • Nasional
  • Jika Jokowi Diam, Jaksa Agung Bakal Mencoreng Mukanya

Jika Jokowi Diam, Jaksa Agung Bakal Mencoreng Mukanya

Jumat, 23 Okt 2015 02:30
Ilustrasi
Presiden Jokowi
JAKARTA - Direktur Sinergi Masyarakat Indonesia untuk Demokrasi (Sigma), Said Salahudin, meminta Presiden Jokowi segera memanggil Jaksa Agung HM Prasetyo untuk meminta keterangan sejujurnya terkait kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) di Pemprov Sumatera Utara (Sumut). Di mana sebelumnya, perkara tersebut telah menyeret kolega HM Prasetyo di Partai Nasdem, Patrice Rio Capella sebagai tersangka.

"Presiden perlu segera memanggil Jaksa Agung untuk meminta keterangan yang sejujurnya dari bawahannya itu terkait indikasi keterkaitan bawahan presiden tersebut dalam kasus dugaan suap terhadap Patrice Rio Capella. Jika tidak, ada kekhawatiran presiden akan dituding ingkar pada janji kampanye yang ia tuangkan dalam visi, misi, dan program calon presiden," katanya kepada Okezone, Kamis (22/10/2015).

Said mengatakan, dalam visi misi dan program Jokowi ketika mencalonkan diri sebagai presiden berjanji akan memilih Jaksa Agung yang bersih. Artinya, sejak diangkat dan selama menjabat, Jaksa Agung pilihan presiden harus benar-benar terbebas dari isu yang mengarah kepada perbuatan korupsi.

"Nah, sekarang ini kan sudah ada indikasi Jaksa Agung terkait dalam kasus dugaan korupsi Patrice Rio Capella berdasarkan pengakuan Gatot Pujo Nugroho (Gubernur Sumut nonaktif) yang menyatakan ia pernah meminta bantuan Rio untuk berkomunikasi dengan Jaksa Agung dalam rangka penyelesaian kasus dugaan korupsi dana Bansos yang ditangani oleh Kejaksaan Agung. Bahkan dikatakan Gatot bahwa Rio menyanggupi permintaannya itu," tegasnya.

Berdasarkan hal itu, Said melihat indikasi keterkaitan HM Prasetyo sehingga perlu menjadi perhatian Presiden Jokowi sebagai bentuk tanggung jawab moral politik selaku atasan Jaksa Agung, sekaligus juga untuk membuktikan komitmennya kepada rakyat dengan menempatkan orang yang bersih dalam jabatan Jaksa Agung.

"Kalau presiden diam saja, saya khawatir presiden akan dianggap tidak peka terhadap isu korupsi di lingkaran presiden sendiri. Bahkan, presiden bisa dianggap abai terhadap janjinya," ujarnya.

Said menambahkan, kalau dari keterangan yang disampaikan secara langsung oleh Jaksa Agung meyakinkan presiden bahwa bawahannya itu memang bersih, maka sebagai atasan presiden tentu harus berani menjamin hal itu kepada publik. Sebaliknya, jika presiden mencium ada keterkaitan Jaksa Agung dalam masalah tersebut, maka sebaiknya Jaksa Agung dicopot.

"Terus terang saya khawatir kalau presiden berdiam diri dan di kemudian hari KPK menetapkan bawahan presiden itu sebagai tersangka, misalnya, maka itu tentu akan mencoreng wajah presiden sendiri," pungkasnya.

(okezone.com)
nasional
Berita Terkait
  • Jumat, 03 Jul 2026 10:23

    Polisi dan TNI Bakar 12 Rakit Tambang Emas Ilegal di Sungai Kuantan

    TELUK KUANTAN - Tim gabungan Polri bersama TNI dan pemerintah kecamatan menghancurkan 12 unit rakit Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) jenis dompeng yang beroperasi di aliran Sungai Kuantan. Operasi

  • Jumat, 03 Jul 2026 10:20

    Soekarno Cup Zona Riau: Mata Merah FC Kuansing Libas Banteng Pelalawan 3-0

    PEKANBARU â€" Tim sepak bola DPC PDIP Kuantan Singingi (Kuansing), Mata Merah FC, sukses melibas rivalnya, Banteng Pelalawan (DPC PDIP Pelalawan), dengan skor telak 3-0 dalam laga pembuka Soekarno Cup

  • Jumat, 03 Jul 2026 10:18

    Terbukti Gunakan Dokumen Bodong Saat Mendaftar, PWI Riau Cabut Satu Keanggotaan PWI Bengkalis

    PEKANBARU - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau resmi mengambil langkah tegas dengan mencabut salah satu keanggotaan PWI Bengkalis secara permanen. Keputusan ini dijatuhkan lantaran yang

  • Jumat, 03 Jul 2026 09:21

    Pengedar Sabu di Kampung Narkoba Panger Pekanbaru Diciduk

    PEKANBARU - Seorang pria berinisial BS, ditangkap tim Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Riau saat diduga hendak mengedarkan sabu di kawasan kampung narkoba Pangeran Hidayat (Panger), Kota Peka

  • Jumat, 03 Jul 2026 09:18

    112 Hewan Peliharaan di Rohul Mendapat Vaksin Rabies

    PASIR PANGARAIAN - Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Rohul memvaksin 112 hewan peliharaan di hari pertama pelaksanaan bulan vaksinasi, Kamis (2/7/2026). Vaksinasi akan terus dilakukan hingga

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor