Jokowi: Ekonomi Dunia sedang Tidak Ramah
Presiden Joko Widodo mengatakan, saat ini ekonomi dunia sedang tidak ramah. Beberapa negara di dunia tengah mengalami kemunduran ekonomi bahkan sampai ada yang mengalami resesi. Hal tersebut disampaikan dalam Konferensi Organisasi Insinyur se-ASEAN.
"Ekonomi dunia saat ini sedang tidak ramah. Beberapa negara mengalami kemunduran ekonomi. Bahkan ada negara mulai mengalami resesi ekonomi," ujarnya di JIexpo, Jakarta, Rabu (11/9).
Presiden Jokowi melanjutkan, melihat kondisi ini negara-negara di ASEAN harus mampu membentengi diri dari segala kemungkinan yang mampu mengguncang ekonomi.
"Kita harus mampu membentengi diri untuk tetap tumbuh stabil dan keberlanjutan. Kita harus berusaha memanfaatkan kemunduran di beberapa kawasan sebagai peluang untuk kita bisa melompat ke depan," jelasnya.
Untuk mengantisipasi hal ini, dia juga meminta seluruh negara ASEAN mengembangkan inovasi dan terobosan baru. Sehingga mampu memanfaatkan peluang ekonomi dunia yang sedang sulit.
"Tidak ada cara lain selain kita harus selalu mengembangkan inovasi dan melakukan terobosan. Sehingga dalam situasi ekonomi dunia yang sedang sulit seperti sekarang ini justru menjadi peluang bagi kita di ASEAN untuk berkembang lebih cepat," jelasnya.
Kekuatan Ekonomi Dunia
Dengan jumlah penduduk sekitar 600 juta, ASEAN merupakan sebuah kekuatan besar ekonomi dunia. ASEAN telah membuktikan diri sebagai kawasan yang aman, stabil, pertumbuhan ekonomi yang mengagumkan.
"Untuk tumbuh besar lagi maka kita butuh sinergi lebih banyak lagi. Namun negara-negara ASEAN harus saling membantu satu dengan yang lainnya termasuk di antara insinyur yang ada," tandasnya.
sumber: liputan6.com
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2912152/original/087025600_1568610015-20190916-Presiden-Jokowi-Resmikan-Munas-HIPMI7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2703236/original/060355800_1547442987-20190114-Presiden-Jokowi-Tinjau-Pelayanan-OSS-di-BKPM-Angga5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2910345/original/074343700_1568358550-20190913-Presiden-Jokowi-Beri-Keterangan-Terkait-Revisi-UU-KPK3.jpg)