Sabtu, 30 Mei 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Balita Tewas Ditangan Paman, Polisi Bongkar Pengakuan Mengejutkan

Balita Tewas Ditangan Paman, Polisi Bongkar Pengakuan Mengejutkan

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 30 Mei 2026 10:51
Jakarta-Motif di balik kasus pembunuhan tragis seorang balita berusia 2,5 tahun yang ditemukan tewas di dalam rumah kontrakan kawasan Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bekasi, akhirnya terungkap.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa tersangka berinisial G (18), yang merupakan paman kandung korban, tega menghabisi nyawa keponakannya sendiri berinisial A hanya karena merasa terganggu saat sedang bermain game."Ketika dia bermain game, korban balita naik ke punggungnya yang mengganggu sedang bermain game. Kemudian tersangka emosi,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, kepada wartawan, Jumat (29/5/2026).

Akibat tersulut emosi, tersangka G kemudian menuju ke area dapur untuk mengambil senjata tajam dan langsung melancarkan serangan bertubi-tubi kepada korban yang masih balita.

“Langsung ke dapur mengambil pisau dan langsung menancapkan pertama itu di kepala korban, kemudian dilanjutkan ke badan,” ujar Iqbal.

Berdasarkan hasil visum yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, ditemukan fakta mengenai tingkat kekerasan yang dialami korban. Iqbal menyebutkan terdapat sedikitnya 32 luka tusuk dan sayatan di sekujur tubuh balita tersebut.

"Khusus di wajah saja ada 20 tusukan. Kemudian di badan ada 12. Jadi total kurang lebih 32 tusukan di seluruh tubuh korban,” paparnya.

 Pengakuan Adanya Bisikan Gaib  Di samping faktor emosi akibat aktivitas bermain game yang terganggu, penyidik juga mendapati pengakuan lain dari mulut tersangka. G mengklaim dirinya kerap mendengar suara-suara aneh di dalam pikirannya sebelum melakukan tindakan nekat tersebut.

"Pengakuannya ada bisikan-bisikan. Dia juga pengen cepat ketemu Tuhan,” ungkap Iqbal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban A selama ini memang diasuh oleh sang nenek sejak masih bayi. Pada sehari-harinya, mereka tinggal bertiga bersama tersangka di kontrakan tersebut. Setiap sore, sang nenek harus pergi keluar rumah untuk berjualan mencari nafkah, sehingga korban dititipkan di bawah pengawasan G.

Iqbal menjelaskan, biasanya jika korban rewel atau menangis, tersangka G kerap meminta bantuan kepada kakaknya yang tinggal di lantai dua bangunan kontrakan yang sama. Namun, pada hari kejadian, mekanisme tersebut tidak berjalan.

"Pada saat hari kejadian itu, tersangka tidak ada komunikasi dan naik ke atas sama sekali,” jelas Iqbal.

Dari keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi, korban dilaporkan sempat menangis dalam durasi yang cukup lama sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

“Bayi ini menangis kurang lebih tiga jam,” tutur Kasat Reskrim.

Bahkan, salah seorang saksi di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) mengaku masih mendengar suara tangisan lirih dari dalam rumah saat tersangka keluar sebentar untuk mengisi token listrik menjelang waktu magrib.Tersangka Alami Depresi dan Riwayat Sakit
Setelah melancarkan aksi kejinya terhadap korban, tersangka G diduga sempat mencoba melakukan tindakan untuk mengakhiri hidupnya sendiri di dalam rumah kontrakan tersebut.

“Setelah melakukan aksinya dia mencoba bunuh diri,” ucap Iqbal.

Pihak keluarga memberikan keterangan kepada penyidik bahwa indikasi gangguan mental pada diri tersangka sudah terlihat sejak lama. G tercatat sudah berulang kali mengutarakan niat untuk mengakhiri hidup kepada orang-orang terdekatnya.

"Tersangka ini udah sempat mencoba menyampaikan ingin bunuh diri kurang lebih 10 kali,” terangnya.

Pihak kepolisian menyimpulkan bahwa tindakan sadis ini juga dipengaruhi oleh faktor tekanan psikologis kronis serta kondisi kesehatan fisik yang diderita oleh tersangka selama ini.

"Jadi dia juga stres dengan penyakitnya," tandas Iqbal merujuk pada riwayat penyakit epilepsi yang diidap oleh tersangka G.(liputan6).
Sumber: https://www.liputan6.com/news/read/7446776/balita-tewas-ditangan-paman-polisi-bongkar-pengakuan-mengejutkan

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.