Sabtu, 16 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Jokowi Beli Sabun Rp 2 M, BPN Minta Bawaslu Telusuri Sumber Duitnya

Nasional

Jokowi Beli Sabun Rp 2 M, BPN Minta Bawaslu Telusuri Sumber Duitnya

Rabu, 23 Jan 2019 09:04
Detik.com
JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menganggap sumber duit Rp 2 miliar yang dipakai Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membeli sabun di Garut masih simpang siur. BPN menilai keterangan pihak Istana dan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin tak sejalan.

"Dari awal simpang siur, orang TKN seperti Arsul Sani dan Karding saja tidak tahu uangnya dari mana. Lalu pihak KSP bilang uang pribadi, baru setelah semakin simpang siur, kami mempertanyakan, baru dijawab oleh Seskab (Pramono Anung) pakai dana tim kampanye. Tapi menariknya dua Wakil TKN tidak tahu uangnya dari mana," kata juru bicara BPN, Andre Rosiade kepada detikcom, Selasa (22/1/2019) malam.

Menurut Andre, Bawaslu perlu memastikan sumber uang tersebut. Tujuannya agar tidak ada kesimpangsiuran sumber uang untuk membeli sabun tersebut.

"Ini menunjukkan butuh Bawaslu mendalami ini. Apalagi Pak Jokowi berangkat ke Garut ini kan ada isu yang mengikuti, ada isu pemakaian uang CSR salah satu BUMN, tapi butuh klarifikasi apakah benar atau tidak. Saran saya harus diaudit juga BUMN yang mendapatkan isu CSR-nya dipakai. Itu harus diklarifikasi dan kalau perlu diaudit, supaya tidak terjadi kesimpangsiuran dan fitnah," ujarnya.

Sabun cuci piring yang diborong Jokowi milik pengusaha lokal milik Eli Liawati. Sabunnya itu diberi label 'Sabun Cuci Padawangi'. Eli merupakan anggota kelompok usaha PKH Padawangi dari Desa Padahurip, Kecamatan Banjarwangi, Garut.

Harga satu botolnya Rp 20 ribu. Sebanyak 100 ribu botol yang dipesan Jokowi itu harus sudah tersedia hingga akhir Februari nanti. Nantinya pesanan tersebut akan dibagikan kepada masyarakat.

"Dia kan beli ke salah satu kelompok usaha, UMKM. Tanya ke Pak Jokowi kenapa beli ke satu pihak, kenapa tidak berapa pihak supaya uangnya, distribusi pendapatannya lebih merata. Saya tidak tahu alasannya," pungkas Andre.


(detik.com)
nasional
Berita Terkait
  • Jumat, 15 Mei 2026 16:53

    TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Bal Rokok Ilegal di Madura

    TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum serta menjaga stabilitas keamanan wilayah maritim dan jalur distribusi strategis nasional. Tim Second Fleet Quick Response (SFQR)

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:16

    Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di seluruh wilayah Riau. Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewa

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:14

    267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan

    TEMBILAHAN-Sebanyak 267 pedagang pasar subuh menyatakan dukungan terhadap kebijakan relokasi sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka penataan Pasar Induk Jalan Yos S

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:47

    2 Hari Tak Terlihat, Wanita Ini Ditemukan Meninggal Membusuk di Kursi Plastik

    Jakarta-Warga Huta IV Marihat Lela Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun mendadak geger. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Sarpina Sinaga (44) ditemukan meninggal dunia di

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:41

    Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

    BENGKALIS-Ratusan warga Kota Bengkalis memadati Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) di depan kantor DKP Jalan Antara, Bengkalis, Rabu (13/5). Tingginya antusias masyara

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.