Nasional
Jokowi Bervisi Reformasi Birokrasi, Postur Kabinet Baru Jadi Batu Uji
Senin, 15 Jul 2019 09:41
"Test case pertama, dia harus membentuk kabinet yang tidak gemuk," kata Peneliti departemen politik dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes, kepada wartawan, Senin (15/7/2019).
"Di pemerintahan Jokowi saat ini, salah satu pos yang sering direshuffle adalah pos Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB), mulai dari Yuddy Chrisnandi, Asman Abnur, dan terakhir Syafruddin. Menurut saya, penting untuk memperkuat pos ini," kata Arya.
Selain itu, penguatan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) juga perlu diseriusi. KASN dipandang Arya sebagai lembaga independen yang bisa mengawasi ASN, lembaga itu perlu dipertahankan.
Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate berbicara selaku pimpinan partai pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin. Dia menanggapi kritik dari Arya Fernandes. Pertama, dia mengemukakan ukuran 'ramping' atau 'gemuk' tak bisa ditentukan secara sederhana.
Indonesia berbeda dengan Amerika Serikat. Di pemerintahan Presidne Donald Trump, kabinetnya sedikit tapi jumlah Deputy Secretary banyak. Itu bisa dilakukan karena AS punya banyak negara bagian yang masing-masing sudah bisa menjalankan pemerintahannya secara efektif. Di Indonesia, otonomi daerah belum sempurna berjalan dan relatif tersentralisasi di pusat. Maka 'ramping' atau 'gemuk' kabinet di Indonesia harus mempertimbangkan kebutuhan pemerintahan yang masih sentralistik ini.
"Sama, kita harapkan kabinet ramping dan efisien. Kita serahkan itu ke Pak Jokowi. Namun perampingan efisiensi tidak saja dilakukan pada level pemerintah pusat tapi juga pada tataran pemerintah daerah, supaya span of control (rentang kendali) tidak terlalu lebar," kata Johnny, dihubungi terpisah.
Bila rentang kendali terlalu lebar, maka tidak efisien dan biaya yang dibutuhkan menjadi besar. Menurut Johnny, bila birokrasi gemuk maka itu menghabiskan anggaran negara untuk menggaji birokrat, dan ASN (PNS). Ini juga berkaitan dengan visi Jokowi tentang jaminan penggunaan APBN yang fokus dan tepat sasaran.
Purbaya Tegaskan Skema Pajak DSI Berlaku Normal
JAKARTA - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan skema pajak PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan berlaku normal seperti biasa. Menurutnya, tidak ada perubahan ketentuan perpajakan
Danantara Ajak Diskusi Pengusaha Tentukan Acuan Harga Komoditas yang Dibeli PT DSI
JAKARTA - Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyatakan, pihaknya akan melakukan diskusi terlebih dahulu dengan para pelaku usaha untuk menentukan patokan harga komoditas yang akan d
Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat
PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl
Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad
Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban
Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik