Sabtu, 16 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Jokowi Ditantang Keluarkan Keppres Pengadilan HAM

Jokowi Ditantang Keluarkan Keppres Pengadilan HAM

Sabtu, 12 Sep 2015 16:54
Okezone
Presiden Jokowi
JAKARTA - Ketua Ikatan Keluarga Orang Hilang, Muhammad Daud, menyatakan pembentukan Pengadilan HAM Ad Hoc untuk kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di masa lalu memerlukan Keppres dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sehingga sebagai kepala negara, Presiden Jokowi bisa mengintervensi terselengaranya peradilan HAM.

"Bisa, kan ada UU 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM," ujar Daud di kantor KontraS, Jalan Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (12/9/2015).

Daud menambahkan, terbentuknya undang-undang tersebut di era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) merupakan angin segar untuk meruntuhkan mitos bahwa pelaku pelanggaran dari oknum militer tidak bisa disidang di pengadilan umum. Namun, selama ini, lantaran ketiadaan Keppres, Pengadilan HAM terkesan menguap.

"Secara teknis, untuk terbentuknya Pengadilan HAM, Komnas HAM berwenang menyelidik, lalu kejaksaan melakukan penuntutan, disampaikan ke DPR, baru dewan memberikan rekomendasi, itu kalau sudah ada Keppres-nya," imbuhnya.

Meski demikian, di pemerintahan Megawati Soekarnoputri dan dua periode Presiden Susilo Bambang Yudhoyoho (SBY), tidak pernah muncul Keppres sebagai dasar hukum Pengadilan HAM. Sebab itu, di tahun pertama kepemimpinan Presiden Jokowi, ia mendesak mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengeluarkan Keppres.

"Dua periode, SBY tidak pernah keluarkan, hanya era Gus Dur Keppres itu ada, itu untuk kasus Tanjung Priok dan Abepura. Nah, ini pertaruhan, kalau tahun pertama Jokowi tidak keluarkan, saya pesimis bakal ada," pungkasnya.

(okezone.com)
nasional
Berita Terkait
  • Jumat, 15 Mei 2026 16:53

    TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Bal Rokok Ilegal di Madura

    TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum serta menjaga stabilitas keamanan wilayah maritim dan jalur distribusi strategis nasional. Tim Second Fleet Quick Response (SFQR)

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:16

    Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di seluruh wilayah Riau. Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewa

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:14

    267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan

    TEMBILAHAN-Sebanyak 267 pedagang pasar subuh menyatakan dukungan terhadap kebijakan relokasi sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka penataan Pasar Induk Jalan Yos S

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:47

    2 Hari Tak Terlihat, Wanita Ini Ditemukan Meninggal Membusuk di Kursi Plastik

    Jakarta-Warga Huta IV Marihat Lela Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun mendadak geger. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Sarpina Sinaga (44) ditemukan meninggal dunia di

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:41

    Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

    BENGKALIS-Ratusan warga Kota Bengkalis memadati Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) di depan kantor DKP Jalan Antara, Bengkalis, Rabu (13/5). Tingginya antusias masyara

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.