Sabtu, 16 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Jokowi Minta Buwas Jangan Bikin Kegaduhan Lagi

Jokowi Minta Buwas Jangan Bikin Kegaduhan Lagi

Selasa, 08 Sep 2015 19:44
Okezone
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi kinerja yang ditunjukkan oleh Komjen Pol Budi Waseso saat menjabat sebagai Kabareskrim Mabes Polri.

Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti mengatakan, Jokowi tak mau penegakan hukum menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

"Presiden sangat senang langkah Kabareskrim, tetapi jangan sampai menimbulkan satu hal, kontroversi di tengah masyarakat, istilah Presiden kegaduhan," ungkap Badrodin dalam rapat kerja di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2015).

Terkait penggeledahan kantor Pelindo II yang diduga awal dari kegaduhan, Badrodin menjelaskan bahwa sejatinya kasus itu sudah diusut sejak 8 Juni 2015.

Kasus lalu ditingkatkan jadi penyidikan dan sejumlah saksi diminta keterangan. Kasus Pelindo ini memang dijadikan oleh Polri sebagai pintu masuk mengungkap kasus besar lainnya.

"Yang paling mudah bisa dibuktikan mobile crane karena sudah ada identifikasi dan indikator penyimpangan, dari perencanaan kemudian dari proses kemanfaatan," bebernya.

Penggeledahan sendiri dilakukan guna melengkapi dokumen yang dibutuhkan pihaknya. Ada dua cara mendapatkan berkas, yakni dengan cara meminta atau menggeledah.

"Bisa penggeledahan dan minta langsung, dan karena ini kasus korupsi bisa data dihilangkan (kalau meminta) sehingga menyulitkan penyidikan sehingga geledah dengan surat izin pengadilan,"ungkapnya.

Pemindahtugasan itu sendiri, lanjut Badrodin, setelah adanya lima poin perintah yang disampaikan Jokowi yang disimpulkan bahwa penanganan kasus korupsi tidak boleh terlalu dini diekspose.

"Ada lima hal perintah, disimpulkan adalah di dalam penanganan kasus korupsi jangan terlalu dini diekspose, jangan terlalu mudah, ini digariskan, dan diteruskan ke seluruh jajaran," sebutnya.

Selain itu, penempatan mantan Kapolda Gorontalo itu di Badan Narkotika Nasional (BNN) juga setelah lewat pertimbangan Wanjakti bahwa penanganan narkoba memerlukan sosok yang tegas seperti Buwas.

"Sehingga kita putuskan mutasi, di samping beri pengalaman ke yang bersangkutan dan telpon Pak Anang dan bersedia meneruskan pekerjaan di Bareskrim dan putuskan adanya mutasi,"pungkasnya.

(okezone)
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 25 Apr 2026 05:53

    PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi

    Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b

  • Selasa, 14 Apr 2026 18:47

    Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik

    JAKARTA-Dewan Pers menggelar diskusi bertajuk “Membaca Kasus Magdalene.id dari Kacamata Pers” di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mem

  • Sabtu, 11 Apr 2026 19:10

    Aklamasi, Purnomo Yusgiantoro Nahkodai DPP IKAL Lemhannas

    Jakarta-Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro MSc MA PhD IPU terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) periode 2025-2030.Menteri Perta

  • Rabu, 24 Des 2025 18:05

    Kemenhan Fasilitasi Retret Bela Negara 200 Wartawan Sambut HPN 2026

    JAKARTA-Kementerian Pertahanan RI bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyiapkan retret khusus wartawan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada akhir Januari atau awal Febr

  • Rabu, 24 Des 2025 11:00

    Dukung Kelancaran Operasi Hulu Migas, 13 Sertipikat Hak Pakai Lahan WK Rokan Diserahkan kepada PHR

    Jakarta-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 " Sumatra kembali menerima Sertipikat Hak Pakai (SHP) atas Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah hulu migas di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Provinsi Ri

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.