Minggu, 31 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • KPK Tak Awasi Pemilihan DKI Tapi Tak Ragu Tindak Politik Uang

Nasional

KPK Tak Awasi Pemilihan DKI Tapi Tak Ragu Tindak Politik Uang

Selasa, 16 Jul 2019 10:25
Detik.com
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif
JAKARTA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan mengawasi dan memantau proses pemilihan wakil gubernur DKI Jakarta. KPK menyatakan tak mengawasi, namun siap menindak bila ada politik uang.

"Kami tidak mengawasi, hanya mengajak agar tidak main uang. Tapi kalau ada fakta dan ada informasi yang valid bahwa ada permainan uang maka KPK tidak akan ragu-ragu untuk menindak," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif lewat pesan singkat, Senin (15/7/2019) malam.

KPK terus berulang-ulang mengingatkan pemilihan pejabat publik untuk bebas dari praktik politik uang. Syarif mengatakan politik uang merusak demokrasi.

Praktik politik uang yang dilakukan pejabat publik juga berpotensi memicu perilaku koruptif ketika sudah menjabat.

"Dari dulu KPK selalu mengharapkan pemilihan pejabat publik harus bebas dari praktik-praktik uang...karena hal seperti itu akan merusak sendi-sendi demokrasi dan akan menimbulkan korupsi lanjutan, jika mereka menjadi pejabat," kata Syarif.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPW PSI DKI Rian Ernest meminta KPK ikut andil dalam pemilihan Wagub DKI. Pemantauan yang dilakukan KPK, dinilai PSI bisa mencegah terjadinya jual-beli jabatan di lingkungan Pemprov DKI. PSI mengaku mendengar ada politik uang dalam pemilihan DKI-2 tersebut.

"Berdasarkan rumor tersebut, PSI Jakarta meminta tim dari KPK untuk mulai melakukan pemantauan demi mencegah terjadinya tindakan jual-beli jabatan dalam proses pemilihan wagub DKI Jakarta ini," terang Rian dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (15/7).

"Hingga terdengar kabar bahwa ada serangkaian persekongkolan dalam menentukan syarat kuorum pada rapat pemilihan Wagub DKI Jakarta yang harus dibayar dengan nilai uang tertentu," kata Rian


Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Minggu, 31 Mei 2026 18:08

    Purbaya Tegaskan Skema Pajak DSI Berlaku Normal

    JAKARTA - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan skema pajak PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan berlaku normal seperti biasa. Menurutnya, tidak ada perubahan ketentuan perpajakan

  • Minggu, 31 Mei 2026 18:06

    Danantara Ajak Diskusi Pengusaha Tentukan Acuan Harga Komoditas yang Dibeli PT DSI

    JAKARTA - Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyatakan, pihaknya akan melakukan diskusi terlebih dahulu dengan para pelaku usaha untuk menentukan patokan harga komoditas yang akan d

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:34

    Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat

    PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:29

    Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad

    Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:06

    Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.