Jumat, 15 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • KPK Tetap Percaya Polri Ungkap Penganiayaan Pegawainya

Nasional

KPK Tetap Percaya Polri Ungkap Penganiayaan Pegawainya

Rabu, 13 Feb 2019 14:37
Detik.com
JAKARTA - KPK menyatakan tetap percaya kepolisian bakal mengungkap kasus dugaan penganiayaan penyelidiknya. Untuk mengungkap kasus ini, kata KPK, bukti yang dibutuhkan adalah yang terkait dengan dugaan penganiayaan.

"Kita percayakan penanganan perkara ini ke Polri sebagai penegak hukum yang berwenang. Pokok perkaranya adalah dugaan penganiayaan, tentu yang dibutuhkan adalah bukti-bukti yang relevan dengan hal tersebut," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada detikcom, Rabu (13/2/2019).

Hal itu disampaikan Febri terkait permintaan pengacara Pemprov Papua Stefanus Roy Rening agar KPK menjelaskan percakapan di grup WhatsApp (WA) penyelidik KPK yang disebut Roy telah dihapus dan menyerahkan ponsel penyelidik ke polisi.

Grup WA itu, menurut Roy, berisi percakapan soal operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe yang disebutnya gagal.

Febri pun mengatakan yang dibutuhkan saat sangat sederhana. Dia menyebut polisi hanya perlu membuktikan apakah ada penganiayaan ke penyelidik yang sedang bertugas dan siapa yang menganiaya.

"Jadi, yang perlu dibuktikan 2 hal sederhana, apakah ada penganiayaan terhadap pegawai KPK yang sedang bertugas. Kedua, siapa yang melakukan penganiayaan," katanya.

Sebelumnya, Roy mengatakan ada upaya OTT KPK yang gagal sehingga menyebabkan dugaan penganiayaan terhadap dua penyelidik KPK di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (2/2). Roy pun menyebut pegawai KPK yang ada saat itu 'mengincar' tas Kabag Anggaran Pemprov Papua yang dicurigai berisi uang.

Karena itu, Roy berjanji bakal membawa tas itu ke Polisi sebagai bukti. Dia menyatakan tas itu sudah dibuka saat peristiwa terjadi dan tak ada uang di dalamnya.

Selain itu, Roy mengatakan bakal mengadukan KPK ke Komisi III DPR. Tujuannya, agar Komisi III mendesak KPK membuka isi percakapan dari grup WA yang menurutnya sudah dihapus usai peristiwa dugaan penganiayaan terjadi.

"Kita minta Komisi III untuk mendesak KPK bawa itu WA grup dibuka supaya ini clear, orang Papua juga clear. Kalau dia hapus dan hilangkan berarti tidak clear dan itu bahaya," kata Roy di Polda Metro Jaya, Jakarta.




Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Jumat, 15 Mei 2026 16:53

    TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Bal Rokok Ilegal di Madura

    TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum serta menjaga stabilitas keamanan wilayah maritim dan jalur distribusi strategis nasional. Tim Second Fleet Quick Response (SFQR)

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:16

    Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di seluruh wilayah Riau. Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewa

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:14

    267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan

    TEMBILAHAN-Sebanyak 267 pedagang pasar subuh menyatakan dukungan terhadap kebijakan relokasi sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka penataan Pasar Induk Jalan Yos S

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:47

    2 Hari Tak Terlihat, Wanita Ini Ditemukan Meninggal Membusuk di Kursi Plastik

    Jakarta-Warga Huta IV Marihat Lela Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun mendadak geger. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Sarpina Sinaga (44) ditemukan meninggal dunia di

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:41

    Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

    BENGKALIS-Ratusan warga Kota Bengkalis memadati Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) di depan kantor DKP Jalan Antara, Bengkalis, Rabu (13/5). Tingginya antusias masyara

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.