Nasional
Kadernya Disebut Minta Rp 1 M untuk Sekda Jabar, PDIP: Urusan Pribadi
Selasa, 22 Jan 2019 13:31
"Tidak ada kaitan dengan urusan partai. Itu kan urusan pribadi, sama sekali tidak ada kaitan," ucap Sekretaris DPD PDIP Jabar Abdy Yuhana saat dikonfirmasi, Selasa (22/1/2019).
Abdy mengatakan partai tak bisa menanggapi apa-apa terkait penyebutan nama kader PDIP dalam sidang tersebut. Sepanjang ini, kata Abdy, pihaknya tak menemukan unsur kaitan yang terhubung langsung dengan kepentingan partai.
"Nanti kita lihat pembuktian saja, dalam proses hukum, apakah memang benar-benar dilakukan atau tidak. Apakah melanggar hukum atau tidak, itu kan masih prematur. Itu juga tidak bisa berkomentar apapun dalam proses ini," tuturnya.
Seperti diketahui, nama Iwa masuk dalam pusaran kasus suap Meikarta. Iwa disebut meminta uang perihal Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) Meikarta. Uang diberikan oleh Neneng Rahmi Nurlaili.
Dalam sidang kemarin dengan terdakwa Billi Sindoro, Henry Jasmen P Sitohang, Fitradjaja Purnama dan Taryudi, Neneng Rahmi Nurlaili yang menjadi saksi menyebut uang kepada Iwa diberikan melalui beberapa orang yakni Hendry Lincoln, Sulaiman Anggota DPRD Bekasi dan Anggota DPRD Jabar Waras Wasisto dari fraksi PDIP.
"Teknis pemberiannya waktu itu dua kali, pertama saya serahkan ke Hendry Lincoln dari Pak Hendry diserahkan ke staf Polmen, setelah itu ke Pak Suaiman dan Pak Waras, ujar Neneng.
"Kemudian apa yang disampaikan Iwa?" tanya Jaksa KPK.
Hendry menjelaskan, dalam pertemuan itu Iwa hanya menyampaikan sedang ikut sebagai bakal calon gubernur Jabar. "Kami hanya dipertemukan dengan Pak Sulaiman dan Pak Waras. Dan beliau (Iwa) menyampaikan ikut sebagai bakal calon gubernur," ucapnya.
Jaksa menanyakan apakah dalam pertemuan itu Sekda Jabar menyampaikan langsung meminta Rp1 miliar untuk membantu memuluskan pembangunan proyek Meikarta."Pertemuan tersebut apakah Iwa menyampaikan langsung minta Rp1 miliar?"
TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Bal Rokok Ilegal di Madura
TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum serta menjaga stabilitas keamanan wilayah maritim dan jalur distribusi strategis nasional. Tim Second Fleet Quick Response (SFQR)
Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan
PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di seluruh wilayah Riau. Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewa
267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan
TEMBILAHAN-Sebanyak 267 pedagang pasar subuh menyatakan dukungan terhadap kebijakan relokasi sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka penataan Pasar Induk Jalan Yos S
2 Hari Tak Terlihat, Wanita Ini Ditemukan Meninggal Membusuk di Kursi Plastik
Jakarta-Warga Huta IV Marihat Lela Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun mendadak geger. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Sarpina Sinaga (44) ditemukan meninggal dunia di
Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis
BENGKALIS-Ratusan warga Kota Bengkalis memadati Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) di depan kantor DKP Jalan Antara, Bengkalis, Rabu (13/5). Tingginya antusias masyara