Nasional
Kadir Karding: Tak Elok, Seluruh Parpol Bergabung ke Pemerintah
Laporan : Bambang Subagio
Sabtu, 06 Jul 2019 10:51
"Kalau tidak ada oposisi, tidak elok juga, karena demokrasi tidak berjalan sehat," kata Abdul Kadir Karding pada diskusi "Empat Pilar: MPR dalam Sistem Presidensial" di media center, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Jum'at (5/7/2019).
Politikus dari Fraksi PKB itu tak menampik dalam dunia politik Indonesia, parpol di luar pemerintahan kemudian bergabung ke pemerintah. "Kalau mau gabung terus terang saja ingin gabung, jangan malu-malu kucing. Kalau sudah gabung, harus menyamakan sikap dengan pemerintah, jangan masih terus merongrong," katanya.
Menurut Karding, kondisi tersebut terjadi karena belum ada aturan yang jelas dalam konstitusi maupun undang-undang soal posisi partai pemerintah dan partai oposisi, sehingga kontrol yang dilakukan terhadap pemerintah juga belum jelas.
"Saat ini, tidak ada bedanya antara partai pemerintah dan partai oposisi, karena programnya sama, kerja-kerjanya sama. Cuma bedanya yang satu berada di pemerintahan dan satunya lagi di luar pemerintahan," katanya.
Menurut Karding, karena tidak jelas posisi antara partai pemerintah dan partai oposisi, maka kontrol terhadap pemerintah atau "chek and balance" yang dilakukan partai oposisi juga tidak jelas. Karena programnya sama dan kerja-kerjanya sama, maka suatu saat partai oposisi bisa saja bergabung dengan pemerintah, karena memang dinamika di dunia politik itu dinamis. "Misalnya, setelah pemilu 2014, ada partai di luar pemerintah yang kemudian bergabung menjadi partai pemerintah," katanya.
Semenatar itu, anggota MPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN), Saleh Partaonan Daulay menyatakan, PAN belum memutuskan sikap ingin bergabung dengan pemerintah atau tidak. Menurutnya, PAN masih akan menyerap aspirasi dari pengurus dan kader di daerah di seluruh Indonesia melalyu rapat kerja nasional (Rakernas) yang akan segera diselenggarakan.
"Dari aspirasi kader di daerah, PAN baru akan mengambil sikap, apakah akan bergabung dengan pemerintah atau berada di luar pemerintah," katanya.(bsg)
Purbaya Tegaskan Skema Pajak DSI Berlaku Normal
JAKARTA - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan skema pajak PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan berlaku normal seperti biasa. Menurutnya, tidak ada perubahan ketentuan perpajakan
Danantara Ajak Diskusi Pengusaha Tentukan Acuan Harga Komoditas yang Dibeli PT DSI
JAKARTA - Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyatakan, pihaknya akan melakukan diskusi terlebih dahulu dengan para pelaku usaha untuk menentukan patokan harga komoditas yang akan d
Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat
PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl
Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad
Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban
Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik