Jumat, 15 Mei 2026

Kejaksaan Diminta Lebih Cermat dalam Bekerja

Selasa, 25 Agu 2015 11:59
dok.Okezone
ilustrasi

JAKARTA-Jaksa Agung HM Prasetyo hingga kini bersikukuh bahwa penggeledahan kantor PT VSI terkait dugaan korupsi dalam penjualan cessie atau jaminan hak tagih oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) ke sejumlah perusahaan saat krisis moneter 1998 silam sudah sesuai prosedur.

Pemerhati Kejaksaan, Halius Hosen justru berpandangan lain. Menurutnya, aduan pihak PT VSI kepada DPR harusnya menjadi peringatan (warning) bagi Jaksa Agung untuk menata kembali para jaksa dalam melaksanakan tugas penegakan hukum.

"Sekarang era rasa keadilan dan tanggung jawab kita sebagai penegak hukum tidak seperti masa lalu," kata Halius, Selasa (25/8/2015).

Mantan Ketua Komisi Kejaksaan RI ini menegaskan, jika benar salah geledah itu terjadi, maka tindakan Satgassus Kejagung merupakan kecerobohan yang seharusnya tidak terjadi.

"Karena setiap tindakan penegakan hukum itu ada Standard Operating Procedure (SOP). Tentu sampai terjadinya hal ini jaksa tidak melakukan SOP yang dibuatnya sendiri, itu risiko besar dan fatal. Saya ingatkan ke depan agar benar-benar cermat hati-hati dalam bekerja," sarannya.

Halius pun tidak menyalahkan PT VSI yang kini menuntut agar nama baiknya bisa dibersihkan. Menurutnya, hal itu adalah risiko yang harus ditanggung Jaksa Agung.

"Saya juga minta Kejagung enggak menutup-nutupi kalau lalai, salah akui gentlemen ke publik. Jangan ditutupi," tegasnya.

Seperti diketahui, saat ini Kejagung tengah fokus menelusuri kasus dugaan korupsi penjualan hak tagih BPPN. Kejagung mengklaim jika dalam penelusuran kasus tersebut, pihaknya yakin sudah benar dalam melakukan penyidikan dan tidak menyimpang dari prosedur penegakan hukum.

(okezone.com)
nasional
Berita Terkait
  • Jumat, 15 Mei 2026 16:53

    TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Bal Rokok Ilegal di Madura

    TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum serta menjaga stabilitas keamanan wilayah maritim dan jalur distribusi strategis nasional. Tim Second Fleet Quick Response (SFQR)

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:16

    Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di seluruh wilayah Riau. Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewa

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:14

    267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan

    TEMBILAHAN-Sebanyak 267 pedagang pasar subuh menyatakan dukungan terhadap kebijakan relokasi sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka penataan Pasar Induk Jalan Yos S

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:47

    2 Hari Tak Terlihat, Wanita Ini Ditemukan Meninggal Membusuk di Kursi Plastik

    Jakarta-Warga Huta IV Marihat Lela Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun mendadak geger. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Sarpina Sinaga (44) ditemukan meninggal dunia di

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:41

    Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

    BENGKALIS-Ratusan warga Kota Bengkalis memadati Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) di depan kantor DKP Jalan Antara, Bengkalis, Rabu (13/5). Tingginya antusias masyara

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.