Senin, 01 Jun 2026

Nasional

Kekuatan Oposisi Dibutuhkan Awasi Pemerintah

Laporan : Bambang Subagio
Sabtu, 29 Jun 2019 09:09
JAKARTA - Anggota Fraksi PDI Perjuangan MPR RI Masinton Pasaribu menilai dalam sistem demokrasi, kekuatan oposisi dibutuhkan untuk melakukan pengawasan terhadap Pemerintah untuk menghindari dan meminimalisir munculnya sikap kesewenangan dari penguasa.

"Keberadaan kelompok oposisi akan menghindarkan anggapan DPR hanya berfungsi sebagai stempel. Karena itu, kekuatan opsisi di DPR sangat penting dan dibutuhkan agar, fungsi pengawasan lembaga legislatif bisa benar-benar berjalan sesuai harapan, " kata Masinton pada Dialog Empat Pilar bertema "Pemantapan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Pasca Kontestasi Politik 2019", di Media Center MPR/DPR/DPD RI, Jumat (28/6/2019). 

Masinton juga meminta selesainya sidang sengketa hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK), semua pihak harus menurunkan suhu politik dan merajut kembali persatuan, akibat adanya polarisasi selama berlangsungnya kontestasi pemilu.

"Tugas pemenang adalah merangkul, menjalin kembali polarisasi yang sempat terjadi selama ini. Para elit harus bisa menjadi penenang bagi masyarakat sekaligus penyejuk. Agar perselisihan dan pengelompokan yang sempat terjadi tidak memanas, " kata Masinton.

Hal senada sampaikan Wakil Ketua Fraksi PPP MPR RI, Syaifullah Tamliha. Politisi asal Kalimantan Selatan, ini berharap elit politik ikut berkontribusi menjalin persatuan dan kesatuan agar perpecahan selama kontestasi pemilu bisa akur kembali.

"Negara majemuk seperti Indonesia membutuhkan pemimpin yang kuat, didukung seluruh rakyatnya. Sejarah membuktikan, Irak yang hanya terdiri dari tiga kelompok, yaitu Kurdi, Suni dan Syiah hancur setelah Sadam lengser. Karena itu, kita butuh Presiden yang baru terpilih mendapat dukungan dari seluruh rakyat", kata Syaifullah.

Juru Bicara BIN , Wawan Hari Purwanto, meyakini Indonesia tidak akan terpecah belah, seperti dikhawatirkan sebagian anggota masyarakat. Menurutnya, rakyat Indonesia adalah masyarakat yang sangat maju, sebagaimana majunya kerajaan Majapahit dan Sriwijaya. Bahkan, saat ini saja, banyak orang-orang Indonesia berprestasi di luar negeri di bidang science, ilmu pengetahuan hingga ekonomi.

"Mereka mampu menjuarai berbagai kejuaraan tingkat dunia dan menempati posisi strategis diberbagai perusahan di luar negeri, " ujar Wawan.(bsg)
nasional
Berita Terkait
  • Minggu, 31 Mei 2026 18:08

    Purbaya Tegaskan Skema Pajak DSI Berlaku Normal

    JAKARTA - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan skema pajak PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan berlaku normal seperti biasa. Menurutnya, tidak ada perubahan ketentuan perpajakan

  • Minggu, 31 Mei 2026 18:06

    Danantara Ajak Diskusi Pengusaha Tentukan Acuan Harga Komoditas yang Dibeli PT DSI

    JAKARTA - Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyatakan, pihaknya akan melakukan diskusi terlebih dahulu dengan para pelaku usaha untuk menentukan patokan harga komoditas yang akan d

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:34

    Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat

    PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:29

    Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad

    Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:06

    Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.