Sabtu, 04 Jul 2026
  • Home
  • Nasional
  • Kemnaker Selidiki Insiden Kecelakaan Kerja Tol Becakayu

Kemnaker Selidiki Insiden Kecelakaan Kerja Tol Becakayu

Laporan : Joko Prasetyo
Selasa, 20 Feb 2018 22:08
Joko Prasetyo
JAKARTA-Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Pengawas Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan RI telah diterjunkan menyusul insiden ambruknya tiang pancang pada proyek konstruksi Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu). Selain menyelidiki penyebab terjadinya kecelakaan kerja, Tim URC ini juga mendalami kemungkinan adanya pelanggaran  yang berkaitan dengan norma ketenagakerjaan.

"Kita telah terjunkan tim URC untuk  menyelidiki kasus ini. Kita juga ingin memastikan hak-hak pekerja yang menjadi korban terpenuhi dengan baik perlindungannya," kata Direktur Pembinaan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PNK3) Kemnaker Herman Prakoso Hidayat di Jakarta pada Selasa (20/2/2019).

Menurut Direktur Herman, Tim URC sudah diturunkan sejak adanya laporan ambruknya tol tersebut. Tim tersebut juga berkoordinasi dengan aparat dan pihak berwajib terkait untuk terus mendalami permasalahan tersebut.

Lebih lanjut, kata Herman aspek K3 yang diselidiki oleh tim URC berkaitan dengan sarana dan prasarana K3  di lingkungan kerja. Seperti penyediaan alat pelindung pekerja, penerapan sistem manajemen K3 dan sebagainya. "Saat ini masih dalam proses penyelidikan" katanya Direktur Herman.

Tim Kemnaker tersebut juga akan mendalami hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan hak-hak pekerja. Seperti biaya pengobatan, asuransi jaminan sosial, upah, dan sebagainya. Hingga saat ini, berdasarkan laporan sementara diketahui ada tujuh orang yang menjadi korban kecelakaan kerja yang semuanya adalah pegawai kontruksi.

Adapun, ketujuh orang yang masih dalam perawatan adalah:

1.Supri (L – Kendal, 31 Desember 1971)

2.Kirpan (L – Banyumas, 16 Juli 1981

3.Sarmin (L – Kendal, 10 Maret 1972)

4.Rusman (L – Sukabumi, 11 November 1982)

5.Joni Arisman (L – Sukabumi, 1 Januari 1978)

6.Agus (L – 27 tahun)

7.  Waldi (41 tahun) asal Kendal, Jawa Tengah.

Semua korban mengalami luka dan menjalani rawat inap di rumah sakit dan biaya pengobatan sudah ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan. (jok)
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 04 Jul 2026 14:34

    Usai Pembakaran Pesawat AMA, Politisi PDIP Serukan Perdamaian Papua

    Jakarta - Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun menyerukan kepada seluruh pihak untuk menghentikan segala bentuk kekerasan dan mengedepankan penyelesaian yang berlandaskan dialog, penegakan hukum yang adil

  • Sabtu, 04 Jul 2026 14:08

    IAIR Bagan Batu Resmikan Program Pascasarjana S2 Pendidikan Agama Islam

    BAGAN BATU â€" Institut Agama Islam Rokan (IAIR) Bagan Batu resmi meluncurkan Program Pascasarjana (S2) Pendidikan Agama Islam (PAI) yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional di Ballroom Suzuya, Kecam

  • Sabtu, 04 Jul 2026 13:39

    Sore Nanti 12 Ribu ASN Pekanbaru Mengaji Bersama di Masjid Agung An-Nur

    PEKANBARU-Sebanyak 12 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dijadwalkan mengikuti kegiatan mengaji massal di pelataran Masjid Agung An-Nur, Sabtu (4/7/2026)

  • Sabtu, 04 Jul 2026 13:35

    Dokter Ternama Riau Dihina Istri Rekan Sejawat, Pelaku Didenda Rp5 Juta

    PEKANBARU (CAKAPLAH) - Dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Sp.OG) dr. Amru Sofian  melaporkan istri rekan sejawatnya berinisial FL  ke Polda Riau atas perkara dugaan penghinaan.FL yang

  • Sabtu, 04 Jul 2026 13:31

    Jejak Korupsi Bupati Langkat Syah Afandin Terbongkar, KPK Sita 55 Kilogram Platinum

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Langkat, Syah Afandin (SAF) sebagai tersangka. Langkah tegas ini diambil usai terungkapnya kasus dugaan suap pada sejumlah proyek d

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor