Sabtu, 16 Mei 2026

Kisah Prajurit Pengendara Panser Anoa

Rabu, 09 Sep 2015 09:50
Okezone
Pratu Phiki
JAKARTA - Pratu Phiki terlihap berdiri tegap, dengan sorot mata tajam, ia langsung canggung saat Okezone menghampirinya yang tepat berada di kendaraan taktis Panser 6x6 Anoa 2. Maklum, sebagai prajurit yang bertugas mengemudikan kendaraan tempur Anoa buatan pabrikan Indonesia itu, ia mengaku tak pernah menjawab pertanyaan awak media.

"Ya belum biasa bang," ujarnya kepada Okezone beberapa waktu lalu.

Perlahan, prajurit Batalyon Mekanis 201 Jayakarta itu menceritakan pengalaman selama mengemudi Panser Anoa. Dimulai sejak 2013 silam, saat ia pertama kali mendapatkan lisensi sebagai pengendara kendaraan berat milik korps militer.

"Awalnya bisa mengemudi dulu, lalu tes dan sekolah lagi di kecabangan kavaleri, baru dapat SIM B2 khusus untuk bawa panser," imbuh pria kelahiran 5 Maret 1989 silam itu.

Selama berlatih sebagai pengendara kendaraan taktis, Phiki mengenang keterampilannya dalam menentukan posisi kemudi baru dikuasainya setelah dua bulan. Ia pun lantas membeberkan perbedaan mengendarai Panser dengan kendaraan berat lainnya.

"Kesannya memang seperti bawa mobil biasa, tapi ngatur feel posisinya agak sulit," jelasnya.

Pria asli Bekasi, Jawa Barat, tersebut memastikan perlu pemandu untuk mengendarai Panser Anoa. Selain sebagai navigator, sopir kendaraan taktis tidak bisa disalahkan selama ia mengemudi bersama pemandu.

"Jadi ya memang harus ada navigatornya, karena kalau nabrak atau nyenggol saja, yang disalahkan navigatornya, kita cuma fokus nyetir sama ikuti intruksi dia," sambungya sembari tersenyum.

Kini, Phiki telah menjadi pengendara Panser Anoa yang bernaung dibawah Kodam Jayakarta. Ia lalu mengenang masa penugasan yang pernah dilakukannya di Kabupaten Sangatta, Kalimantan Utara. Saat itu, ia mengikuti latihan gabungan dan bertugas pengemudi kendaraan taktis.

"Kalau operasi belum pernah, penugasan ya pas latgab di Sangata," bebernya tanpa menyebutkan waktu pelatihan.

Meski demikian, sebagai produk buatan manusia, Phiki menyebut Panser Anoa bukan tanpa kekurangan. Kendala yang sering ia temui saat mengemudi kendaraan produksi dalam negeri tersebut ialah rem yang terkadang kurang pakem.

"Canggih sebenarnya, karena bannya walaupun kena tembak tetap bisa jalan, tapi ya kurangnya di rem kadang suka gak pakem. Lalu suka Lost power juga, tapi jarang kalau itu," tutupnya.

(okezone.com)
nasional
Berita Terkait
  • Jumat, 15 Mei 2026 16:53

    TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Bal Rokok Ilegal di Madura

    TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum serta menjaga stabilitas keamanan wilayah maritim dan jalur distribusi strategis nasional. Tim Second Fleet Quick Response (SFQR)

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:16

    Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di seluruh wilayah Riau. Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewa

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:14

    267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan

    TEMBILAHAN-Sebanyak 267 pedagang pasar subuh menyatakan dukungan terhadap kebijakan relokasi sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka penataan Pasar Induk Jalan Yos S

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:47

    2 Hari Tak Terlihat, Wanita Ini Ditemukan Meninggal Membusuk di Kursi Plastik

    Jakarta-Warga Huta IV Marihat Lela Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun mendadak geger. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Sarpina Sinaga (44) ditemukan meninggal dunia di

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:41

    Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

    BENGKALIS-Ratusan warga Kota Bengkalis memadati Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) di depan kantor DKP Jalan Antara, Bengkalis, Rabu (13/5). Tingginya antusias masyara

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.