Kisah Prajurit Pengendara Panser Anoa
Rabu, 09 Sep 2015 09:50
"Ya belum biasa bang," ujarnya kepada Okezone beberapa waktu lalu.
Perlahan, prajurit Batalyon Mekanis 201 Jayakarta itu menceritakan pengalaman selama mengemudi Panser Anoa. Dimulai sejak 2013 silam, saat ia pertama kali mendapatkan lisensi sebagai pengendara kendaraan berat milik korps militer.
"Awalnya bisa mengemudi dulu, lalu tes dan sekolah lagi di kecabangan kavaleri, baru dapat SIM B2 khusus untuk bawa panser," imbuh pria kelahiran 5 Maret 1989 silam itu.
Selama berlatih sebagai pengendara kendaraan taktis, Phiki mengenang keterampilannya dalam menentukan posisi kemudi baru dikuasainya setelah dua bulan. Ia pun lantas membeberkan perbedaan mengendarai Panser dengan kendaraan berat lainnya.
"Kesannya memang seperti bawa mobil biasa, tapi ngatur feel posisinya agak sulit," jelasnya.
Pria asli Bekasi, Jawa Barat, tersebut memastikan perlu pemandu untuk mengendarai Panser Anoa. Selain sebagai navigator, sopir kendaraan taktis tidak bisa disalahkan selama ia mengemudi bersama pemandu.
"Jadi ya memang harus ada navigatornya, karena kalau nabrak atau nyenggol saja, yang disalahkan navigatornya, kita cuma fokus nyetir sama ikuti intruksi dia," sambungya sembari tersenyum.
Kini, Phiki telah menjadi pengendara Panser Anoa yang bernaung dibawah Kodam Jayakarta. Ia lalu mengenang masa penugasan yang pernah dilakukannya di Kabupaten Sangatta, Kalimantan Utara. Saat itu, ia mengikuti latihan gabungan dan bertugas pengemudi kendaraan taktis.
"Kalau operasi belum pernah, penugasan ya pas latgab di Sangata," bebernya tanpa menyebutkan waktu pelatihan.
Meski demikian, sebagai produk buatan manusia, Phiki menyebut Panser Anoa bukan tanpa kekurangan. Kendala yang sering ia temui saat mengemudi kendaraan produksi dalam negeri tersebut ialah rem yang terkadang kurang pakem.
"Canggih sebenarnya, karena bannya walaupun kena tembak tetap bisa jalan, tapi ya kurangnya di rem kadang suka gak pakem. Lalu suka Lost power juga, tapi jarang kalau itu," tutupnya.
Bupati Kuansing Resmi Berompi Oranye Terkait Kasus Suap Jabatan
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Provinsi Riau, Suhardiman Amby sebagai tersangka dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah
KPK Periksa Bupati Inhu dan Sekda Riau Terkait Kasus Pemerasan Gubernur Nonaktif Abdul Wahid
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Bupati Indragiri Hulu, Ade Agus Hartanto beserta Sekretaris Daerah Riau, Syahrial Abdi. Keduanya diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan pemer
Lantik 38 Pejabat, Bupati Asmar Dorong Reformasi Birokrasi yang Profesional dan Responsif
SELATPANJANG â€" Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran birokrasi sebagai langkah memperkuat tata kelola pemerintahan. Sebanyak 38 pejabat administrator dan pejabat pengaw
LBH Laporkan Dugaan Kekerasan Oknum Polisi Terhadap Sembilan Warga Rupat Utara ke Polda Riau
PEKANBARU - Gabungan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) ICMI Wilayah Riau dan LBH Pekanbaru resmi mengadukan dugaan tindak kekerasan fisik oleh oknum aparat Polsek Rupat Utara terhadap sembilan warga sipil.
Pesona Batik Motif Bakar Tongkang Karya Miskiah Angkat Budaya Rokan Hilir ke Kancah Nasional
BAGANSIAPIAPI - Perayaan Festival Ekraf Pesona Beapi Besenergi Kawasan Qris yang memeriahkan event Bakar Tongkang di Bagansiapiapi sukses menarik perhatian masyarakat luas. Dari 35 stand bazar yang me