Nasional
Konsorsium Pembaruan Agraria: Jokowi Abaikan Data di Debat, Prabowo Blunder
Senin, 18 Feb 2019 13:27
Sekjen Konsorsium Pengembangan Agraria (KPA), Dewi Kartika, juga merupakan salah satu panelis dalam debat kedua yang mengambil tema infrastruktur, energi, pangan, lingkungan hidup, dan sumber daya alam. Masalah konflik agraria sempat terbahas ketika topik infrastruktur. Sayangnya, menurut Dewi, respons Jokowi kurang tepat.
"Respons salah satu capres, capres 01 itu mengabaikan fakta dan data yang ada di lapangan. Ada banyak sekali konflik-konflik agraria yang diakibatkan pembangunan infrastruktur itu terjadi," kata Dewi saat berbincang, Senin (18/2/2019).
"Jadi seharusnya kedua capres meresponsnya to the point, langsung kepada isu yang ditanyakan. Karena saya tim panelis dan juga yang lainnya kami bertujuh sudah merumuskan seluruh pertanyaan berdasarkan fakta dan data yang ada di lapangan. Nah sayangnya, capres semalam bisa jadi karena tidak tahu, tidak paham, atau laporan yang masuk ke para capres ini tidak memadai sehingga dianggap baik-baik saja di lapangan. Padahal penggusuran, perampasan tanah, konflik agraria itu betul-betul terjadi," paparnya.
KPA juga menyoroti sesi tanya jawab antarcapres soal lubang bekas galian tambang. Prabowo sempat menduga adanya kolusi di balik lubang-lubang yang terabaikan kemudian Jokowi bicara tentang penanganan pencemaran lingkungan bekas tambang. Ujung-ujungnya, keduanya lalu sepakat untuk menyudahi debat terkait topik itu.
Dewi menilai munculnya pertanyaan tentang konflik agraria penting karena kedua capres sama-sama mencantumkannya di visi-misi. Tapi, ternyata Jokowi dan Prabowo sama-sama masih punya kekurangan dalam isu ini.
"Ada laporan yang tidak lengkap yang masuk ke capres 01 ini sehingga yang dia jelaskan hanya sertifikasi tanah. Padahal jika sertifikasi tanah saja, itu belum berarti itu reforma agraria karena tidak ada penataan ulang struktur agrarianya karena yang kecil ditambah, dan yang besar-besar apalagi melakukan monopoli skala besar, korporasi dan sebagainya tidak dipotong. Jadi tidak ada yang disebut reforma agraria yang sebenarnya, yaitu penataan struktur agraria yang timpang," papar Dewi terkait program sertifikasi tanah yang dipaparkan Jokowi.
TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Bal Rokok Ilegal di Madura
TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum serta menjaga stabilitas keamanan wilayah maritim dan jalur distribusi strategis nasional. Tim Second Fleet Quick Response (SFQR)
Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan
PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di seluruh wilayah Riau. Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewa
267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan
TEMBILAHAN-Sebanyak 267 pedagang pasar subuh menyatakan dukungan terhadap kebijakan relokasi sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka penataan Pasar Induk Jalan Yos S
2 Hari Tak Terlihat, Wanita Ini Ditemukan Meninggal Membusuk di Kursi Plastik
Jakarta-Warga Huta IV Marihat Lela Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun mendadak geger. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Sarpina Sinaga (44) ditemukan meninggal dunia di
Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis
BENGKALIS-Ratusan warga Kota Bengkalis memadati Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) di depan kantor DKP Jalan Antara, Bengkalis, Rabu (13/5). Tingginya antusias masyara