Rabu, 24 Jun 2026
  • Home
  • Nasional
  • Kritik Kebijakan KDM Soal Rombel, Komisi X DPR: Tak Boleh Asal-asalan

Nasional,

Kritik Kebijakan KDM Soal Rombel, Komisi X DPR: Tak Boleh Asal-asalan

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 24 Jul 2025 09:03
Berita satu.com
Wakil Ketua Komisi X DPR MY Esti Wijayati mengkritik kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) terkait penambahan rombongan belajar (rombel) dalam sistem penerimaan murid baru (SPMB) yang menyebabkan beberapa sekolah kekurangan siswa.

Politisi PDIP tersebut meminta pemprov dan sekolah swasta di Jawa Barat harus mencari jalan tengah untuk mengatasi masalah tersebut.

Alasannya, kebijakan tersebut menyebabkan penerimaan peserta didik di sekitar 95% dari 3.858 sekolah menengah swasta di Jabar belum mencapai 50%.

“Dalam menerapkan kebijakan, diperlukan juga masukan dari stakeholder-stakeholder terkait agar tidak menjadi bias. Dalam kasus ini, pemprov maupun Disdik Jabar bisa duduk bersama dengan pihak sekolah swasta untuk mencari jalan tengah,” ungkap Esti kepada wartawan Rabu (23/7/2025).

"Sekolah dengan kelas-kelas yang ada juga belum dirancang untuk jumlah siswa 50, dan rasio ideal untuk pembelajaran juga sudah ada. Jadi penambahan menjadi 50 pasti ada dampak dalam proses pembelajaran dan hasilnya," imbuh Esti.

Esti memahami tujuan kebijakan tersebut yakni demi mengurangi tingginya angka putus sekolah di Jawa Barat. Namun, perencanaannya harus dilakukan dengan matang dan tidak tiba-tiba.

Menurutnya, semua kebijakan harus mempunyai analisis terlebih dahulu. Mulai dari aspek jumlah sekolah, tenaga pendidik maupun fasiltas agar tak mengorbankan kualitas pendidikan.

“Juga mempertimbangkan apa dampaknya. Jadi kebijakan dalam hal pendidikan tidak boleh asal-asalan,” ucap Esti.

Esti mengusulkan agar pemerintah pusat dan daerah melakukan pendekatan afirmatif dengan tata kelola pendidikan yang berbasis data.

Selain itu, dia juga mendorong adanya skema subsidi silang bagi siswa kurang mampu yang memilih sekolah swasta buntut kebijakan tersebut.

"Penambahan daya tampung harus dibarengi dengan investasi serius pada infrastruktur sekolah, peningkatan kompetensi guru, serta distribusi anggaran yang adil," katanya.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

nasional
Berita Terkait
  • Rabu, 17 Jun 2026 11:47

    Polres Indragiri Hulu Gelar Bakti Sosial HUT Bhayangkara Ke-80

    Rengat-Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Indragiri Hulu melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan bersilaturahmi sekaligus menyalurkan bantuan semba

  • Minggu, 14 Jun 2026 20:34

    Kabur ke Batam, Polres Inhu Kembali Ringkus Pelaku Penganiayaan di PT. SBP

    INHU- Upaya pelarian hingga menyeberang ke luar daerah tak mampu menghentikan langkah aparat kepolisian dalam memburu pelaku tindak pidana penganiayaan yang terjadi di kawasan perkebunan PT Sinas Beli

  • Jumat, 05 Jun 2026 09:49

    "Gunakan Manajemen Peternakan Modern", Pesan Bhabinkamtibmas Polres Inhu Untuk Ketahanan Pangan

    INHU-Upaya mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional terus dilakukan jajaran Polres Indragiri Hulu (Inhu) melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh p

  • Rabu, 03 Jun 2026 09:46

    Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Polres Inhu Sambangi Petani Jagung Menulis

    INHU - Upaya mendukung program swasembada dan ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Polres Indragiri Hulu (Inhu). Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di desa binaan, kepolisian hadir membe

  • Senin, 01 Jun 2026 18:53

    Panglima TNI Hadiri Upacara Pemakaman Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu

    Jakarta-Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Wakil Panglima TNI beserta para Kepala Staf Angkatan menghadiri upacara pemakaman militer Menteri Pertahanan Republik Indonesia periode 2014 s.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.