Selasa, 19 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • MPR: Pemahaman Agama Sempit Picu Gerakan Radikalisme

Nasional

MPR: Pemahaman Agama Sempit Picu Gerakan Radikalisme

Rabu, 19 Okt 2016 14:49
Okezone.com
ilustrasi

JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin mengatakan, tantangan bangsa Indonesia untuk menjadi negara maju karena masih adanya pemahaman masyarakat terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara yang keliru sehingga memunculkan gerakan-gerakan radikal.

"Gerakan radikalisme ini muncul karena adanya sebagian masyarakat yang masih memiliki pemahaman agama yang sempit serta pengalamannya lemah," kata Mahyudin ketika membuka acara 'Sosialisasi Empat Pilar' MPR RI yang diikuti Pimpinan Pusat Kolektif dan anggota Kosgoro 1957 di Gedung Nusantara V Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (19/10/2016).

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 Agung Laksono, Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Rambe Kamarulzaman, anggota MPR RI dari Fraksi Partai Golkar Syamsul Bachri dan Azhar Romli, serta ratusan anggota Kosgoro 1957 serta Himpunan Mahasiswa Kosgoro.

Menurut Mahyudin, kegiatan sosialisasi Empat Pilar yang diselenggarakan MPR RI merupakan amanah dari konstitusi serta UU Nomor 17 tahun 2014 tentang MPR RI, serta dengan memertimbangkan tantangan yang dihadapi bangsa dan negara Indonesia.

Mahyudin melihat, masyarakat Indonesia yang pemahaman agamanya sempit, mudah terpengaruh untuk melakukan gerakan radikal, seperti aksi terorisme dan pelaku peledakan bom bunuh diri.

Politisi Partai Golkar ini juga melihat, ada kelompok tertentu yang sengaja mempermainkan agama untuk melakukan "cuci otak" terhadap orang lain yang memiliki pehamaman sempit soal agama, untuk melakukan tindakan merusak yang diinginkannya.

"Kelompok tertentu dapat mempermainkan agama dengan nilai-nilai yang dipersepsikan sendiri untuk mengikuti keinginnnya," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Mahyudin juga mengingatkan, agar seluruh putra bangsa Indonesia harus menyadari, bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang merupakan puncak perjuangan para pendiri bangsa adalah harga mati.

NKRI yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, kata dia, memiliki keragaman yang dirangkum dalam Bhinneka Tunggal Ika, termasuk keragaman dalam kehidupan beragama.

"Ada lima agama yang diakui di Indonesia yakni Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu, yang masing-masing memiliki tara cara beribadah sendiri. Di antara umat beragama saling menghargai satu sama lain," katanya.

Mahyudin menegaskan, adanya perbedaan mendasar tersebut, sehingga tidak boleh mencampur-adukkan agama dan politik, apalagi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara pedomannya adalah Pancasila sebagai pemersatu," katanya.

Ia pun mengingatkan, pada proses pelaksanaan pilkada serentak ini, terutama di DKI Jakarta, sudah terjadi kegaduham di tengah masyarakat. Menurut dia, kegaduhan ini muncul karena agama dibawa ke ranah politik dan dipolitisasi. (Okezone.com)

nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 25 Apr 2026 05:53

    PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi

    Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b

  • Selasa, 14 Apr 2026 18:47

    Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik

    JAKARTA-Dewan Pers menggelar diskusi bertajuk “Membaca Kasus Magdalene.id dari Kacamata Pers” di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mem

  • Sabtu, 11 Apr 2026 19:10

    Aklamasi, Purnomo Yusgiantoro Nahkodai DPP IKAL Lemhannas

    Jakarta-Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro MSc MA PhD IPU terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) periode 2025-2030.Menteri Perta

  • Rabu, 24 Des 2025 18:05

    Kemenhan Fasilitasi Retret Bela Negara 200 Wartawan Sambut HPN 2026

    JAKARTA-Kementerian Pertahanan RI bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyiapkan retret khusus wartawan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada akhir Januari atau awal Febr

  • Rabu, 24 Des 2025 11:00

    Dukung Kelancaran Operasi Hulu Migas, 13 Sertipikat Hak Pakai Lahan WK Rokan Diserahkan kepada PHR

    Jakarta-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 " Sumatra kembali menerima Sertipikat Hak Pakai (SHP) atas Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah hulu migas di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Provinsi Ri

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.