Selasa, 02 Jun 2026
  • Home
  • Nasional
  • Mardani: Banyak Pemilih Prabowo Belum Siap Lihat AHY-Jokowi Bertemu

Nasional

Mardani: Banyak Pemilih Prabowo Belum Siap Lihat AHY-Jokowi Bertemu

Selasa, 28 Mei 2019 11:15
Detik.com
Juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Mardani Ali Sera.
JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bercerita soal putranya yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang di-bully usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Siapa pem-bully AHY yang dimaksud SBY?

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga tak yakin pem-bully AHY berasal dari pihaknya. Meski begitu, tak bisa dipungkiri, ada orang-orang dalam BPN Prabowo-Sandi yang tak rela melihat AHY dan Jokowi bertemu. Sebagaimana diketahui, Jokowi adalah rival Prabowo dan Partai Demokrat adalah salah satu parpol pendukung Prabowo-Sandiaga.

"Masih banyak pemilih Pak Prabowo yang belum siap menerima pertemuan itu mungkin. Tapi saya tidak yakin sampai mem-bully AHY," kata Juru Bicara BPN, Mardani Ali Sera, kepada wartawan, Selasa (28/5/2019).

Mardani memuji SBY sebagai politikus ulung sekaligus negarawan. Wajar bila SBY prihatin dengan fenomena 'serangan' kepada AHY. Dia berharap SBY bisa jernih melihat fenomena itu.

"Karena itu harapan kami Pak SBY tetap dapat jernih melihat ada kelompok yang memang perlu diedukasi agar bersikap dan berpikir dalam kerangka demokrasi, dan ada yang tetap sadar bahwa komunikasi dengan pihak manapun adalah hal yang wajar bahkan perlu dalam kompetisi demokrasi," tutur Mardani.

Sebelumnya lewat keterangan pers berbentuk rekaman video, SBY menceritakan soal pem-bully-an terhadap putra sulungnya. SBY mengaku tahu pem-bully AHY namun memilih untuk tak mengungkapkannya ke publik.

"Setelah pertemuan itu, saya tahu AHY 'di-bully' dengan kata-kata yang sadis dan kejam. Mungkin itu cara Tuhan Yang Mahakuasa, Allah SWT, menguji dan menggembleng seseorang yang baru masuk dunia politik dari materi serangan yang dialamatkan kepada kita, Partai Demokrat. Sebenarnya kita tahu dari kelompok mana serangan sengit itu berasal," kata SBY melalui rekaman video yang ditunjukkan dalam acara buka bersama elite PD di kediamannya, Mega Kuningan, Jaksel, Senin (27/5) kemarin.



Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Selasa, 02 Jun 2026 11:07

    Modus WO Marwah Tipu Calon Pengantin, Promo Subsidi Gedung Rp20 Juta dan Ada Menu Kambing Guling

    Iming-iming subsidi gedung Rp20 juta sampai bonus kambing guling diduga jadi modus WO Marwah menggaet calon pengantin. Belakangan, uang pelanggan disebut diputar buat nombok pesta klien sebelumnya.Kas

  • Selasa, 02 Jun 2026 11:05

    Peringatan Hari Lahir Pancasila, 800 Warga Puncak Jaya Kirab Bendera 50 Meter

    Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, diwarnai dengan aksi kolosal pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 50 meter, Senin (1/6/2026). Aksi Kirab Merah Putih yang diinisiasi oleh DPC Barisan Merah Pu

  • Selasa, 02 Jun 2026 09:21

    TNI AL Perkuat Kesiapan Tempur Prajurit Lewat Operasi Trisila II di Palu

    Satuan Tugas (Satgas) Operasi Trisila II TNI Angkatan Laut (TNI AL) Tahun 2026 melaksanakan latihan pendaratan amfibi. Kegiatan ini berlangsung di kawasan Pantai Kampung Nelayan, Kota Palu, Sulawesi T

  • Selasa, 02 Jun 2026 08:42

    Teddy Beberkan Capaian 1,5 Tahun Prabowo: RI Masuk BRICS-Investasi Rp 2.430 T

    Jakarta-Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya merespons kritikan dari eks Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal terkait frekuensi kunjungan kerja luar negeri Presiden Prabowo

  • Selasa, 02 Jun 2026 08:38

    Waspada Kanker Serviks dan Campak Anak, RSUD Arifin Achmad Siapkan Edukasi Medis

    PEKANBARU - Ancaman mematikan kanker serviks pada perempuan dan bahaya campak pada anak menjadi sorotan utama peringatan Hari Jadi ke-50 RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Sebagai langkah mitigasi, pih

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.