Selasa, 02 Jun 2026
TNI AL Perkuat Kesiapan Tempur Prajurit Lewat Operasi Trisila II di Palu
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 02 Jun 2026 09:21
Satuan Tugas (Satgas) Operasi Trisila II TNI Angkatan Laut (TNI AL) Tahun 2026 melaksanakan latihan pendaratan amfibi. Kegiatan ini berlangsung di kawasan Pantai Kampung Nelayan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada hari Senin, 2 Juni 2026. Latihan ini merupakan bagian dari upaya TNI AL untuk memperkuat kesiapan tempur prajuritnya.
Latihan ini bertujuan untuk menghadapi berbagai potensi ancaman maritim yang ada di wilayah perairan Indonesia. Operasi Trisila II difokuskan di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II, khususnya kawasan strategis Selat Makassar. Wilayah ini memiliki nilai strategis penting bagi pelayaran dan keamanan maritim nasional.
Wakil Komandan Satgas Operasi Trisila II, Kolonel Laut (P) Agung Nugroho Kusumaji, menjelaskan bahwa operasi ini menegakkan kedaulatan negara dan hukum. Latihan ini juga menjaga keamanan wilayah laut Indonesia.
Strategi Pengamanan Maritim di Selat Makassar
Kota Palu dipilih sebagai lokasi penting dalam pelaksanaan Operasi Trisila II karena posisinya yang strategis. Palu berada di kawasan Selat Makassar, yang merupakan jalur vital penghubung wilayah utara dan selatan Indonesia. Hal ini menjadikan pengamanan di sekitar Selat Makassar sebagai prioritas utama.
Operasi ini secara khusus menyasar kawasan Selat Makassar yang dikenal memiliki nilai strategis tinggi. Kehadiran TNI AL di wilayah ini menjadi kunci penting dalam menjaga kedaulatan serta menegakkan hukum di perairan Indonesia.
Kolonel Laut (P) Agung Nugroho Kusumaji menegaskan bahwa operasi tersebut bertujuan menegakkan kedaulatan negara, menegakkan hukum, serta menjaga keamanan wilayah laut Indonesia.
Sinergi Unsur TNI AL dan Keterlibatan Masyarakat
Dalam latihan pendaratan amfibi ini, Satgas Operasi Trisila II melibatkan sejumlah unsur TNI AL. Unsur tersebut antara lain satu kapal perang KRI Teluk Kupang-519, helikopter Panther HS-1310, serta satu peleton pasukan Marinir.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Palu. Dukungan ini merupakan bagian dari sinergi antarunsur TNI AL dalam Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT).
Selain menjalankan tugas operasi, TNI AL juga melaksanakan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa TNI AL hadir di tengah masyarakat dan manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengapresiasi pelaksanaan Operasi Trisila-26 Tahap II di Palu. Ia menilai kegiatan ini menunjukkan kemanunggalan TNI dengan masyarakat melalui perpaduan tugas pertahanan dan aksi sosial.
Peningkatan Kesiapan Operasional dan Kedaulatan NKRI
Komandan Lanal Palu, Kolonel Mar M. Ali Wardhana, menyatakan dukungan terhadap latihan ini merupakan komitmen TNI AL. Komitmen ini bertujuan menjaga kesiapan operasional prajurit menghadapi berbagai potensi ancaman maritim.
Lanal Palu berperan mendukung kelancaran kegiatan melalui pengamanan wilayah latihan, koordinasi lapangan, hingga penyediaan fasilitas pangkalan. Latihan ini juga menjadi sarana mengasah kemampuan teknis dan taktis prajurit.
Selain itu, latihan ini diharapkan dapat meningkatkan interoperabilitas antarsatuan. Ini penting untuk menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan.
Operasi Trisila II TNI AL Tahun 2026 merupakan bagian dari upaya TNI Angkatan Laut dalam meningkatkan kesiapan tempur. Ini juga untuk menjaga kedaulatan wilayah laut Negara Kesatuan Republik Indonesia(merdeka.com)
Sumber: https://www.merdeka.com/politik/tni-al-perkuat-kesiapan-tempur-prajurit-lewat-operasi-trisila-ii-di-palu-579088-mvk.html?page=4
komentar Pembaca