Selasa, 02 Jun 2026
Prabowo Ingin Bahasa Prancis dan Portugis Diajarkan di Sekolah, Kemendikdasmen Buka Suara
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 02 Jun 2026 08:27
RANGKASBITUNG-Rencana memasukkan bahasa Prancis dan Portugis ke dalam kurikulum pendidikan nasional menjadi perhatian publik setelah disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraannya ke Prancis.
Arahan tersebut muncul di sela agenda bilateral Presiden Prabowo dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Dalam kesempatan itu, Prabowo mendorong agar bahasa Prancis dan Portugis diperkenalkan lebih luas dalam sistem pendidikan Indonesia.
Wacana tersebut kemudian memunculkan berbagai pertanyaan terkait kesiapan pemerintah, mulai dari regulasi, kurikulum, hingga ketersediaan tenaga pengajar di sekolah.Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, mengatakan pihaknya masih melakukan pembahasan internal dan belum dapat menjelaskan secara terperinci mengenai implementasi kebijakan tersebut.
"Tentu Bapak Presiden akan memanggil Pak Menteri untuk membahas bagaimana kebijakan tersebut bisa dijalankan dengan baik," kata Fajar seusai menghadiri upacara hari lahir Pancasila di Alun-alun Rangkasbitung, Senin (1/6/2026).
Fajar menjelaskan, pembelajaran bahasa Prancis sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Saat ini, sejumlah SMA dan SMK telah menjadikan bahasa Prancis sebagai mata pelajaran pilihan bagi peserta didik. "Pelajaran bahasa Prancis sudah diajarkan di banyak sekolah, terutama di SMA dan SMK, sebagai mata pelajaran pilihan. Jadi sebenarnya ini bukan hal yang baru," ujarnya.
Menurut Fajar, Kemendikdasmen juga telah memiliki dasar hukum yang mengatur pembelajaran bahasa di sekolah melalui Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2025 tentang Standar Isi pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.Regulasi tersebut mencakup pembelajaran bahasa Indonesia, bahasa daerah, serta bahasa asing dalam kurikulum pendidikan nasional. "Artinya nanti bagaimana arahan beliau bisa kita lihat sesuai dengan arahan Bapak Presiden kepada Pak Menteri," katanya.
Meski demikian, sejumlah aspek teknis masih menjadi perhatian kementerian, terutama terkait kesiapan sarana dan prasarana pendidikan serta ketersediaan tenaga pendidik yang kompeten untuk mengajarkan bahasa Prancis dan Portugis secara lebih luas. "Nah, itu masih dalam kajian kami," ucap Fajar.
Ia menilai gagasan penguatan pembelajaran bahasa asing dapat dipahami sebagai bagian dari strategi diplomasi yang tengah dijalankan pemerintah untuk mempererat hubungan dengan negara-negara mitra, khususnya di kawasan Eropa.
Menurutnya, diplomasi budaya dan pendidikan memiliki peran strategis dalam memperkuat hubungan antarnegara sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas pada masa depan.
"Ini bagian dari upaya diplomasi Bapak Presiden. Hubungan bilateral dan diplomasi budaya menjadi salah satu jembatan untuk memperkuat komunikasi. Apalagi Indonesia saat ini dipandang sebagai negara yang berkembang pesat oleh banyak negara, termasuk di Eropa," pungkasnya.
Hingga kini, Kemendikdasmen masih melakukan kajian menyeluruh sebelum menentukan langkah lanjutan terkait kemungkinan perluasan pembelajaran bahasa Prancis dan Portugis dalam kurikulum pendidikan nasional.(cakaplah).
Sumber: https://www.cakaplah.com/berita/baca/136578/2026/06/02/prabowo-ingin-bahasa-prancis-dan-portugis-diajarkan-di-sekolah-kemendikdasmen-buka-suara/#sthash.qXmdSxam.dpbs
komentar Pembaca