Sabtu, 04 Jul 2026
  • Home
  • Nasional
  • Masih Empat Tahun Lagi, Tantangan Jokowi Tak Mudah

Masih Empat Tahun Lagi, Tantangan Jokowi Tak Mudah

Senin, 09 Nov 2015 14:24
Antara
JAKARTA - Anggota DPR dari Fraksi Golkar, Mukhamad Misbakhun, optimistis bahwa Pemerintahan Joko Widodo bakal mampu mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional 7 persen. Sebab, ada tren perbaikan ekonomi yang ditunjukkan.

Misbakhun menyampaikan hal itu untuk menanggapi kritikan ke Jokowi yang dianggap terlalu muluk-muluk mengumbar janji bakal bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi hingga 7 persen. Banyak pihak bahkan meragukan Jokowi bisa melampaui kinerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Namun, Misbakhun mengatakan, Jokowi harus menghadapi warisan permasalahan ekonomi di era SBY. Pada 2014, pertumbuhan ekonomi hanya 5,1 persen atau meleset dari target 5,5 persen dalam APBN Perubahan 2014.

Misbakhun menjelaskan, Jokowi dilantik pada 20 Oktober 2014 atau pada kuartal IV 2014. Pada kuartal III tahun 2014, katanya, pertumbuhan ekonomi sudah dalam tren terus menurun. "Kalau dapat warisan pertumbuhan ekonomi 5 persen dengan tren terus menurun, maka membuat melompat menjadi 7 persen pada tahun awal pemerintahan itu mustahil," ujar Misbakhun.

Menurutnya, tren penurunan itu jelas tidak bisa serta-merta disulap dari 5 persen menjadi 7 persen. "Kondisi global sedang melambat. Regional juga ke imbasnya," urainya.

Misbakhun menambahkan, tantangan bagi pemerintahan Jokowi memang tak mudah. Misalnya, Jokowi harus start dengan APBN yang disusun oleh pemerintahan sebelumnya. Begitu memimpin pemerintahan, Jokowi juga harus menyusun ulang APBN 2015 menjadi APBN Perubahan 2015. RAPBN-P 2015 yang diajukan Januari 2015 baru disetujui Februari.

Selanjutnya, pemerintahan Jokowi membuat kebijakan fiskal yang berbeda di APBN Perubahan 2015. Usulan pemerintah Jokowi kala itu adalah memperbesar ruang fiskal dan menggenjot belanja modal infrastuktur. "Dalam sitauasi sektor swasta mengalami pelambatan maka pertumbuhan di dorong oleh belanja modal infrastuktur pemerintah," tulis Misbakhun.

Politikus Golkar yang duduk di Komisi XI DPR itu merinci, pertumbuhan ekonomi kuartal I memang anjlok ke 4,7 persen. Selanjutnya, pertumbuhan ekonomi kuartal II juga tergerus menjadi 4,67 persen. Namun, pada kuartal III ternyata angkanya menanjak menjadi 4,73 persen.

Meski kenaikannya tak seberapa, tapi Misbakhun menilainya sebagai catatan positif. Sebab, pertumbuhan ekonomi memang tak bisa dipaksa melompat dengan kondisi saat ini. "Pertumbuhan ekonomi tidak bisa dipaksa melompat," ujarnya.

Misbakhun menambahkan, tim ekonomi pemerintahan Jokowi memang harus membuat tren penurunan menjadi melandai. Tahap berikutnya adalah menaikkannya secara perlahan. "Saat ini tren penurunan pertumbuhan ekonomi sudah bisa diatasi dengan baik oleh tim ekonomi. Langkah berikutnya bertahap menaikkannya," paparnya.

Misbakhun bahkan menyebut pemerintahan saat ini mulai bisa mengatasi persoalan quatro defisit pada APBN sebelumnya. Yakni defisit perdagangan, defisit transaksi berjalan, defisit neraca pembayaran dan defisit anggaran.

Dengan tim ekonomi pemerintahan saat ini, Misbakhun meyakini Jokowi bakal bisa memenuhi janji-janji kampanyenya. Terlebih masih ada sisa waktu empat tahun lagi bagi pemerintahan Jokowi. "Masih ada waktu untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi sesuai janji kampanye," cetusnya.

Karenanya Misbakhun juga mengajak publik lebih objektif dalam menilai kinerja ekonomi pemerintah. Sebab, masih banyak yang terjebak pada pada nuansa pertarungan saat pemilihan presiden lalu. "Objektivitas penting untuk memberikan apresiasi kepada tim ekonomi Presiden Jokowi," tutupnya.

(okezone.com)
nasional
Berita Terkait
  • Jumat, 03 Jul 2026 16:35

    Ekspor Minyak Arab Saudi Meroket Setelah Selat Hormuz Dibuka

    Sejak Amerika Serikat (AS) dan Iran menyetujui perjanjian untuk membuka kembali jalur laut Selat Hormuz bulan lalu, Arab Saudi telah meningkatkan pengiriman minyaknya. Menurut laporan dari CNBC pada J

  • Jumat, 03 Jul 2026 16:08

    BC Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 652 iPhone Bekas Ilegal dari Malaysia

    BENGKALIS â€" Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bengkalis berhasil menggagalkan upaya masuknya 652 unit handphone bekas merek iPhone ilegal melalui Pelabuhan Pe

  • Jumat, 03 Jul 2026 16:06

    Polisi Ungkap Kasus Narkotika 500 Gram di Pangkalan Kuras Pelalawan

    PELALAWAN â€" Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Pelalawan mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di Dusun II Seimedang, Desa Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Rab

  • Jumat, 03 Jul 2026 16:04

    65 Personel Polres Rokan Hilir Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Amanah untuk Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan

    TANAHPUTIH-Sebanyak 65 personel Polres Rokan Hilir menerima kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi dalam Upacara Laporan Kenaikan Pangkat Personel Polres Rokan Hilir Periode 1 Juli 2026. Upacara berl

  • Jumat, 03 Jul 2026 15:34

    Taspen dan Kemenag RI Integrasikan Data Pernikahan untuk Permudah Layanan ASN

    PT TASPEN (Persero) menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor